
Herlambang mengalihkan pandangan ke arah laut, mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Cassandra, membuat Herlambang menjadi berpikir. Dari kata-kata tadi, sama sekali tidak ada harapan sekecil apapun untuk mendapatkan gadis itu. Apalagi suami Cassandra, laksana dewa yang sangat jauh untuk digapai, yang sangat jauh untuk bisa ditandingi kekuatannya.
"Aku akan memikirkannya Sandra, terima kasih atas advicenya.." laki-laki itu terdiam sebentar, karena waiters sudah mengantarkan pesanan mereka berdua.
Cassandra langsung menyeruput es teh itu dengan menggunakan straw, dan diikuti oleh Herlambang. Melihat masih ada asap mengepul pada tempe mendoan yang dipesan, Cassandra dengan tidak sabar langsung mengambil dengan menusuknya menggunakan garpu, kemudian memasukkan ke mulutnya.
"Wow.. sangat lezat sekali mendoan ini. Lebih dari lima tahun, aku sudah tidak pernah lagi makan gorengan tempe mendoan seperti ini. ternyata kenikmatan dan kebahagiaan itu sangat mudah untuk dicari, tanpa harus bersusah payah mengejarnya." sambil menikmati gorengan tersebut, Cassandra berkomentar puas atas makanan yang mereka pesan. Herlambang kemudian mengikuti apa yang dilakukan oleh perempuan muda itu..
Kedua orang itu terus berbincang mengingat kenangan jaman dulu yang pernah mereka lakukan bersama. Tiba-tiba ada dua tangan yang melingkar di leher Cassandra. Perempuan muda itu menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa yang melakukannya, namun ternyata bibir laki-laki itu sudah memberikan ******* pada bibirnya, tanpa merasa malu.
"Tuan muda..." Herlambang bergumam, dan wajah anak muda itu menjadi pias. Melihat bagaimana tuan mudanya memperlakukan Cassandra, laki-laki itu hanya menelan ludah. Harapan untuk dapat berbicara dengan Cassandra, seakan musnah sudah dengan datangnya laki-laki itu.
"Bagaimana kak Andre bisa tahu dimana Cassandra... padahal kak Andre dengan Altezz sedang diving..." dengan senyuman tanpa ada pikiran apapun, Cassandra menyapa suaminya.
Sambil tetap memeluk istrinya, Andreas Jonathan segera duduk di samping istrinya. Perhatian laki-laki itu, sedikitpun tidak beralih dari istrinya, Hal itu menunjukkan kontradiksi perlakuan laki-laki itu pada orang lainnya, yang selalu tampak arogan dan garang. Tetapi ketika berada di depan istrinya, laki-laki muda itu berubah menjadi BUCIN seperti itu.
"Kemanapun honey bersembunyi, pasti aku akan dapat menemukanmu honey.. Tadi ketika fast boat sudah akan menepi, aku melihatmu berjalan ke cafe ini dengan kakak angkatmu, jadilah aku menyusulmu ke tempat ini honey.." Andreas Jonathan menjelaskan pada istrinya.
"Oh iya... sampai aku melupakan Herlambang.. Kamu sangat pintar sekali untuk membuat event herlam.. selamat ya. Ide acara ini aku dengar muncul darimu, sangat puas sekali aku melihatnya. Tampak keceriaan di wajah-wajah para karyawan, dan hal ini merupakan hal yang baru pertama kali diadakan. Ke depan, acara seperti ini bisa untuk tetap dipertahankan." untungnya CEO PT. Indotrex. Tbk itu tidak mengacuhkan keberadaan Herlambang.
"Siap tuan muda, tapi hal itu juga bukan murni dari ide saya pribadi tuan muda. Banyak rekan yang meng EO (event organizer) acara ini, sehingga bisa berjalan dengan sukses semuanya." jawab Herlambang merendah,
"Tapi bagaimanapun, sebagai seorang pemimpin aku akan mengapresiasi setiap ide bagus, maupun langkah bagus yang diambil oleh bawahan saya. Jangan khawatir, nanti Finance Division akan mentransfer pada bulan ini, untuk kontra prestasi kerja positif yang dilakukan setiap pegawai.." Andreas Jonathan melanjutkan. Suami dari Cassandra ini seakan ingin menunjukkan pada istrinya, tentang sisi baik darinya di hadapan laki-laki yang dicemburuinya itu.
"Terima kasih tuan muda.." sahut Herlambang.
"Honey... kita samperin Altezza dan Fazwan yukk, tadi Altezz ingin kita berkeliling pulau ini. Atau mau makan dulu juga tidak apa-apa. Kasihan pasti Altezz sudah kelaparan, karena lelah tadi berenang sama diving.." tiba-tiba Andreas Jonathan mengajak istrinya kembali berkumpul dengan keluarga.
"Okay..., kak Herlam, Sandra kembali nemani anak-anak ya.." tanpa ada perasaan apapun, Cassandra segera berpamitan dengan Herlambang,
"Hemm.., baik Sandra.. " sahut Herlambang, dan laki-laki itu menatap punggung pasangan suami istri yang berjalan meninggalkannya itu,
*********
"Mommy... tadi Altezz memegang punggung ikan lumba-lumba mommy.. LIcin mommy... dan ikannya sangat besar sekali. Ternyata papa sangat hebat mommy, bisa berenang dan bermain dengan ikan itu ternyata.." dengan suara keras, Altezza bercerita.
"Hmmm... bagus sekali, wah jika tadi ada mommy, pasti sudah mommy abadikan dalam rekaman video sayang... Pasti sekarang Altezz lelah sekali ya, kita makan dulu saja, baru nantinya kita putar-putar pulau ini menggunakan delman." Cassandra menanggapi cerita putranya dengan bersemangat.
"Delman... apa itu mommy...? Sepertinya tidak ada mobil di tempat ini," Altezza yang tidak tahu delman, bertanya pada mommy nya.
"Delman itu lho.... kita nanti ditarik oleh kuda. Atau jika ALtezz ingin mencoba naik di atas kuda, juga boleh. Tapi agak berbahaya juga sih, apalagi kita baru pertama kali ke NUsa Penida, harus banyak berlatih jika ingin bisa mengendarai kuda, sebagai alat transportasi.." dengan sabar, Cassandra menjelaskan pada putranya.
Altezza mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda memahami apa yang disampaikan oleh orang tuanya.
"Bicaranya sambil jalan ya, lihat Uncle Alex sudah mengajak kita untuk makan siang dulu. Kita rubah acara, makan dulu baru berputar dengan delman mengitari kawasan Nusa Penida.." melihat Alexander yang sudah memberikan isyarat agar mereka beristirahat, Andreas Jonathan segera mengajak putra pertama dan istrinya untuk bergabung makan siang dulu.
"Iya pa...kita makan dulu ya Altezz. Tunda dulu untuk berputar-putar nusa Penida. Perut kenyang dulu,,baru kita mulai untuk aktivitas lagi.." akhirnya Altezza mengikuti mommy dan papanya berjalan menuju ke tempat keluarga mereka berkumpul.
Alexander membawa rombongan kecil itu menuju ke restaurant, yang saat ini hanya dikhususkan untuk melayani mereka berdua. Tidak ada pengunjung satupun yang bergabung dengan mereka, karena memang laki-alki muda suami Stevie itu sudah membersihkannya dengan bekerja sama dengan pemilik restaurant.
"Duduk disini, ternyata pemandangan jelas banget ya kak.. View nya sangat tepat sekali.." ketika mereka semua duduk, Cassandra baru sadar jika dari tempat duduknya, mereka bisa melihat pemandangan yang apik dari tempat itu. Andreas Jonathan hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Mommy... Altezz mau fried banana... dengan madu caramel diatasnya..Untuk minumnya, mango boba." Altezza menunjuka gambar menu yang diinginkannya.
"Baik.. tapi tetap harus makan nasi dulu ya, agar perut Altezz tidak kembung. Setelah makan, baru fried banana dimakan." Cassandra dengan sabar mengarahkan putranya.
Mama Dhini tersenyum melihat bagaimana putrinya Cassandra, sangat telten dan sabar dalam mengasuh putra-putranya. Padahal menurut cerita yang sampai ke telinganya, suami putrinya yang juga menantunya, Andreas Jonathan merupakan laki-laki yang keras dan sulit diatur. Tetapi selama berada di depan putrinya, laki-laki itu selalu menurut dan patuh pada keluarganya.
***********