CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 121 Mewarisi Sifat Papa



Andreas Jonathan terperangah mendengar kata-kata istrinya, laki-laki muda itu baru teringat tujuan mereka untuk bertemu  dengan Mr. Smith. Terlihat Alexander tersenyum sambil menutup bibirnya, dan berpikir ternyata hanya Cassandra yang bisa dan berani menyela perkataan suaminya. Selama ini, sudah puluhan tahun mendampingi tuan mudanya sejak mereka masih muda, tidak ada keberanian baginya untuk menyela perkataan Andreas Jonathan. Tapi kali ini, di depan mata dan juga orang yang ingin ditemuinya, Cassandra dengan santai menyatakan keperluannya.


"Oh ya.. benar yang dikatakan istri saya Mr. Smith. Ada beberapa hal yang ingin kita mintakan konfirmasi pada Mr. Smith.." akhirnya Andreas mengulang kembali perkataan istrinya.


"Hmm.. terkait kepemilikan salah satu ruangan di apartement ya.. Tadi manajer apartemen, sudah mengatakan garis besar pada saya, sebelum Tuan Alexander menghubungi saya." Mr. Smith mengambil nafas dalam, tetapi sepertinya ada ganjalan dari laki-laki itu untuk mengatakan jujur.


Beberapa saat Mr. Smith terdiam,  kemudian menatap Andreas Jonathan dan Cassandra secara bergantian. Kemudian laki-laki itu menghela nafas, dan tidak lama kemudian..


"Tuan Andre.., Madam Sandra.. sebenarnya saya sudah terikat janji dengan Mrs. Sheila tentang identitasnya, Apakah benar kalian berdua ingin mencari tahu keberadaan Mrs. Sheila..?" seperti mengetahui sebuah rahasia, laki-laki berperawakan bule itu tidak segera memberikan informasi.


Di depan laki-laki itu, terlihat Andreas Jonathan, Cassandra, serta Allexander menatapnya dengan perasaan ingin tahu yang dalam. Namun Mr. Smith belum juga memulai perkataannya. hingga beberapa saat kemudian..


"Mr. Smith.. saya akan mengatakan yang sebenarnya kepada Mr.  Tuan muda ini merupakan putra dari Mrs. Sheila, yang entah karena sebab apa, mereka terpisah ketika tuan muda masih bayi. Baru beberapa hari lalu, tuan muda mengetahui identitas yang sebenarnya, dan itu disampaikan langsung oleh papanya. Apakah tidak bijak, jika Mr. Smith berusaha menutupi identitas mamanya tuan muda. Padahal ada seorang anak, seorang menantu, dan seorang cucu yang ingin mengadu dan bersujud di kaki Mrs. Sheila." tidak tahan melihat apa yang terjadi, dengan tegas Alexander mewakili Andreas Jonathan menyampaikan perasaan.


"Sebegitu jauhkan masalah yang anda hadapi tuan Andre.. maafkan saya karena tanpa sengaja telah membuka luka hati anda sekeluarga. Baiklah.. atas dasar penjelasan tuan Alexander, saya juga tidak bisa hanya tinggal diam, meskipun saya berkhianat pada perempuan baik itu." akhirnya Mr. Smith terlihat mulai membuka diri.


"Ceritakan pada kami Mr. Smith.. apapun yang anda minta, aku akan menyetujui dan mengabulkannya, asalkan tidak melanggar batas bawah saya.." suara Andreas Jonathan terdengar tegang.


"Hah... baiklah. Setahu saya Mrs. Sheila memiliki seorang suami, namun watak dan karakter buruk dari suaminya mengharuskan perempuan itu menjual semua asset dan property yang dimilikinya. Dalam pernikahan dengan suaminya sekarang, perempuan itu memiliki seorang putri yang sangat cantik, Stevie namanya. Aku beruntung bisa mengenal keluarga luar biasa itu." Mr. Smith memulai ceritanya.


Laki--laki itu kemudian terdiam beberapa saat, kemudian mengambil secarik kertas dan menulis di atas kertas tersebut. Sebuah nama apartemen kumuh dituliskan oleh Smith, kemudian diberikannya pada Andreas Jonathan.


"Terakhir kali aku bertemu dengan Mrs. Sheila di apartemen itu. Tetapi perempuan hebat itu hanya kontrak disana, jadi masih bisa dimungkinkan jika tempat tinggalnya sekarang sudah berubah.." ucap Mr. Smith, yang seperti ikut arus keadaan. Andreas Jonathan mengambil secarik kertas itu, kemudian memberikannya pada Alexander.


"Terima kasih banyak atas kerelaan hati Mr. Smith untuk memberikan informasi penting ini pada keluarga kami Mr. Hanya Tuhan yang akan dapat membalas kebaikan tuan. Apapun keadaannya, kita akan menerimanya Mr. Smith.." Cassandra mewakili suaminya, mengucapkan terima kasih pada laki-laki itu,


"You're welcome.. Madam Cassandra." sahut Mr Smith sambil tersenyum.,


Beberapa saat kemudian, mereka melanjutkan perbincangan sambil menikmati hidangan, Namun setelah hampir dua jam keberadaan mereka di dalam restaurant itu, akhirnya mereka kemudian memutuskan untuk berpisah,.


**********


Beberapa saat kemudian


"Tuan muda.. ada baiknya untuk saat ini, tuan muda dan nona muda kembali ke Raffles International Hotel untuk beristirahat. Menurut penuturan dari beberapa orang yang tinggal disini, kawasan apartemen yang disebutkan Mr. Smith itu, merupakan apartemen dengan tingkat kriminal yang sangat tinggi. Untuk itu, saya tidak akan membiarkan nona muda dan tuan muda, serta tuan kecil untuk masuk pada kawasan tersebut." terlihat Alexander mendekat ke arah Andreas Jonathan dan menyampaikan beberapa informasi.


"Hmm.. terus apa rencana yang kamu usulkan.." menyadari jika saat ini istri dan putranya akan bisa menghambat langkahnya, Andreas Jonathan bersabar menunggu kabar lanjutan.


"Rencana saya begini tuan muda.. Beberapa saat lagi, saya dan beberapa pengawal akan mencoba masuk ke kawasan apartemen itu, dan mencari tahu keberadaan Nyonya Sheila dan putrinya Stevie. Jika kami beruntung, kami akan langsung berbicara dengan mereka, dan akan berpikir bagaimana membawa mereka keluar dari kawasan itu. Namun jika tidak.. paling tidak kami dapat menemukan informasi otentik tentang keberadaan dari mama tuan muda.." panjang lebar, Alexander menjelaskan rencananya.


"Atur saja jika begitu, karena aku juga tidak akan mempertaruhkan keselamatan istriku dan juga Altezza putraku. Segera beri kabar secepatnya, jika kalian sudah menemukan hasil pencarian.." Andreas Jonathan segera menanggapi secara cepat.


"Siap tuan muda.. saatnya tuan muda dan juga nona muda untuk kembali ke hotel." Alexander segera menutup pintu mobil yang membawa Andreas Jonathan dan Cassandra. Kemudian laki-laki itu memberi pesan pada driver yang membawa pasangan suami istri itu.


Tidak lama kemudian, terlihat mobil mewah itu membelah kembali jalanan-jalanan di tengah kota Singapura. Di dalam mobil, Andreas Jonathan menyalakan gadget, kemudian matanya terfokus pada layar gadget. Melihat istrinya yang memangku Altezza, dengan wajah lembut Andreas Jonathan memegang sisi kepala Cassandra, kemudian menyandarkan di pundaknya.


"Honey.. jika merasa capai memangku Altezz.. katakan. Aku akan mengambil alih untuk memangku putra kita.." dengan suara lembut, Andreas Jonathan berbicara pada istrinya. Driver melirik keuwuan pasangan suami istri itu dari kaca depan,


"Tidak capai kak.. Altezz jika sudah kenyang tidak akan membuat ulah. Lihatlah, sudah sejak dari restaurant tadi, Altezz masih tertidur dan belum terusik." Cassandra menunjuk ke wajah putranya,


"Putra kita memang mewarisi sifat-sifat papanya, diam, tidak banyak bicara. Bukankah demikian honey..?" bisik Andreas Jonathan di telinga Cassandra.


"What...??"


**********