
Wajah Herlambang dan Miss Cathy keduanya tampak memerah menahan malu, mereka sendiri bingung dengan apa yang telah terjadi pada mereka. Tiba-tiba saja, di tempat kerja mereka tidak bisa menguasai keadaan, dan malah berperilaku mesum di tempat tersebut. Miss Cathy melihat ke arah camera CCTV yang ada di atas meja kerjanya, dan untungnya Herlambang cukup tanggap bagaimana harus bersikap mengatasi sikap impulsive mereka tadi.
"Miss Cathy.. maukan Miss memaafkan sikap kurang ajarku tadi..? Aku juga tidak tahu, kenapa melihat wajah miss Cathy beberapa saat, tiba-tiba muncul hasrat untuk melakukan hal tadi pada Miss. Tapi jujur Miss, ini bukan sikapku sehari-hari. Baru kali ini aku melakukannya, meskipun aku seorang laki-laki." ucap Herlambang dengan suara lirih.
Miss Cathy yang masih berusaha mengendalikan rasa deg-degan dari detak jantungnya, belum bisa berpikir jernih. Sebagai perempuan yang sudah berusia di atas 30 tahun, memang sudah saatnya perempuan itu melakukan hal tadi dengan pasangannya. Namun.. sampai sekarang jangankan suami, seorang pacarpun juga belum dimiliki oleh Miss Cathy. Mendengar pertanyaan yang disampaikan Herlambang, perempuan itu menjadi tergagap.
"Tidak masalah Herlam.. tidak perlu untuk dipermasalahkan lagi. Semuanya sudah terlanjur, dan ini adalah kota Jakarta Herlam.. Mungkin menjadi hal yang biasa bagi orang lain, melakukan apa yang tadi kita lakukan. Jujur.. Herlambang, aku menyukainya.." dengan suara lirih, tidak terduga Miss Cathy bicara seperti itu.
Herlambang kaget dan terhenyak, baru kali ini mendengar keterus terangan dari seorang perempuan terhadapnya. Dua kali, laki-laki itu pernah berusaha menjalin kedekatan dengan seorang gadis termasuk dengan Cassandra. Namun semuanya berakhir musnah, dan tidak ada keberanian pada Herlambang untuk melanjutkan keinginannya ini. Namun kali ini, tanpa sadar dirinya malah berani melakukan tindakan tidak senonoh pada senior perempuan di perusahaan. Pada jam kerja, dan di lingkungan kantor lagi, mereka melakukannya.
"Miss Cathy.. katakan padaku yang sebenarnya. Apakah miss Cathy saat ini sudah terikat hubungan kedekatan dengan laki-laki lain?? Jika iya, aku akan meminta maaf padanya karena tanpa sadar telah melakukan kesalahan pada kekasihnya. Namun jika tidak..," Herlambang menghentikan kata-katanya.
Perempuan itu kaget, dalam hati Miss Cathy berpikir untuk memanfaatkan peluang emas yang ada di hadapannya. Dengan Herlambang, dirinya bisa dengan cepat merubah status dirinya..
"Aku tidak memiliki siapapun Herlambang.. Jadi.., salahkan aku jika kali ini aku meminta pertanggung jawabanmu., Kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang baru saja kita lakukan. Kamu tidak bisa menggantung statusku Herlambang." dengan berani, tiba-tiba Miss Cathy meminta tanggung jawab dari herlambang.
Mendengar keterus terangan perempuan yang ada di depannya itu, Herlambang kembali mendekati miss Cathy kemudian memeluk tubuh perempuan itu dengan erat. Tiba-tiba Herlambang menundukkan wajahnya kembali, dan tanpa kata laki-laki itu kembali memberikan ciuman di bibir Miss Cathy. Keduanya kembali terbuai, dan terlena saling berpagut dan berciuman di sela-sela meja ruang kerja mereka.
"Aku akan bertanggung jawab kepadamu Cathy.. jadilah kekasihku. Maukah kamu.." tiba-tiba Herlambang berbisik lirih di telinga perempuan itu.
"Menikah saat ini juga, akupun mau Herlambang. Jangan permainkan aku, usiaku bukan lagi saatnya untuk berpacaran seperti anak-anak remaja." dengan tegas, Miss Cathy menanggapi kata-kata Herlambang.
Mendengar jawaban dari perempuan itu, Herlambang tambah mempererat pelukannya dan tidak mau melepaskan perempuan itu. Camera CCTV yang sejak tadi merekam perilaku keduanya, diabaikan oleh keduanya. Herlambang sudah memiliki rencana sendiri untuk menghilangkan rekaman tersebut.
**********
Sore Harinya
Altezza menyambut kedatangan papa dan mommy nya di depan pintu masuk. Melihat putra semata wayangnya yang tampak menggemaskan, Andreas Jonathan segera menurunkan tubuhnya kemudian mengangkat Altezza dan menggendong di depan. Tatapan lucu anak laki-laki itu tidak mau memandang wajah papanya, namun malah ingin meminta gendong pada Cassandra.
"Momm... momm..." sambil mengulurkan kedua tangannya, Altezza meminta digendong oleh Cassandra.
Altezza melihat ke arah mommy nya, kemudian juga melihat ke arah papanya. Sepertinya anak kecil itu berpikir, dan Andreas Jonathan memberi isyarat pada istrinya untuk mengikutinya. Perlahan tanpa Altezza sadari, Andreas Jonathan membawa anak kecil itu masuk ke dalam Pant House, kemudian pada akhirnya duduk di atas sofa. Suster pengasuh yang akan mengikuti mereka, diberikan isyarat oleh Cassandra untuk tidak mengikuti mereka.
Cassandra kemudian duduk di sofa mengikuti suami dan putranya. Begitu melihat mommy nya duduk, anak kecil itu kemudian beralih minta turun dan lepas dari gendongan papanya Andreas Jonathan. Dengan senyum kegirangan, akhirnya ALtezza sudah duduk di pangkuan mommy nya Cassandra.
"Nha.. jika dalam posisi duduk seperti ini, mommy boleh mengangkatmu sayang, Tetapi jika dalam posisi berdiri, Altezza tidak boleh merepotkan mommy, karena mommy ini perempuan. Menjadi tugas papa dan juga tugas Altezza untuk menjaga dan melindungi mommy, bukan malah menjadi beban dari mommy.." Andreas Jonathan terus menasehati putranya.
"Siap papa... Altezza akan menjadi pengawal dan penjaga mommy juga papa.." Cassandra membantu putranya menjawab perkataan dari suaminya.
"Iya... ciapp pap.. pappa.." dengan suara yang masih cadel, Altezza menanggapi kata-kata dari papanya.
Pasangan suami istri itu segera bermain dengan putra laki-laki mereka, yang sudah mereka tinggalkan sejak pagi. Untungnya Cassandra juga mendatangkan teacher untuk mengajari anaknya, bagaimana tumbuh kembang untuk mengasah kemampuan kognitif, serta motoriknya. Sehingga dalam usia sekecil itu, Altezza sudah sanbat pintar, dan dengan mudah mengikuti arahan dari orang tuanya.
"Altezz sudah makan belum sore ini.. jika sudah siapa yang menemani Altezz makan sayang.." Cassandra melatih putranya untuk berbicara.
"Dah.. ma ncuss..." jawaban lucu diucapkan anak laki-laki itu.
"Ha.. ha.. ha.., ternyata putra ganteng papa sudah pintar menambah kosa kata. Tapi ini papa dan mommy harus membersihkan tubuh dulu nih. Papa dan mommy baru pulang kerja, masih bau.. Altezz kembali sama suster Rosanna dulu ya, nanti main lagi sama papa dan mommy.." merasa belum bersih, Andreas Jonathan meminta anaknya untuk kembali bersama dengan suster.
Ada bias kecewa dalam tatapan Altezz, namun pasangan suami istri itu memang memutuskan untuk melatih putranya, dan tidak hanya sekedar menuruti apa yang diinginkannya. Tangan Cassandra melambai, memanggil agar suster Rosanna masuk ke dalam untuk membawa Altezza keluar.
"Altezz ganteng sama suster dulu ya, mommy mau mandi dulu sayang. Papa juga, kan papa dan mommy masih bau.." dengan pintar, Cassandra membuat pengalihan.
"Bau.." ucap Altezza dengan nada cadelnya.
Cassandra dan Andreas Jonathan bersamaan menganggukkan kepala mereka, dan suster Rosanna segera membawa anak kecil itu keluar dari dalam ruangan.
*********