
Keesokan Harinya
Andreas Jonathan mengajak putra dan istrinya berjalan-jalan pagi, seakan ingin menebus kesalahannya telah begitu lama meninggalkan mereka. Bahkan untuk memastikan agar Alexander tidak menghubunginya, laki-laki muda itu mematikan ponselnya. Dengan meletakkan tubuh Altezza di lehernya, Andreas Jonathan berjalan keluar dari halaman dengan Cassandra berada di sisinya. Tanpa mereka tahu, ada wajah kecewa dari pavilion yang melihat keakraban dan kemesraan keluarga kecil itu.
“Bagaimana jika kita hari ini menuju ke danau Brienz honey. Danau ini tidak jauh dari tempat kita ini, bukankah kita bisa melihatnya jika berdiri di atas balkon kamar kita. Nanti kitab isa naik kapal komersil untuk melintasi danau, dan juga makan kuliner di sekitar tempat itu..” Ketika Andreas Jonathan berpikir, jika istri dan putranya sudah bosan berkeliling di tenpat itu, laki-laki muda itu mengajak mereka untuk mengunjungi danau yang tidak jauh dari kota ini.
“Benarkah kak Andre, Sandra mau kak.. Masak sudah satu bulanan tinggal di kota ini, baru jalan ke MM Shopping mall saja karena mengajak Altezza bermain di Play Ground. Naik apa kita ke danau itu..” dengan antusias, Cassandra merespon ajakan suaminya.
“Tunggulah sebentar disini honey.. aku akan meminta pengawal untuk mengantarkan kita kesana.” Andreas Jonathan kemudian berjalan meninggalkan istrinya, dan laki-laki itu segera mendatangi ke tempat pengawal berjaga.
Tidak lama kemudian, seorang pengawal berlari menuju ke arah mobil, dan Andreas Jonathan Kembali ke tempat istrinya. Tidak lama kemudian, mobil Jeep sudah datang dan berhenti di samping keluarga kecil itu. Seorang pengawal lainnya berlari dan membukakan pintu untuk mobil. Andreas Jonathan segera membantu istrinya masuk ke dalam mobil, kemudian mendudukkan Altezza di kursi mobil. Setelah keduanya duduk dengan nyaman, barulah laki-laki muda itu masuk ke dalam mobil. Perlahan pengawal membawa mobil keluar dari dalam halaman mansion.
“Kak Andre.. beberapa hari lalu, Sandra menggunakan uang di black card untuk membayar mainan pesawat terbang untuk Altezz kak, Sandra lupa memberi tahu kakak sejak kemarin.” Tiba-tiba tidak diduga, ternyata Cassandra melaporkan penggunaan uang untuk membayar mainan pesawat.
“Honey… kamu ini istriku.., tidak perlulah minta ijin berapapun dan kapanpun kamu ambil uang. Yang penting pengeluaran itu bisa dipertanggung jawabkan, dan dari setiap transaksi yang honey lakukan, ada notifikasi dari pihak bank yang masuk ke ponselku honey. Hanya saja, kenapa honey mentransfer sejumlah uang kepada Edward..” teringat nama orang yang mendapatkan transfer dari istrinya, laki-laki muda itu bertanya.
“Papa… mommy tidak salah papa.. Jangan marahi mommy...” ternyata sejak tadi anak kecil itu bisa memahami pembicaraan antara kedua orang tuanya. Altezza berpikir jika saat ini, papanya sedang marah pada mommy nya.
„Tidak Altezz sayang.., papa tidak marah pada Mommy. Papa hanya bertanya saja pada mommy sayang.., jadi Altezz tidak perlu khawatir..” Cassandra langsung menjelaskan pada Altezza dan memeluk tubuh putranya itu.
„Iya sayang.. tidak mungkin dong, masak papa akan marah pada mommy. Bukankan mommy sudah capai bukan, mengurus Altezz sendirian.” Sambil tersenyum Andreas Jonathan ikut menenangkan hati putranya.
Altezza menatap ke atas, sebentar menatap ke arah mommy nya, dan sebentar ke arah papanya. Pasangan suami istri tersenyum , kemudian keduanya memeluk erat tubuh Altezza secara bersama-sama. Dari arah depan, pengawal yang saat ini menjadi driver tersenyum melihat kebahagiaan keluarga kecil majikannya itu.
********
Danau Brienz
Di halaman parkir, pengawal menghentikan mobil yang dikemudikannya, kemudian dengan sigap membukakan pintu mobil untuk kedua majikannya. Andreas Jonathan segera membantu istrinya turun, sambil menggendong Altezza. Mata perempuan mud aitu tampak berbinar, melihat danau yang sangat bersih dengan sebuah kapal berada di perairan tersebut.
“Benar honey.., itu kapal komersil. Kita tunggu disini sebentar, pengawal sedang membelikan kita tiket untuk masuk ke dalam kapal.” Laki-laki muda itu mengajak putra dan istrinya untuk berdiri menunggu disitu.
"Kapalnya besar mommy.., Altezz ingin naik kesana.." Altezza ikut menunjuk ke arah kapal tersebut.
"Iya.. iya.., sebentar ya tunggu Uncle datang. Uncle pengawal sedang mencarikan tiket untuk kita masuk ke kapal itu.." dengan sabar, Cassandra menenangkan putranya yang ingin segera naik ke atas kapal.
Akhirnya Altezza tampak tenang kembali. Cassandra mengedarkan pandangan ke sekeliling tempat itu. Tampak pegunungan hijau mengelilingi danau yang ada di depan mata Cassandra, dan air dalam danau tersebut sangat tenang dan bersih. Ketenangan air itu seperti mengisyaratkan jika danau itu sangat dalam. Apalagi dengan keberadaan sejenis kapal Feri di atasnya, semakin menjadi bukti jika danau itu memang dalam.
“Ayolah honey.. pengawal itu sudah memberikan isyarat jika sudah mendapatkan tiket kapal. Kita mendekat ke arah kapal saja, sepertinya pengawal sudah mencarikan jalan untuk kita masuk ke dalam,” sambil menggandeng tangan
Cassandra, dan Altezza dalam gendongannya, Andreas Jonathan segera menuju ke antrian masuk kapal.
Pengawal dan dua petugas berseragam memberikan jalan, agar keluarga Andreas Jonathan bisa masuk ke kapal tanpa ada gangguan dari pengunjung lainnya. Mereka seperti mendapatkan pelayanan privielege, dan tidak tercampur dengan pengunjung yang lain. Setelah sampai di kapal, ternyata tempat duduk di depan sendiri, dengan akses melihat pemandangan yang jelas juga sudah tersedia untuk mereka sekeluarga.
"Danau Brienz ini besar sekali ya kak.., ketika kita sudah berada di dalam kapal ini, seperti sedang berjalan menuju ke arah lautan. Apalagi gunung-gunung yang mengelilinginya, sangat memperindah dan menyejukkan mata. Swiss memang negara yang sangat memanjakan mata untuk menikmatinya.." Cassandra menyampaikan rasa kagumnya akan negara ini.
"Benar honey.., dan tingkat kejahatan di negara ini sangat rendah. Hanya saja, memang dibandingkan dengan negara-negara lain di Eropa, standar pengeluaran agak sedikit lebih tinggi bagi wisatawan. Tapi sebanding dengan apa yang kita dapatkan dari kota ini." Andreas Jonathan menjelaskan.
Tampak Altezza sangat menikmati perjalanan wisata ini, anak kecil itu berjalan mendekat ke arah jendela dan melihat air dan beberapa ikan yang tampak terlihat di danau itu. Ada keharuan dalam hati Andreas Jonathan, karena hanya dengan sesuatu yang sepele seperti itu, ternyata bisa membahagiakan istri dan putranya. Laki-laki muda itu merasa, sudah terlalu lama merampas kebahagiaan keluarga kecilnya, dan tidak memberi waktu untuk mereka melakukan perjalanan bersama.
"Honey suka dengan wisata kecil ini.." Andreas Jonathan bertanya pada istrinya. Cassandra tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dan laki-laki muda itu meraih sisi kepala perempuan muda itu kemudian menyandarkan di dadanya.
"Aku akan sering membawamu honey dan Altezz untuk pergi berlibur. Kita akan melakukan perjalanan keliling dunia, jika semua sudah kembali aman." Andreas Jonathan berbisik di telinga istrinya, sambil memberikan kecupan di kepala gadis itu.
********