
Dokter mendampingi perawat memegangi bayi Amdreas Jonathan dan Cassandra, kemudian meletakkan di dada Cassandra karena proses kelahiran dengan Caesar. Perawat memberikan selimut diatas bayi mungil tersebut, kemudian diberikan bau cairan amnion pada tangan bayi Tidak lama kemudian, bibir bayi mungil itu bergerak-gerak dan mencari dan menemukan pu**ting Cassandra yang memiliki bau yang sama. Tidak lama kemudian, bayi itu mulai menyusu dengan lahapnya, dan semua terjadi secara alami. Andreas Jonathan terharu melihat gerakan sederhana itu, dan tanpa sadar air mata menetes melalui sudut matanya.
"Alex.., kita bicara di luar ruangan..!" tuan besar Wijaya mengajak Alexander keluar dari ruang perawatan.
Alexander yang juga merasa bukan kepentingan untuk ikut menunggui proses itu, segera keluar mengikuti tuan besar Wijaya. Sedangkan Andreas Jonathan berjalan mendekat ke pinggir ranjang, kemudian ikut memegangi bayi mungil itu dengan rasa kasih sayang yang dalam. Dokter dan perawat bergeser, memberikan ruang untuk laki-laki tampan itu. Melihat keberadaan tuan mudanya yang berdiri disamping, dan melihatnya dalam posisi tidak mengenakan penutup dada dengan bayi mungil di atas dadanya, Cassandra merasa malu. Namun.. tidak diduga, tangan Andreas Jonathan mengusap rambut gadis itu kemudian merapikannya.
"Nyonya Cassandra... putranya sudah sangat pintar menyusu sendiri. Lihatlah, biasanya waktu lama untuk menyesuaikan diri pada proses IMD. Tapi bayi ini sangat lucu dan sangat pintar, dia segera bisa beradaptasi.." dokter memuji bayi yang masih menyusu itu.
Cassandra ikut tersenyum sambil memandang bayi yang masih ada di atas dadanya. Rasa haru memenuhi rongga dadanya, dan tanpa sadar air mata kembali memenuhi kelopak matanya. Dengan sigap, Andreas Jonathan mengambil tissue kemudian perlahan mengucap air mata itu. Tidak diduga, laki-laki muda itu menundukkan wajahnya, kemudian mencium kelopak mata gadis muda itu. Cassandra merasa kaget, tetapi tidak bisa melakukan apapun, dengan bayi yang masih menyusu kepadanya. Wajahnya sudah sangat marah, entah menggambarkan rasa malu atau marah.
"Baiklah... yang penting colostrum sudah diminum oleh adik bayi. Sekarang bayinya akan kita bersihkan, dan agar istirahat. Nyonya dan tuan muda biar juga bisa saling menguatkan.." dokter menggoda Andreas Jonathan dan Cassandra. Perawat dengan sigap mengambil bayi dari dada Cassandra, dan membawanya kembali keluar ruangan.
Beberapa saat setelah dokter dan perawat keluar dari dalam ruangan, Andreas Jonathan kembali mendekati Cassandra kemudian menggenggam tangan gadis itu.
"Honey.. apakah kamu sudah merasa cukup kuat, kalau sudah.., aku antar ke kamar mandi untuk membersihkan diri?" dengan suara lembut, Andreas Jonathan bertanya pada gadis itu.
Cassandra merasa bingung dengan sikap perhatian laki-laki di depannya itu. Tuan muda yang biasanya sangat jarang mau skin touch dengan orang lain, saat ini dengan kepasrahan sejak tadi selalu menyentuh tubuhnya yang dalam keadaan kotor itu. Tetapi bayangan kejadian malam itu masih tercetak jelas dalam pikiran Cassandra, bagaimana laki-laki itu memaksanya tanpa mempedulikan penolakannya. Kembali air mata menggenang.
"Baiklah.. aku akan memanggil perawat untuk membersihkan dan meriasmu sedikit honey. Sebantar lagi mama Dhiny akan tiba di rumah sakit ini, jadi bersiaplah. Jangan kecewakan mama, kasihan.." setelah mengusap kembali rambut gadis muda itu, Andreas Jonathan kembali duduk di sofa. Tidak lama kemudian, dua orang perawat masuk ke dalam kamar perawatan dan langsung mendatangi Cassandra.
"Nyonya.. karena nyonya baru saja beberapa jam lalu menjalani caesar, untuk sementara jangan mandi dulu ya. Kami akan membersihkan tubuh nyonyas Cassandra sebentar.. " dengan ramah, kedua perawat itu minta ijin untuk membersihkan gadis itu.
Hanya anggukan kepala dan senyum kecut yang bisa dilakukan Cassandra.
*******
Beberapa saat kemudian, tubuh Cassandra sudah selesai dibersihkan. Pakaian yang dikenakannya juga sudah bersih dan harum, serta berwarna pink tetapi didominasi warna putih. Gadis muda itu mengerutkan dahi karena merasa tidak memiliki baju itu, namun dengan posisinya saat ini, Cassandra memutuskan untuk diam. Salah satu perawat itu juga merias wajahnya, dan juga merapikan rambutnya. Tidak lama kemudian, Cassandra sudah berubah menjadi sangat cantik, dan Andreas Jonathan sampai tidak mau berkedip menatapnya.
"Tuan muda.. jangan bertindak seperti itu tuan muda... Saya tidak layak.." dengan air mata berlinang, Cassandra menolak permohonan itu.
"Apakah honey akan mengecewakan hati mama Dhiny, yang sudah dalam perjalanan kemari. Aku ingin, ketika mama disini, kita sudah resmi menjadi pasangan suami istri, dan putra kita memiliki keluarga yang lengkap. Please honey.. please forgive me.." Andreas Jonathan kembali memohon. Tetapi Cassandra masih tetap terdiam.
Tiba-tiba pintu kamar dibuka dari luar, terlihat tuan Wijaya masuk dengan senyum lembut di bibirnya. Laki-laki tua itu turut mendatangi Cassandra di atas pembaringannya.
"Cassandra.. sebagai papa Andreas Jonathan, aku melamarmu untuk putraku nak.. Maafkanlah putraku.., aku menerimamu sebagai menantuku, menantu Wijaya. Aku memohon padamu...!" tidak diduga, ternyata laki-laki tua itu juga memohon untuk putranya.
Dalam hati, Cassandra merasa jatuh hati dan penuh keharuan melihat sikap orang tua itu. Beberapa saat perempuan itu memikirkan kehidupannya di masa mendatang, dan terutama membayangkan bayinya yang akan mendapatkan bully an dari teman-temannya jika tidak memiliki orang tua lengkap.
"Bagaimana Sandra.. apakah kamu bersedia untuk menjadi istri dari putraku nak...?" kembali tuan Wijaya bertanya pada gadis itu.
Melihat keseriusan sikap laki-laki tua itu, dan juga sikap Andreas Jonathan yang terus memohonnya, tanpa sadar Cassandra menganggukkan kepalanya. Kebahagiaan tampak terlihat di wajah dua laki-laki itu, dan tidak lama kemudian Alexander kembali masuk ke dalam ruang perawatan. Tetapi di belakang alki-laki itu, ada dua laki-laki asing yang ternyata dari KUA wilayah setempat.
"Tuan besar.., tuan muda..., apa maksudnya ini? Siapa mereka.." dengan suara tercekat, Cassandra menanyakan dua orang yang datang bersama dengan Alexander itu.
Laki-laki tua itu tersenyum lembut, kemudian lebih mendekat ke tubuh gadis muda yang masih terlihat lemah itu.
"Panggil aku dengan panggilan papa nak.., jangan tuan besar. Mereka berdua adalah petugas KUA yang sudah didatangkan oleh Alexander untuk menikahkan dan membuat hubunganmu dengan putraku Andreas Jonathan menjadi sah di mata agama dan juga pemerintah. Lakukan putriku, sebelum mamamu sampai ke tempat ini, sehingga kelahiran cucuku tidak mengacaukan perasaan mamamu." dengan suara perlahan, Tuan besar Wijaya menjelaskan kepada gadis muda itu.
Kembali cassandra menangis, tetapi dengan cepat Andreas Jonathan mengusap air mata. Sejenak laki-laki muda membiarkan Cassandra dalam keharuan.
**********