
Di Hotel
Andreas Jonathan tanpa senyum menunggu kedatangan istrinya di ruang tengah Pant House yang mereka tempati. Tidak jauh dari laki-laki muda itu, duduk Alexander yang juga dengan cemas menunggu kedatangan istrinya. Untung saja para pengawal yang memberikan pengawalan pada dua perempuan muda itu, mereka sudah memberi tahu jika mereka sudah berada dalam perjalanan kembali ke hotel.
"Alexander... ajar adikku Stevie.., untuk tidak bertindak sembarangan di negara ini. Aku mengijinkan mereka untuk berjalan-jalan, tetapi aku pikir tujuan mereka adalah ke mall, bukan di tempat umum seperti itu. Apalagi aku mendengar kabar, jika mereka berjalan di pinggiran sungai hanya menggunakan dua pengawal bersamanya. Tidak mungkin aku untuk memarahi istriku Cassandra, karena aku yakin jika istriku hanya terpengaruh oleh ajakan Stevie.." dalam diamnya, tiba-tiba Andreas Jonathan bersuara. Tetapi kesalahan dituduhkan laki-laki muda itu pada istri Alexander, yang juga merupakan adik kandung dari laki-laki tersebut.
"Hmm.. coba nanti Stevie saya ajak bicara kak Andre.. Sebenarnya siapa yang mencetuskan ide mereka untuk berjalan di pinggiran sungai. Tetapi menurut saya sih, melihat bagaimana Cassandra di usia mudanya, bisa jadi jiwa berpetualangnya muncul di kota ini. Akhirnya ketemu Stevie, klop sudah deh sehingga mereka kemudian pergi menghilang.." tidak mau jika istrinya menjadi pihak yang disalahkan, ALexander mencoba membela Stevie.
"Mau ide itu dari Cassandra atau dari Stevie, tugasmu adalah memberi tahu Stevie. Tempat umum, apalagi berada di luar ruangan, merupakan tempat yang berbahaya bagi mereka. Jangan berani-berani untuk menggadaikan diri mereka, karena aku memiliki firasat buruk dengan kedatangan kalian berdua di negara ini." tanpa mau tahu, Andreas Jonathan melanjutkan omelannya.
Alexander terdiam, karena hal itu yang ingin dilakukannya. Semakin laki-laki itu banyak bicara, maka kemarahan Andreas Jonathan juga tidak akan berhenti. Untuk menghentikan kata-kata kakak iparnya yang juga tuan mudanya, maka jalan satu-satunya adalah tidak menanggapi perkataannya. Beberapa saat kedua laki-laki muda itu terdiam, tiba-tiba..
"Assalamu alaikum..." tiba-tiba terdengar suara Cassandra di pintu masuk.
"Wa alaikum salam.." mendengar suara istrinya, Andreas Jonathan segera berdiri, kemudian mendatangi istrinya di pintu masuk. Laki-laki muda itu langsung memeluk istrinya..
"kenapa kak Andre.., Sandra masuk dulu dong. Ini kasihan Altezz, mau Sandra tidurkan dulu.." Cassandra yang sedang menggendong Altezza yang tertidur, menghindarkan putranya dari himpitan tubuh papanya.
Mendengar jawaban Cassandra, Andreas Jonathan segera mengambil putranya yang sedang tertidur di gendongan istrinya. Laki-laki muda itu kemudian membawa putranya menuju ke dalam kamar, kemudian menidurkan Altezza di kamarnya. Cassandra segera duduk di sofa, dan Stevie sudah duduk duluan. Tetapi tiba-tiba Alexander sudah berdiri dan menarik tangan Stevie untuk diajaknya masuk ke dalam kamar. Rupanya Alexander tidak mau jika istrinya kena sasaran kemarahan dari kakak kandungnya, makanya membawanya pergi dari tempat itu.
"Kak Alex.. mau dibawa kemana Stevie, dia masih capai. biarkan sejenak untuk beristirahat dulu, baru diajak pergi.." Cassandra yang tidak tahu permasalahan menegur Alexander.
"Ada hal penting yang harus kami urus Sandra, kamu istirahatlah dulu sebentar.. Aku sudah menunggu istriku sejak tadi, jadi aku harus segera menyelesaikannya." tidak mau mendengar kata-kata dari Cassandra, Alexander sudah membawa Stevie pergi dari tempat itu.
Dengan tatapan tidak berdaya, Stevie hanya mengangkat kedua bahunya ke atas, jika sebenarnya dia sendiri juga tidak tahu dengan apa yang dimaksud oleh suaminya.
**********
Armansyah yang sudah sampai di apartemen Arron, segera mengumpulkan semua orang yang berada di apartemen itu untuk berbicara di ruang tengah. Apartemen dengan dua kamar itu, terpaksa dihuni oleh lima orang, karena untuk menghemat pengeluaran mereka di negara Swiss. Tidak lama menunggu, akhirnya ke lima orang itu sudah berkumpul di ruang tengah.
"Ada apa Arman.. untuk apa kamu mengumpulkan kami di tempat ini.. Aku baru saja akan istirahat dengan Sandrina.." Thanom memprotes Armansyah yang sudah mengganggu waktu istirahatnya.
"Tundalah waktu kalian untuk istirahat Thanom. Ada hal penting yang akan aku katakan, dan ini menjadi awal baik bagi pencarian kita di negara ini. Tidak perlu, pusing-pusing atau keluar uang mencari data, aku sudah menemukan sendiri." Armansyah tidak langsung pada pokok permasalahan.
"Segera katakan Arman, jangan berbelit-belitlah.. Kita punya urusan penting masing-masing, kamu ganggu orang mau istirahat saja. Capai semua badanku, kita naik penerbangan klas ekonomi untuk menuju ke negara ini.." Sandrina segera memotong perkataan Armansyah.
"Aku tadi tanpa sengaja bertemu dengan Cassandra dan Stevie sedang berjalan-jalan di sungai limmat. Tapi karena pantauan camera CCTV yang ada dimana-mana, dan dua pengawal cassandra, aku hanya mengikuti mereka untuk mengetahui tempat tinggal mereka di kota ini." Armansyah memulai penjelasan.
"Woww.. informasi yang sangat berbobot ini.. ada dimana mereka tinggal Armand.. secepatnya kita bisa kesana, untuk mengikuti dan menculiknya dari tempat tinggalnya." mendengar berita itu, Thanom antusias mencari tahu.
"Mereka tinggal di Baur Au Lac Hotel, hotel termewah dan termahal di kota ini. Tetapi aku tidak mungkin masuk ke area hotel, dengan menggunakan mobil tua Arron. jadi kita harus menyewa sebuah mobil mewah, agar tidak mencurigakan ketika kita mencari akses di kamar mana, keluarga Andreas Jonathan itu tinggal." Armansyah menyampaikan ide dan gagasannya.
"Urusan yang mudah, serahkan semua urusan itu kepadaku. Kapan kita mulai mencari informasi, apakah hari ini.." Arron menyambut baik gagasan Armansyah.
"Mungkin ada baiknya, untuk hari ini kita istirahat dulu di apartemen. Mengingat baru tadi pagi, kita sampai di kota ini. Besok pagi, kita akan datang ke Baur Au Lac Hotel untuk mendapatkan informasi tentang keluarga itu.." Thanom memiliki ide sendiri.
"Itu juga bagus, bagaimana kak Arman.., apakah kakak setuju jika kita istirahat dulu. Lihatlah Jennifer, sejak tadi mata gadis itu tidak mau membuka, kita bicara saja malah seperti menina bobokkan gadis itu.." Sandrina menyetujui usulan suaminya.
"Terserah kalian sajalah, yang penting aku sudah memberikan informasi.. Jika begitu, aku akan istirahat dulu untuk mengistirahatkan mataku juga.. Oh iya, Arron aku lupa membawanya turun. Di kursi belakang, dalam paper bag aku membawakan kalian beberapa burger, hanya itu yang bisa aku dapatkan tadi..": karena semua sepakat untuk memulai hari esok dalam melakukan pencarian, akhirnya Armansyah merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya langsung.
Melihat hal itu, Arron hanya geleng-geleng kepala. Laki-laki muda itu kemudian berjalan keluar untuk mengambil burger yang sudah dibeli oleh Armansyah. Sandrina yang sudah mengantuk, menarik tangan Jennifer untuk mengajaknya tidur dalam satu kamar. Thanom hanya melongo melihat istrinya malah berjalan meninggalkannya terlebih dahulu.
**********