CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 65 Flash Back



# Nyonya Besar Sandrina dan Jennifer On


Nyonya Besar Sandrina mengajak Jennifer masuk ke teras belakang, mereka duduk di pinggir kolam renang. Hal itu dilakukan perempuan paruh baya itu, dengan maksud agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh papa Andreas Jonathan. Seperti kerbau dicucuk hidungnya, Jennifer mengikuti perempuan itu, dengan harapan untuk menjadi menantu di keluarga besar tuan besar Wijaya.


"Ada apa tante.., katanya ada hal penting yang akan tante bicarakan hanya berdua dengan Jennifer.." dengan suara lembut, Jennifer berbicara pada perempuan paruh baya itu.


"Duduklah dulu disini Jenni.., tante tidak bisa berbicara keras, karena om Wijaya ada di rumah. Jika papa Andreas mendengar tentang rencana ini, maka beliau akan marah besar." Jennifer menuruti apa yang diperintahkan oleh perempuan  paruh baya itu. Agar lebih leluasa mereka berbicara, gadis muda itu mendekat dan duduk di samping mamanya ANdreas.


"Begini Jenn... tante sudah mendapatkan Sildenafil dari kenalan tante. Kamu bisa menggunakannya untuk membuat putraku Andreas bertekuk lutut kepadamu Jenni.." tiba-tiba perempuan paruh baya itu mengatakan sesuatu yang mengejutkan gadis muda itu.


Jennifer tahu persis apa yang dimaksud dengan Sildenafil\, karena dunianya sehari-hari banyak berhubungan dengan jenis obat itu. Sildenafil merupakan salah satu obat perang**sang untuk meningkatkan gai** rah laki-laki. Para artis yang akan mendapatkan peran\, sering memancing sutradara untuk bermain dengan mereka. Pil itulah yang sering mereka gunakan untuk menjebak sutradara\, seperti yang pernah dilakukannya.


"Tante.. apakah Jenni tidak salah dengar tante.." dengan tatapan khawatir, jika laki-laki yang akan mereka jebak itu tahu, Jennifer melakukan konfirmasi.


"Tante yang akan bertanggung jawab Jenni.. kamu ikut apa yang tante minta saja." ucap Nyonya besar Sandrina sambil tersenyum licik.


Tidak tahu apa yang harus dilakukannya, akhirnya Jennifer tidak memiliki pilihan lain, selain hanya menganggukkan kepala, sebagai tanda jika menyetujui usulan dari mamanya Andreas Jonathan,


********


Di ruang makan


Melihat kedatangan putranya, Nyonya besar Sandrina memberi isyarat pada Jennifer dengan kerlingan matanya. Gadis muda itu langsung tanggap, kemudian pura-pura membuatkan teh tawar panas untuk laki-laki itu. Setelah steh tawar panas dimasukkan di cangkir, Jennifer sekaligus meletakkan Sildenafil ke dalam cangkir tersebut, kemudian baru menuangkan air panas. Dan setelah menunggu beberapa saat, dan memastikan jika pil itu sudah mencair, Jennifer memberanikan diri menyajikan minuman itu pada Andreas Jonathan. Untuk menghilangkan kecurigaan, selain dimasukkan berbarengan dengan minuman yang dikonsumsi oleh laki-laki itu, Jennifer juga mencampurkan pada makanan di atas meja.


"Cukup.. ada yang aneh dalam makanan ini, nanti Andre akan makan di tempat lain saja." jantung Jennifer berdegup kencang mendengar seruan perkataan Andreas Jonathan, dan tiba-tiba laki-laki itu berdiri meninggalkan ruang makan.


"Andre.., mau kemana kamu. Tunggu mama, masih ada hal yang perlu kita bicarakan." Nyonya besar Sandrina berteriak menghalangi putranya. Namun ternyata, laki-laki itu tetap meninggalkan meja makan dan masuk ke dalam kamarnya.


Melihat Andreas Jonathan yang berjalan meninggalkan meja makan, Nyonya besar Sandrina meminta Jennifer untuk mengikuti laki-laki itu masuk ke dalam kamar. Tanpa ada protes sedikitpun, karena Jennifer berpikir jika akan mendapatkan CEO PT. Indotrex. Tbk, itu, gadis muda itu segera mengikuti arahan Nyonya besar Sandrina. meskipun sorot mata tajam tuan besar Wijaya ikut menatapnya, Jennifer merasa tidak peduli.


*******


Jennifer tersenyum di depan pintu kamar, ketika melihat pil yang dimasukkan ke dalam minuman dan makanan yang dikonsumsi laki-laki itu sudah mulai bereaksi. Tanpa berkedip, Jennifer menatap Andreas Jonathan yang mulai merasa kepanasan, dan mulai melepaskan bajunya satu persatu. Perlahan, gadis muda itu mulai memancing hasrat laki-laki itu. Perlahan tangan rampingnya melepaskan kancing baju atasannya, sehingga tampak bongkahan da**da tampak menyembul sedikit keluar.


"Kak Andre kenapa.., apa ada yang bisa Jenni bantu sayang.." Jennifer mulai berani meletakkan tangannya di bahu laki-laki itu, sembari bibirnya berbisik di telinga Andreas Jonathan.


"Ini pasti ulahmu ja***lang..\, pergilah dari kamarku." teriakan Andreas Jonathan dengan lantang bergema di seluruh kamar.


Jennifer tidak bergeming, gadis muda itu malah semakin berani. Jari-jari rampingnya mulai berani lebih merayap di bagian atas tubuh laki-laki itu. Dengan sorot mata tajam.., tatapan laki-laki itu seperti ingin merobek-robek kulit gadis muda di depannya itu. Namun.. sedikitpun Jennifer tidak merasa takut. Gadis muda itu mulai mengusap dan meraba pipi, leher, belakang telinga dengan jari jemarinya, dan sesekali bibirnya ikut berpartisipasi.


"Sshh.. aaakhh..." terdengar lenguhan dari laki-laki itu, dan semakin membuat Jennifer bersemangat.


Tidak hanya bibir, lidah Jennifer juga ikut berperan, dengan trampilnya lidah gadis muda itu menjilati belakang telinga, kemudian turun ke leher gadis muda itu. Tidak diduga, sesaat Andreas Jonathan seperti merasa terbuai, dan menikmati perlakuan intim yang diberikan oleh gadis itu. Tiba-tiba saja, laki-laki itu memegang pinggang Jennifer kemudian membanting tubuh perempuan itu ke atas king size bed. Senyuman manis muncul di bibir gadis itu, ketika wajah laki-laki turun dan mencium kening kemudian turun semakin ke bawah.


"Akhirnya.. kamu akan jadi milikku selamanya Andre.., aku lebih menang dari pada gadis kampung itu.." melihat wajah penuh ga** irah yang terpancar dari wajah laki-laki di atas tubuhnya itu, Jennifer merasa sangat berbahagia.


Tanpa diminta, Jennifer menarik baju atasannya dan membuang di atas lantai. Tinggal kain berenda berwarna beige yang menutup kedua bongkahan kenyal yang berwarna putih  bersih itu. Mata Andreas Jonathan tampak nanar menatap keindahan hakiki di bawah matanya itu. Tanpa menunggu lama, bibir laki-laki itu sudah mulai diarahkan turun, dan dengan pandangan mata yang penuh dengan gai**rah, Andreas Jonathan seakan ingin mereguk kenikmatan duniawi itu.


"Fuc**k..." tiba-tiba tidak diduga, Andreas Jonathan mengangkat dengan cepat wajahnya ke atas.


Dengan penuh kemarahan, Andreas Jonathan menatap gadis muda di bawahnya itu dengan tatapan marah. Namun sesekali keluar desisan dari mulut laki-laki itu, dan Andreas Jonathan segera menyambar pakaian kemudian mengenakannya sambil berjalan keluar. Jennifer ternganga melihat apa yang terjadi di depannya itu, hanya dalam sekejap Andreas Jonathan telah kembali mencampakkannya, tanpa sedikitpun melihat bagaimana perasaan gadis itu. Di pinggir ranjang, Jennifer menangis sambil menutup wajah dengan menggunakan kedua tangannya,


"Ternyata tidak semudah yang kita rencanakan, aku gagal lagi untuk membawa Andreas Jonathan dalam kehidupan kekal dan abadiku.." gadis itu menangis, merasa dilecehkan oleh laki-laki yang banyak digilai oleh wanita itu. Baru kali ini, Jennifer merasakan ditolak mentah-mentah oleh laki-laki.


Off


*********