CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 233 Di Kantor Polisi



Stevie langsung membuka pintu mobil, dan berlari ke arah polisi yang menghadangnya. Demikian juga dengan sopir, laki-laki itu segera menjelaskan apa yang terjadi pada polisi tersebut, untuk menghindarkan diri dari denda. Laki-laki itu menjelaskan alasan kenapa mereka memutuskan untuk melawan arus lalu lintas, sehingga menimbulkan kekacauan di jalan raya.


“Apakah kalian berdua tahu, dimana letak kesalahan kalian. Kelakuan kalian bisa membahayakan pengemudi yang lain, ikut kami ke kantor polisi.” Dengan tegas, petugas polisi memerintah pada Stevie dan sopirnya,


„Baik pak.. tetapi kami terpaksa melakukannya, karena kami sedang dalam pengejaran. Ada mobil di belakang kami yang kemudian melaju, dan berhenti di depan kami. Sepertinya mereka ingin berbuat jahat pada kami..” sopir menjelaskan apa yang terjadi pada mereka.


„Jelaskan di kantor, kita akan memeriksa rekaman CCTV, apakah yang kalian ceritakan tadi merupakan kebenaran. Kalian tidak berbohong pada kami..” dengan cepat, polisi meminta mereka untuk menjelaskan di kantor polisi.


Sopir melihat ke arah Stevie, karena merasa bersalah tidak dapat mengantarkan perempuan itu dengan cepat ke bandara. Tapi mengingat keberadaan papa yang mengasuhnya sejak kecil ada di sekitar mereka, Stevie menganggukkan kepala, untuk memberi perintah pada sopir itu untuk mengikuti polisi ke kantor polisi.


“John… ambil alih mobil target. Perempuan ini biar masuk ke mobil polisi, jika apa yang mereka ceritakan tadi bukan merupakan kebohongan, maka mereka akan merasa lebih tenang. Sedangkan sopirnya bisa ikut kalian di dalam mobil itu..” tampak polisi yang berada di dekat Stevie memberi perintah pada teman polisinya.


„Siap laksanakan..” polisi itu kemudian berjalan menuju mobil yang dibawa dari mansion Andreas Jonathan.


Tanpa membantah, Stevie segera mengikuti polisi yang berada di dekatnya, kemudian Ketika polisi itu membuka mobil, gadis muda itu segera masuk ke dalam,. Tidak lama kemudian, kedua mobil itu segera meninggalkan tempat itu. Sesampainya di dalam mobil, Stevie mengambil nafas lega. Gadis muda itu kemudian menyandarkan punggungnya di kursi mobil.


“Akan kemana tujuan kamu gadis..” dari depan kemudi, polisi bertanya pada Stevie.


„Ke arah bandara Zurich pak, mau terbang ke Canada dengan penerbangan pertama besok pagi. Rencana mau menginap di capsule hotel yang ada di bandara, tetapi malah ada insiden di tengah jalan..” Stevie menjelaskan.


“Tidak perlu khawatir, dan mohon maaf juga. Kami tidak bisa mempercayai informasi yang kami berikan, sampaikan penjelasanmu nanti di kantor polisi. Jika memang ada orang yang sedang melakukan pengejaran padamu, biarlah nanti akan kami selidiki lewat rekaman CCTV. Kamu berada di tangan yang benar..” ternyata polisi tidak mau panjang mendengarkan.


Mobil polisi itu, dengan diikuti mobil Andreas Jonathan yang dikemudikan petugas kepolisian segera melaju menyusuri jalanan. Tidak lama kemudian, sebuah bangunan di pinggir jalan terlihat tidak jauh dan terlihat dari dalam mobil. Polisi itu segera mengarahkan mobil ke bangunan itu, dan ternyata bangunan itu merupakan kantor polisi. Setelah sampai di depan bangunan, polisi menghentikan mobil, dan tidak lama kemudian polisi itu menoleh ke arah Stevie.


“Turunlah dulu, kita sudah sampai di tempat tujuan. Jelaskan apa yang kamu katakan tadi di dalam..” dengan nada tegas, polisi memberi perintah.


Tanpa membantah, Stevie segera membuka pintu mobil kemudian gadis itu keluar dari dalam mobil. Melihat polisi yang membawanya, masuk ke dalam bangunan itu, Stevie mengikuti di belakangnya. Tidak lama kemudian, sopir juga mengikuti gadis mud aitu masuk ke dalam.


********


Di Mansion


“Alex…, sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada mobil yang dibawa Stevie.. Kita akan telusuri jalan yang digunakan oleh mobil tersebut, karena untuk beberapa saat sepertinya mobil berhenti di suatu tempat. Kita gunakan helicopter saja, agar cepat menuju ke lokasi, karena waktu juga sudah menunjukkan malam hari..” Andreas Jonathan segera memberi arahan pada adik iparnya itu.


“Baik kak… kita segera menuju ke hanggar..” Alexander segera berdiri, dan segera mengikuti kakak iparnya itu untuk meninggalkan mansion tersebut.


Baru dua anak muda itu berjalan, tiba-tiba mereka berpapasan dengan tuan Wijaya. Tampak laki-laki tua itu terlihat gusar, dan sudah mengenakan jaket tebal siap untuk meninggalkan mansion.


“Apakah kalian berdua akan mencari Stevie.. aku akan ikut bersama dengan kalian..?” terdengar pertanyaan dari laki-laki tua itu.


„Papa... cukup Andre dengan Alex saja pa yang menjemput pulang Stevie.. Papa di rumah menjaga mama, Sandra dan juga Birendra. Tidak bagus bukan, kita terfokus untuk Stevie.. tetapi tidak ada yang menjaga mereka..” menggunakan alasan keluarga yang lain, Andreas Jonathan berusaha menghentikan papanya.


Tuan Wijaya terdiam sebentar, tetapi laki-laki tua itu akhirnya mengambil nafas. Laki-laki tua itu seperti mempertimbangkan semuanya, dan sepertinya sudah bisa menguasai Kembali perasaannya.


“baiklah.. papa akan di rumah menjaga istri dan mamamu..” ucap tuan Wijaya akhirnya,


Alexander dan Andreas Jonathan segera keluar dari mansion, lewat pintu belakang. Begitu pintu belakang dibuka, terlihat sebuah hanggar dengan helicopter di atasnya.


“Saya saja yang menerbangkannya kak..” Alexander segera membuka pintu helicopter, kemudian melompat masuk ke dalamnya. Andreas Jonathan mengikuti adik iparnya, laki-laki itu segera masuk ke dalamnya.


Tidak lama kemudian, helicopter mulai dinyalakan dan kemudian mengudara membelah malam di atas mansion. Menggunakan arah google map yang menunjukkan keberadaan mobil  Andreas Jonathan, Alexander segera mengarahkan navigasi helicopter ke tempat tersebut. Kedua laki-laki itu terdiam, dan mengamati lampu-lampu yang terlihat seperti hiasan di bawah mereka.


“Sepertinya titik lokasi ada di pinggir jalan besar itu Alex.., itu police office. Arahkan helicopter kesana, halaman kantor polisi itu cukup untuk kita mendaratkan helikopter ini..” Andreas Jonathan menunjuk ke bawah.


„Siap kak...” Alexander kemudian melakukan pengaturan arah turun helicopter tersebut. Ternyata tidak sampai satu jam perjalanan, mereka bisa menemukan tempat yang ditunjukkan oleh Google maps sebagai target pencarian mereka,


Di depan kantor polisi, terlihat mobil Andreas Jonathan diparkir di sana. Dan di belakang mobil tersebut, masih ada tempat yang cukup luas. Tanpa banyak bicara, Alexander segera menurunkan helicopter di halaman tersebut. Suaar gemuruh dari helicopter tampak menaruh perhatian dari orang-orang yang berada di dalam kantor polisi. Beberapa orang terlihat berlari keluar, dan mendekat kea rah helicopter yang sudah berhenti di halaman kantor polisi tersebut.


“Kedatangan kita ternyata menarik perhatian para polisi Alex... kita harus segera keluar. Mereka terlihat mencurigai kita..” Andreas Jonathan segera mengajak Alexander turun dari helicopter. Laki-laki itu mendahului adik iparnya, karena langsung melompat turun dari dalam helicopter tersebut.


**********