
Hampir pukul 19.00, Herlambang mengemudikan mobilnya keluar dari komplek Pantai Indah kapuk. Laki-laki itu sebenarnya masih ingin menghabiskan malam dengan gadis itu, tetapi sejak tadi Cassandra sudah mengajaknya kembali. Gadis itu beralasan, ingin segera istirahat dan merasa sudah mengantuk. Menghormati gadis itu, akhirnya Herlambang dengan terpaksa mengikuti keinginan dari Cassandra. Beberapa saat, mobil yang dibawa laki-laki itu tiba-tiba seperti tersendat-sendat jalannya.
"Ada apa mas Herlam.. sepertinya mobil ini sedang tidak beres..?" Cassandra bertanya pada laki-laki yang duduk di sampingnya itu.
"Tidak tahu Sandra.. memang aku belum sempat service mobil sih untuk bulan ini. Karena kemarin terlalu bersemangat untuk menyelesaikan skripsi, makanya perawatan mobil aku nomor duakan. Tapi..semoga saja tidak sampai segitu ah.. dan sepertinya ini masih bisa jalan kok.." Herlambang tetap mencoba mengarahkan mobilnya.
Karena di daerah tempatnya berada, jika sudah malam akan jarang masyarakat umum yang akan melewati tempat tersebut. Bahkan terkadang, pengembang tempat tersebut memberlakukan jam malam. Jadi sering terjadi, para pengunjung yang hanya sekedar ingin menikmati pemandangan pantai, harus diusir oleh petugas keamanan pengembang. Namun.. karena memang pantai itu dikembangkan dan diciptakan oleh pengembang, masyarakat umum tidak bisa memprotes tindakan itu dengan seenaknya.
"Tidak berbahayakah mobil ini mas Herlam.., kenapa jadi semakin sering ngadatnya.." dengan perasaan panik, Cassandra kembali bertanya pada laki-laki itu.
"Iya ini Sandra.. kenapa malah semakin sulit ya ini rasanya mesin berputarnya. Waduh malah mati lagi mesinnya.." tidak diduga, mobil yang dibawa Herlambang tiba-tiba mati di tempat. Dengan perasaan malu, laki-laki itu menoleh pada gadis yang duduk di sampingnya itu,
Cassandra bertambah panik, dan terlihat Herlambang membuka pintu mobil, kemudian berjalan keluar dari dalam mobil. Merasa tidak enak, Cassandra mengikuti laki-laki itu, gadis itu juga membuka pintu mobil kemudian keluar. Terlihat Herlambang membuka kap mesin mobil, tetapi karena hanya menggunakan lampu jalan, laki-laki itu tidak bisa melihat kondisi mesin dengan jelas. Cassandra mendekati laki-laki itu.
"Bagaimana kalau kita telpon bengkel saja mas.., siapa tahu mereka mau menyediakan jasa untuk datang ke lokasi." dengan khawatir, Cassandra memberikan saran.
"Aku sering service tidak di bengkel resmi Sandr.. jadi kebetulan tidak punya nomor telpon bengkel. Jika cari di Google, khawatirnya ongkosnya akan mahal. Jujur Sandr.., uangku sudah habis untuk pelunasan biaya kuliah, sebagai persyaratan ujian pendadaran kemarin.." dengan suara pelan, herlambang menjawab pertanyaan Cassandra.
Gadis itu tersenyum, dia memiliki cukup banyak tabungan. PT. Indotrex. Tbk, memperlakukannya sangat baik, bukan hanya gaji, ternyata jika ada tugas tambahan, rekeningnya tahu-tahu sudah dikirimkan dana dari perusahaan untuk penghargaan. Saat ini, Cassandra berpikir jika dia harus memberikan pertolongan pada laki-laki itu.
"Sudahlah mas Herlam.. pakai uangku dulu. Jangan khawatir, aku cukup kaya kok jika hanya untuk membayar biaya bengkel mobil ini. Cepat cari nomor telpon Mitshubishi.." sambil bercanda, Cassandra menawarkan bantuan pada laki-laki itu.
"Tidak ah, tidak boleh begitu Sandra.. aku ini laki-laki, masak mau merepotkan seorang perempuan.." dengan nada tinggi, ternyata Herlambang menolak tawaran itu.
Cassandra terhenyak mendengar jawaban keras dari laki-laki itu. Dia tidak menyangka, ternyata Herlambang tidak mau menerima bantuannya dengan baik.
"Mas Herlam.. apa maksud perkataan mas Herlam. Apakah selama ini, mas Herlam menganggapku sebagai orang lain, setelah sekian lama mas Herlam membantuku. Aku tidak suka, dengan sikap keras Mas Herlam.." dengan cepat, Cassandra menanggapi perkataan Herlambang dengan tidak kalah keras.
Herlambang kaget mendengar perkataan keras dari gadis itu, laki-laki itu kemudian menegakkan kembali tubuhnya, dan menatap pada gadis itu.
"Ya sudah Sandra.. aku akan ikuti perkataanmu. Tapi untuk kali ini, aku meminjam uang darimu ya, bukan menerima bantuanmu dengan cuma-cuma. Pahami aku Sandra.., aku ini laki-laki yang harus berkorban, bukan malah menerima bantuan secara cuma-cuma dari seorang gadis.." akhirnya Herlambang berbicara dengan lirih.
Gadis itu sudah tidak mau berdebat, dengan cepat Cassandra menganggukkan kepalanya.
*********
"Kenapa berhenti disini Iwan.. di depan itu mobil siapa yang mogok? Apakah mobil online.." melihat ada penampakan mobil berhenti di depannya, Andreas Jonathan bertanya pada driver.
"Sepertinya itu mobil temannya non Sandra tuan muda.. Mitsubishi Expander, kebetulan saya hafal nomor plat mobilnya." sambil mengamati plat mobil, Herlambang memberi tahu tuan mudanya,
"Tadi kamu bilang, non Sandra pergi dijemput laki-laki itu. Berarti saat ini, non Sandra ada di mobil itu.. cepat turun cari tahu secepatnya. Jika ada non Sandra.. suruh dia masuk ke mobil ini secepatnya." mengingat jika Cassandra tadi dijemput oleh laki-laki dalam mobil di depannya itu, tidak tahu mengapa Andreas Jonathan menyuruh Iwan untuk keluar mencari informasi.
"Baik tuan muda.." Irwan segera berjalan keluar dari dalam mobil.
Laki-laki muda itu, langsung menuju ke arah depan mobil Mitshubishi Expander itu, dan menemukan kedua orang yang dikenalnya itu sedang berdiri di depan mobil, yang sudah dibuka kapnya.
"Non Sandra.. mas, kenapa mobilnya bisa mogok disini. Kalian dari mana..?" Iwan dengan ramah langsung bertanya pada dua anak muda di depannya itu,
"Iya ini mas.. maklum telat service, padahal pemakaian mobil sangat sering. Sepertinya ada spare part yang harus ganti mas.. makanya mobilnya sementara mogok. Ini sejak tadi, kita sudah telpon bengkel, tetapi belum ada yang bisa nyambung.." merasa beberapa kali pernah bertemu dengan Iwan, herlambang menjawab pertanyaan dari laki-laki itu.
"Oh gitu.. mas tenang saja. Sebentar lagi, saya telponkan bengkel langganan PT. Indotrex. Tbk untuk datang kemari. Saat ini, saya diminta memanggil nona Cassandra, untuk menemui tuan muda di dalam mobil.." Iwan memberi tahu alasan kedatangannya.
"Ada tuan muda juga mas Iwan.. memangnya tuan muda ada agenda apa di tempat ini.." dengan perasaan ingin tahu, Cassandra bertanya balik pada Iwan.
"Non Sandra belum tahu ya, salah mansion yang ditempati tuan muda kan berada di lokasi PIK 2. Jadi, ini kebetulan saya sedang mengantarkan tuan muda pulang non.. Tadi melihat mobil masnya ini, saya berhenti karena tahu jika ada non di dalam mobil ini." Iwan menjawab pertanyaan cassandra.
"Sandra.. ikutlah dengan mas Iwan.. Aku yang akan menungguin bengkel, ini sudah ditolong sama mas Iwan.." merasa tidak mau jika Cassandra berada di tempat ini bersamanya, Herlambang meminta gadis itu untuk mengikuti Iwan.
"Tapi mas Herlam.." Cassandra terlihat keberatan.
"Cassandra.. aku juga tidak tahu, akan butuh waktu berapa lama untuk memperbaiki mobil ini. Yang penting sudah ada solusi, kamu pergi sajalah, lagian tuan mudamu sudah menunggu di mobil." sambil tersenyum, Herlambang meminta gadis itu untuk pergi dari tempat itu,
Dengan berat hati, akhirnya Cassandra meninggalkan herlambang sendiri, dan menuju ke arah mobil. Terlihat Iwan sedang melakukan panggilan telpon dengan pihak bengkel. Sebagai pelanggan loyal, pihak bengkel segera menyanggupi untuk datang ke lokasi, dengan jaminan biaya dari PT. Indotrex. Tbk.
**********