
Malam itu, Cassandra akhirnya berbaik hati menemui Herlambang yang sudah menunggu di depan lobby. Tiba-tiba saja gadis itu juga merasa kaget dengan aturan baru bagi karyawan PT. Indotrex. Tbk, yang tinggal di apartemen tersebut, untuk tidak sembarangan menerima tamu. Meskipun dalam hati, gadis itu bertanya-tanya, namun sebenarnya Cassandra merasa suka. Tetapi begitu mengingat jika tuan mudanya Andreas Jonathan sering tanpa meminta persetujuannya, sering datang ke apartemen, tanpa ada petugas yang berani melarang, menimbulkan rasa jengkel dalam hatinya.
"Sudah lama menunggu mas Herlam..?" terlihat wajah ceria Cassandra menyapa Herlambang,
"Belum begitu lama Sandra.. ayuk aku akan mengajakmu makan malam." Herlambang segera mendatangi Cassandra, dan mengajak gadis itu untuk keluar bersamanya.
"Okay.. aku kebetulan juga belum sempat makan malam. Tapi jangan jauh-jauh mas Herlam.. aku masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan malam ini. Kepergianku mudik beberapa hari ke Jogja, ternyata meninggalkan banyak kerjaan yang belum selesai. So.. aku harus membawanya pulang ke rumah." gadis itu menyetujui ajakan laki-laki itu.
"Hmm.. baiklah.., jika begitu kita jalan kaki saja ya. Di samping apartemen, aku sepertinya tadi melihat ada sebuah cafe disana. Aku dengar, pasta dan macaroni sangat terkenal, dan berbagai kalangan mengakui jika makanannya enak-enak." Herlambang segera mengajak gadis itu untuk berjalan menuju cafe yang berada tidak jauh dari apartemen itu.
Beberapa saat mereka berjalan, akhirnya mereka sampai juga di cafe R & B Cafe. Tampilan eksotik dan elegan tampak menghiasi setiap sudut cafe. Banyak mobil berjejer terparkir di halaman parkir, dan banyak pula kalangan muda yang tampak ngedate di cafe tersebut. Herlambang sepertinya tidak pertama kali datang ke cafe ini, karena laki-laki itu langsung mengajak Cassandra untuk naik ke lantai atas. Sebuah tempat di sudut dengan view pemandangan Jakarta tersaji indah di depan mata mereka,
"Sandra.. kamu memilih menu apa..?" Herlambang menyodorkan buku menu pada gadis itu.
"Bulgogi Pasta, Spicy Chicken Ramen, hot lemon tea.." Cassandra menjawab pertanyaan laki-laki itu.
Herlambang melambaikan tangan memanggil waiters, dan menyampaikan pesanan makan mereka. Cassandra mengambil ponsel, dan tidak lama kemudian gadis itu sudah terpekur mengabaikan keberadaan Herlambang. Di depannya, laki-laki itu terus mencuri pandang gadis di depannya itu, seakan banyak pertanyaan dan perkataan yang disampaikan pada Cassandra,
"Aku harus segera mengatakan perasaanku pada Cassandra, sepertinya untuk saat ini gadis itu belum memiliki keterikatan dengan pihak manapun. Melihat gejala CEO dan wakil CEO PT. Indotrex. Tbk, sepertinya mereka memiliki maksud pada Sandra, aku harus mendahuluinya.." sambil mencuri pandang, sepertinya ada yang ingin dikatakan Herlambang.
"Hmm.. tapi aku akan sabar menunggu, Mungkin, kali ini baiknya kita makan dulu, baru nanti setelah selesai makan, aku harus memberanikan diri untuk berbicara pada Cassandra." Herlambang terus berpikir sendiri.
Tidak lama kemudian, waiters sudah membawa nampan mengantarkan pesanan mereka berdua. Melihat kedatangan pelayan, Cassandra menyimpan ponsel, dan meletakkan di sampingnya. Herlambang tersenyum melihatnya.
"Sepertinya kamu sudah terlihat lapar Sandra.., makanlah dulu. Baru nanti kita bicara.." Herlambang menempatkan makanan yang dipesan gadis itu, dengan mendekatkannya. Tampak Cassandra mengambil gelas lemon tea, kemudian menyesapnya secara perlahan.
"Apa yang kamu pesan mas Herlam..?" melihat tampilan menu yang berbeda, Cassandra dengan kepo bertanya pada laki-laki itu.
"Baby Beef, Creamy Meat.., jika kamu mau, kamu bisa mencoba punyaku Sandra.." Herlambang menyodorkan piringnya pada gadis itu, tetapi gadis itu dengan tegas menolaknya.
Tanpa ragu, Cassandra mengambil sumpit kemudian mengambil sedikit makanan dari piring laki-laki itu, kemudian memasukkan ke bibirnya.
"Mmm.. enak mas, creamy sekali. Tapi milikku juga enak kok, mas Herlam mau mencoba..?" hal yang sama dilakukan Herlambang pada makanan yang dipesan oleh Cassandra.
Orang-orang yang tidak pernah melihat mereka, jika tahu bagaimana terlihat intim apa yang mereka lakukan berdua, mesti akan mengira jika mereka ini merupakan pasangan.
******
"Cobalah pudingnya Sandra.. sangat menyegarkan. Aku sangat suka.." Herlambang memotong kecil puding mango lemon dengan menggunakan garpu kecil, dan mulai memasukkan ke mulutnya.
Merasa penasaran, Cassandra melakukan hal yang sama., Gadis itu mengikuti apa yang dilakukan oleh laki-laki tersebut.
"Mmmm.. benar mas.., sangat menyegarkan., Cocok untuk mereduce kolesterol pada hidangan tadi.." Cassandra turut mengomentari.
Beberapa saat kemudian, Cassandra teringat jika tadi Herlambang ingin mengatakan sesuatu kepadanya. Gadis itu menghentikan aktivitas makannya, kemudian mengambil tissue dan mengusap sekitar mulutnya, kemudian..
"Mas Herlam.. tadi sepertinya mas Herlam akan menyampaikan sesuatu kepaku. Disampaikan sekarang saja mas.., karena Sandra pingin segera pulang ke apartemen, mau lanjut pekerjaan yang lain." gadis itu meminta Herlambang untuk menyampaikan apa yang ingin dikatakannya.
Herlambang terdiam, tiba-tiba saja laki-laki itu merasa jantungnya berdebar keras. Sejenak laki-laki itu merasa kehilangan kata-kata, tidak mampu untuk mengeluarkan suara. Dari depan tempat duduknya, Cassandra mengerutkan kening, merasa heran dengan perubahan yang dialami oleh laki-laki itu.
"Mas.." ucap Cassandra lirih.
"Ya Sandra... mmm.. aku mendengarnya. Aku tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja aku merasa gugup, terasa speechless, beri aku waktu beberapa saat ya.." ucap laki-laki itu akhirnya.
Herlambang mengambil nafas dalam, kemudian mengeluarkannya secara perlahan, di bawah tatapan heran Cassandra. Hingga akhirnya..
"Begini Sandra.. ada hal penting yang akan aku sampaikan kepadamu, mengenai perasaanku. Aku tidak bisa menolak, dan juga tidak bisa melawannya Sandra.. jadi jangan salahkan aku.." Herlambang mengawali kata-katanya dengan perlahan.
"Akupun juga tidak tahu kapan rasa ini ada, kapan rasa ini mulai bersemai, dan akhirnya tumbuh di hatiku Sandra.. Ijinkan aku..." Herlambang berhenti sejenak.
"kring.., kring.." tiba-tiba ponsel Cassandra berbunyi, dan sejenak gadis itu seperti kehilangan fokus pada ucapan yang disampaikan laki-laki itu. Dengan segera Cassandra mengambil ponsel, dan melihat ke layar screen di depannya. Terlihat nama apartemen tempat gadis itu tinggal,..
"Ya.. Sandra disini. Ini siapa." dengan segera tanpa minta ijin pada Herlambang, Cassandra bertanya dengan penelpon.
"Non Sandra.. minta tolong untuk segera kembali ke apartemen ya. Tuan muda membutuhkan bantuan Miss Sandra.. saat ini tuan muda sudah berada di Pent House, dan tadi ketika kami mengantarkan ke atas, tuan muda meminta kami untuk memanggilkan non Sandra.." Cassandra sedikit mengerutkan kening, mendengar perkataan pengawal Andreas Jonathan.
Merasa sebagai tugas seorang sekretaris eksekutif, Cassandra merasa bertanggung jawab terhadap laki-laki. Gadis itu langsung berdiri, kemudian..
"Mas Herlam.. ada hal penting yang harus aku selesaikan saat ini di apartemen. Sandra harus segera kembali sekarang.." tiba-tiba gadis itu mengajak Herlambang baik.
Untungnya tidak ada bantahan dari herlambang, meskipun ada bias kekecewaan berkelebat di wajahnya. Namun laki-laki itu menuruti ajakan Cassandra untuk kembali.
********