
Cassandra dengan wajah tegang tampak menunggu kedatangan dua ART itu, dan perempuan itu merasa yakin ada penyebab penyakit yang saat ini dirasakan oleh papa mertuanya. Karena secara logika, apa yang dimakan satu keluarga di rumah ini adalah sama. Tidak ada menu yang lain, tetapi papa mertuanya bisa masuk ke dalam rumah sakit. Berarti ada sesuatu yang membedakan, sehingga berdampak pada kesehatan papanya.
"Nona muda.. ini tas kresek yang diberikan tuan besar pada kami nona muda.. Jujur nona muda, ketika kami memasukkan ramuan yang kata tuan besar itu wedang uwuh ke dalam gelas, kami juga sudah tanda tanya. Tetapi karena tuan besar mengatakan jika, itu adalah wedang uwuh yang akan bermanfaat untuk kesehatan, akhirnya kami tetap menyeduhkan dan menyajikannya pada tuan besar nona muda.." ART itu tampak ketakutan,
"Aku tidak akan menyalahkan kalian berdua, diamlah dulu. Jangan katakan apapun pada yang lain, agar ombaknya tidak jauh menepi. Aku akan mengatakan pada tuan muda sebenarnya, dan akan mencari tahu dari mana ramuan dalam tas kresek putih ini berasal. Ingat kata-kataku, jangan bermain asumsi. Sudah malam dan waktunya kembali beristirahat. Kembalilah ke kamar, dan jaga pertemuan dan pembicaraan kita malam ini." ucap Cassandra, kemudian mengambil tas kresek itu dan membawanya ke dalam kamar.
"Baik nona muda, terima kasih pengertiannya.." kedua ART itu segera bergegas pergi dari ruangan tengah itu. Mereka segera beristirahat melanjutkan tidur mereka.
Cassandra duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya, mencoba menunggu suaminya ANdreas Jonathan kembali pulang, atau paling tidak melakukan panggilan kepadanya, Gadis itu melirik tas kresek putih di atas meja, dan berusaha mengalihkan pandangannya dari kresek itu. Tetapi tidak tahu, semakin Cassandra mencoba untuk mengalihkan, malah matanya terus memandang ke arah kresek itu. Tiba-tiba..
"Serrr.." bulu kuduk Cassandra tiba-tiba berdiri. Gadis itu seperti merasakan ada yang meniup tengkuknya, tetapi Cassandra kemudian mengambil nafas panjang.
"Aku mungkin hanya merasa paranoid saja.." ucap Cassandra mencoba memberikan kekuatan pada dirinya sendiri.,
"Kring.., kring..." tiba-tiba ponsel Cassandra berdering.
Gadis itu segera bergegas mengambil ponselnya, dan terlihat nama Daddy Altezz di layar ponselnya. Kemudian Cassandra segera menerima panggilan tersebut.
"Assalamu alaikum.. bagaimana papa kak..?" dengan panik, Cassandra langsung bertanya tentang keadaan tuan Wijaya.
"Wa alaikum salam.., papa untuk sementara harus rawat inap di rumah sakit honey. Rahasiakan hal ini dari mama juga, untuk malam ini aku akan menemani papa di rumah sakit. Sebentar lagi, Alexander akan meluncur ke rumah, saat ini sedang dalam perjalanan ke PIK II. Katakan pada Alex.., jika ada apa-apa yang terjadi, atau kamu butuhkan." ternyata panggilan Andreas Jonathan untuk memberinya informasi jika papanya opname di rumah sakit.
"Iya kak... besok pagi, jika Altezz sudah mandi, Sandra akan menyusul ke rumah sakit. Apa boleh Sandra meminta kak Alex untuk mengantarnya..?" tidak mau ada kesalah pahaman, Cassandra minta ijin untuk pergi ke rumah sakit bersama Alexander.
Andreas Jonathan terdiam sebentar, tetapi setelah beberapa saat, akhirnya...
"Pergilah sama Alex... tapi ingat jangan bertindak macam-macam dengan wakilku di perusahaan. Ingat Sandra.. kamu sudah menikah denganku, dan sudah menjadi mommy dari Altezza." dalam hati Cassandra ingin tertawa mendengar perkataan cemburu yang diucapkan oleh suaminya,
"Iya kak... tidak segitunya kali.." sahut Cassandra sambil tersenyum.
"Apa itu, seperti bunga melati.. setahuku wedang uwuh itu tidak ada kandungan bunga melatinya. Hanya daun kayu manis, secang, jahe, dan berbagai rempah lainnya. Ini bukan wedang uwuh.." sambil berpikir dan mengerutkan dahi, Cassandra mengambil sejumput ramuan itu dari dalam tas kresek, kemudian membawanya keluar.
"Sangat mengerikan.. apa ini.." sekuat tenaga, Cassandra melemparkan sejumput bunga yang sudah ada di tangannya.
Dari agak jauh, Cassandra melihat ada potongan lembut daun hijau, mungkin daun pandan. Bunga putih kering yang dikiranya tadi adalah bunga melati, ternyata adalah bunga kantil yang sudah dikeringkan, dan juga beberapa bunga mawar. Melihat penampakan bunga itu, yang tidak asing bagi dirinya karena tinggal dan besar di Yogyakarta, tubuh Cassandra mendadak merasa bergetar ketakutan. Tanpa melihat ke kanan dan ke kiri, hawa dan aura horor tampak menyelimuti kamar tempat beradanya saat ini.
Tiba-tiba saja melihat bunga dan daun kering dengan sedikit tanah tercecer di atas meja, mendadak Cassandra merasa ketakutan. Gadis itu tidak lagi melihat ke kanan dan ke kiri, namun bergegas berlari menuju ke arah pintu untuk menuju ke kamar Altezza. Memeluk ALtezza akan bisa mengurangi rasa takutnya. Namun baru sampai di luar pintu, Cassandra terkejut melihat laki-laki tinggi besar berdiri di ruang tengah, padahal tadi Andreas Jonathan mengatakan jika dia tidak pulang malam ini. Tubuh Cassandra semakin menggigil, dan menggunakan kedua telapak tangan untuk menutupi wajahnya.
"Nona muda... nona muda.. apa yang terjadi..?" tiba-tiba terdengar suara Alexander bertanya pada Cassandra.
Mendengar suara laki-laki itu, Cassandra merasa menemukan jalan keluar, tanpa berpikir panjang perempuan itu segera menghambur ke tubuh Alexander dan memeluknya erat karena ketakutan.
"Hei... hei.. nona muda lepaskan. Nanti saya bisa di shoot tuan muda, jika tahu nona muda bersikap seperti ini pada saya." Alexander berteriak mencoba mengingatkan Cassandra.
Untungnya Cassandra segera tersadarkan akan tindakannya. Dengan wajah malu, perempuan muda itu melepaskan pelukannya pada tubuh Alexander.
"Tenanglah nona.. ceritakan padaku. Apa yang kamu katakan, dan membuatmu panik seperti ini.." ALexander mencoba menenangkan perempuan muda itu.
Cassandra langsung menceritakan apa yang ditemukan dalam tas kresek, dan isi dalam tas kresek itu yang menyebabkan papa mertuanya masuk ke dalam rumah sakit. Alexander terdiam sebentar, kemudian laki-laki itu mengambil nafas panjang, kemudian menoleh ke belakang melihat pada pengawal yang membersamainya ke mansion ini.
"Ikuti aku.. kita akan melakukan pemeriksaan di kamar nona muda.. Tapi tutup mulut kalian, jika nanti apa yang kita temukan bocor, aku akan menghajar bahkan tidak segan untuk memenggal kepalamu.." ucap Alexander, dengan nada penuh ancaman.
"Siap tuan muda.." tiga orang pengawal segera melangkahkan kaki mengikuti ALexander yang mulai membuka pintu kamar yang ditempati Andreas Jonathan dan Cassandra. Karena sebagai penunjuk arah, Cassandra mengikuti Alexander di belakangnya.
**********