CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 219 Pernikahan Kembali



Tanpa disadari, air mata perlahan menggenangi kelopak mata Sheilla dan lama kemudian bergulir mengalir ke bawah. Dengan menggunakan jari-jari tangannya, Wijaya menghapus air mata di pipi nyonya Sheilla dan keduanya kembali bertatapan. Maid yang bekerja di rumah Sheilla selain Clara, berhenti dan kembali ke belakang, melihat adegan romantis antara dua orang yang sudah tidak lagi berusia muda itu. Meskipun sudah berumur, ternyata Wijaya bisa memperlakukan Nyonya Sheilla, seperti anak muda memperlakukan gadis yang sedang diincarnya.


"Bagaimana Sheilla.., jika kamu menerimaku, saat ini juga kita akan mengurus dan melegalkan pernikahan kita. Tidak perlu berpikir lagi Sheilla, mari kita lakukan pernikahan kembali. kemudian kita akan pergi ke Swiss, kita tengok cucu kita Altezza. Stevie sudah mengirim kabar padaku, saat ini dia dan suaminya Alexander juga sedang bersama dengan kakak kandung dan iparnya di negara itu. Meskipun Andreas Jonathan keberatan, tetapi Cassandra menerima mereka dengan hati senang.." menggunakan alasan putra putrinya, Wijaya kembali bertanya pada perempuan di depannya itu.


Nyonya Sheilla tidak kuat menatap sorot dari laki-laki tua itu, dan perempuan paruh baya itu akan mengalihkan pandangannya. Namun lagi-lagi WIjaya menahannya agar tatapan mata keduanya terus saling bertatapan.


"Aku tidak ingin mendengar penolakan darimu lagi Sheilla.. percayalah kepadaku." Wijaya kembali menegaskan perasaannya. Nyonya Sheilla mengambil nafas panjang, kemudian....


"Wijaya..., jujur aku masih trauma dengan masa lalu Wijaya.. Aku melalui dua kehidupan yang berbeda, dari dua pernikahan yang pernah aku lakukan. Tanpa aku berceritapun, aku yakin kamu bisa mengetahui, ataupun kamu menebak-nebak sendiri. Tetapi untuk mendapatkan status untuk putriku Stevie kala itu, maka pernikahan dengan Armansyah merupakan caraku satu-satunya. Akhirnya bukannya kebahagiaan yang kami dapatkan, melainkan eksploitasi. Aku berusaha menahannya sendiri, yang penting Stevie bisa menegakkan diri, karena sama dengan teman-temannya yang lain, yaitu memiliki seorang papa.." perempuan paruh baya itu tersenyum kecut, meskipun tidak bisa dipungkiri ada rasa sakit terlihat dari pandangan matanya.


Laki-laki tua itu kaget dengan kata-kata yang diucapkan oleh Nyonya Sheilla, seketika WIjaya merasa sangat bersalah. laki-laki itu berpikir, jika karena keegoisan dan tidak mampu berpikirnya kala itu, akhirnya menyengsarakan mantan istri dan putrinya. Tanpa permisi, Wijaya ke depan dan memeluk mantan istrinya itu dengan erat. Ada rasa penyesalan yang sangat dalam, dan beberapa saat Nyonya Sheilla juga membiarkan laki-laki itu  berada dalam pelukannya.


"Lupakan kejadian buruk itu Sheilla, kita akan memperbaiki kembali hubungan kita yang sudah rusak. Aku janji Sheilla, sampai kapanpun tidak akan ada yang bisa menyakitimu lagi, aku berjanji. Menikahlah kembali denganku, dan kita akan nikmati masa tua kita kembali secara bersama-sama.." tidak pernah menyerah, Wijaya terus mempengaruhi Sheilla untuk bisa kembali menjadi istrinya.


Sheilla kembali menatap wajah laki-laki yang sudah melepaskan pelukannya itu, dan perempuan itu bisa melihat ada kesungguhan dalam tatapan mata itu. Tidak tahu kenapa, tiba-tiba saja seperti ada yang menggerakkan kepala Nyonya Sheilla. Perlahan perempuan paruh baya itu tiba-tiba menganggukkan kepala, sebagai isyarat jika Sheilla menyetujui ajakan dari Wijaya. Melihat hal itu, Wijaya seperti tidak percaya, dan laki-laki itu kembali memeluk perempuan di depannya itu dengan erat. Tampak air mata yang tidak disadari menetes dari sudut mata laki-laki itu.


**********


Beberapa Saat Kemudian


Dengan ditemani dua maid perempuan, dan dua pengawal laki-laki muda yang bekerja di rumah Sheilla dan Wijaya, dua orang dewasa itu datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk melangsungkan pernikahan. Fungsi  Konsuler di KBRI, dapat melaksanakan acara pernikahan, apabila kedua calon pengantin berkewarganegaraan Indonesia, dan juga beragama Islam. Sebenarnya Wijaya juga memiliki kebangsaan Amerika, sedangkan Stevie berkebangsaan SIngapura. Namun.. karena mereka ragu jika menikah di catatan sipil, akhirnya dengan kekuasaanya, fungsi konsuler KBRI mau menikahkan pasangan dewasa itu.


"Sheilla Damaynati.., apakah sudah yakin untuk kembali melakukan pernikahan dengan Wijaya Hermawan. Berdasarkan cerita, kalian berdua pernah menjadi pasangan suami istri di masa lalu.." sebelum penghulu itu menikahkan mereka berdua, sepertinya penghulu kembali menanyakan keseriusan nyonya Sheilla.


"Baik... kemudian tuan Wijaya Hermawan.., hal yang sama juga perlu saya konfirmasi kembali. Apakah serius, dan tidak akan mempermainkan kembali pernikahan di antara kalian berdua nantinya.." tuan Wijaya pun juga mendapatkan pertanyaan yang secara substansi sama isinya. Setelah menjawab pertanyaan penghulu, Wijaya melihat ke mata Sheilla, dan tersenyum kepada perempuan paruh baya itu.


Penghulu tersenyum, kemudian berbicara dalam bahasa Inggris dengan dua orang yang sejak tadi melayaninya. Tampak berkas-berkas, dan juga surat-surat sudah disiapkan oleh dua orang yang melayaninya, kemudian diletakkan di depan dua orang calon pengantin itu.


"Baiklah.. karena kita semua sudah mendengarkan, kesepakatan dan keseriusan, dari Saudara Sheilla Damayanti dan juga dari Wijaya Hermawan. Untuk itu, acara pernikahan untuk kembali menyatukan pasangan ini dalam kehidupan pernikahan akan kita mulai." penghulu kemudian segera menyiapkan segala sesuatunya.


Acara pernikahan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh penghulu. Dan tidak sampai sepuluh menit kemudian, pernikahan kembali antara Nyonya Sheilla dan tuan Wijaya sudah kembali terjadi. Dengan lancar, ijab qabul antara keduanya segera kembali terbaca dengan lancar.


"Sudah kita dengarkan ijab qabul dari pasangan pengantin ini, apakah SAH..?" di akhir pembacaan ijab qabul, penghulu menanyakan tentang sah tidaknya pernikahan antara dua orang itu.


"SAH.." semua yang berada dalam ruangan itu, mengucapkan satu kata.


"Baiklah.. saudara Sheilla Damayanti, Wijaya Hermawan... pernikahan anda berdua sudah dinyatakan SAH. Jadi, mulai beberapa detik yang lalu, kalian sudah kembali menjadi pasangan suami istri, yang kita harapkan sampai akhir hayatlah yang akan memisahkan kalian berdua," penghulu menyatakan jika pasangan di depannya itu sudah menjadi pasangan suami istri itu kembali. Dan laki-laki itu kemudian menyampaikan kajian singkat, yang mengingatkan kembali tentang hubungan suami istri, dan tanggung jawab yang akan mereka tanggung sebagai konsekuensi dari pernikahan itu.


"Sheilla.. akhirnya kamu kembali menjadi istriku sayang.." dengan penuh keharuan, Wijaya berbicara lirih pada perempuan yang baru saja dinikahinya itu. Perlahan Sheilla menganggukkan kepalanya merasa malu,


Di depan penghulu, dan beberapa orang yang menjadi saksi dan wali pernikahan keduanya, Tuan Wijaya menundukkan kepala, dan memberikan ciuman di bibir Sheilla yang sudah menjadi istrinya itu. Seakan entah malu, atau memberikan kesempatan pada pasangan suami istri itu, penghulu berdiri dan meninggalkan mereka berdua.


*********