
Cassandra tidak mengira jika akan mendapatkan surprise yang tidak dibayangkannya itu. Kerinduan terhadap mama kandung, dan juga adiknya bisa terobati dalam sekejap mata. Andreas Jonathan tidak bicara apapun sepanjang mereka dalam perjalanan ke pulau Bali. Bahkan mau berangkat juga tidak menyampaikan apapun, semuanya terjadi seperti alamiah, dan Cassandra hanya mengikuti apa yang sudah dijadwalkan suaminya. Tetapi ketika melihat mama DHini, dan Armand sedang bersama dengan kedua putranya, kebahagiaan mana yang akan dicari oleh gadis muda itu,
"Mama..., jika nanti Sandra dan kami akan kembali ke negara Swiss, mama Dhiny bisa menyertai kami. Armand bisa sekolah di negara tersebut. Apalagi sudah tidak ada siapapun bukan di Kalasan, hanya mama Dhini dan Armand.. Kita semua bisa berkumpul menjadi satu di Inter laken, sama juga dengan mama Sheilla dan papa Wijaya." Andreas Jonathan membuat penawaran.
"Tapi apakah itu tidak terlalu muluk dan aneh nak Andre.., tidakkan seperti pepatah pungguk merindukan bulan, untuk mama. Di Kalasan, mama dan Armand memiliki kebiasaan, dan penghidupan. Tetapi di Inter laken, tempat kalian tinggal saat ini, apa yang bisa kami lakukan disana." mama Dhini terlihat ragu,
"Banyak hal yang bisa untuk mama lakukan disana mam... Kehidupan dan gaya hidup, di kota Inter laken hampir miriplah dengan kehidupan di Yogyakarta. Jika suatu saat, mama atau Armand kangen ke negara ini, kita bisa mengatur liburan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Bukankah demikian kak ANdre..." Cassandra menimpali, dan laki-laki itu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Armand yang masih menggandeng tangan Altezza tersenyum, dan terlihat ada keinginan anak itu untuk mengikuti saran dan tawaran dari kedua kakaknya,
"Hemm... nanti dululah nak Andre, Sandra.. mama akan pikirkan. Mama akan bingung, bagaimana adikmu Armand akan bisa bersosialisasi di negara itu, sedangkan bahasa sehari-hari pasti akan menggunakan bahsa Inggris bukan.." dengan alasan Armand, sebenarnya secara halus nyonya DHini menolak.
"Kok jadi Armand mam... nilai ujian bahasa Inggris Armand mendapatkan nilai 100 mama.. Kak Sandra juga tahu, karena Armand selalu mengirimkan hasil evaluasi pada kak Sandra.." Armand berteriak memprotes mama Dhini, karena menyinggungnya sebagai alasan.
"Ha.. ha.. ha.. Armand protes.." Andreas Jonathan dan Cassandra tertawa bersama, dan nyonya Dhini hanya tersenyum dan menarik tangan putranya untuk mendekat,
"Iya.. iya.., mama yang lupa Armand... Nanti mama pikirkan dulu ya, paling tidak beri waktu mama satu malamlah untuk berpikir. Karena untuk memulai sesuatu yang baru, sepertinya agak sulit untuk usia seperti mama. Jika Armand, karena usia masih muda, lebih mudah untuk bersosialisasi dan memulai semuanya.." akhirnya mama Dhini minta waktu satu malam untuk berpikir.
Pasangan suami istri mengiyakan, dan keduanya segera mengajak perempuan paruh baya itu, dan juga Armand untuk pergi keluar berjalan-jalan di pulau tersebut. Altezza terlihat sangat senang dan sangat menikmati kebersamaan dengan keluarga mamanya. Sejak tadi, anak laki-laki itu terlihat tidak mau berpisah dengan Uncle nya, selalu membersamai Armand.
"Kak Sandra... mau kemanakah kalian semua..?" tiba-tiba ketika mereka sedang menuju ke arah lift, terdengar suara Stevie memanggil istri dari CEO PT. Indotrex. Tbk itu. Perempuan yang sedang hamil tua itu, berjalan mendatangi mereka semua,
"Lho.. ini kenapa ada mama Dhini juga, Armand juga... Bagaimana kabarnya mama, Armand..?" Stevie yang pernah tinggal di rumah mama Dhini di Kalasan, kaget melihat ada perempuan itu di depannya. Stevie langsung mendatangi mama Dhini, dan merekapun berpelukan.
"Kehamilanmu sudah besar Stevie.. sepertinya waktu melahirkan tidak akan lama lagi. Apakah kamu memang berencana untuk melahirkan di pulau Bali.." mama Dhini mengusap perut buncit Stevie, sambil terus berbincang.
Andreas Jonathan dan Cassandra membiarkan keduanya melepas rindu beberapa saat, tetapi akhirnya..
**********
Di Ball Room
Herlambang belum bisa move on untuk melupakan kejadian tadi malam, dengan matanya sendiri laki-laki itu dan juga semua tamu yang hadir, bertemu dan melihat bagaimana keadaan Cassandra, perempuan yang terus dirindukannya sampai saat ini. Penampilan dan bagaimana tuan mudanya memperlakukan perempuan itu, membuat laki-laki itu merasa bahagia. Meskpun di salah sudut hatinya terasa nyeri.
"Tuan Herlam... bagaimana pendapatmu tentang laporan yang disampaikan oleh manajer Divisi Pemasaran.." tiba-tiba Herlambang dikagetkan dengan teguran salah satu peserta rapat dalam pertemuan ini.
"Hemm... menurutku tidak masalah juga sih. Memang untuk sbeuha pengembangan, apalagi sebuah upaya pembukaan pasar baru, pasti akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. KIta harus paham dan mengerti akan hal itu, jadi sah-sah saja, usulan konsep yang digagas oleh manajer divisi marketing.." untungnya, meskipun sejak tadi melamun, Herlambang masih mendengar apa yang sedang dibicarakan.
Semua yang ada dalam tim diskusinya mengangguk-anggukkan kepala. Apa yang disampaikan oleh anak muda itu, selaras dengan apa yang disampaikan oleh Wakil CEO perusahaan. Sejak tadi, tuan Alexander juga menegaskan, untuk tidak membatasi setiap ide baru, dan jika perlu diuji cobakan dan difasilitasi. Tidak ada yang gratis di dunia ini, hal itulah yang menjadi pesan dari laki-laki itu.
"Okay... untuk diskusi session pertama kita nyatakan berakhir. Dan setiap masukan, atau sanggahan segera kirim ke email commitee, nanti tim penyelaras agar memperhatikannya. Kita saat ini akan memasuki masa rehat, dan bisa menikmati keindahan wisata alam di pulau Bali.." tiba-tiba moderator membuat pengumuman.
Wajah semua peserta rapat tampak sumringah, mereka sepertinya sudah menunggu waktu istirahat sejak tadi. begitu diinformasikan, semua menyambut berita itu dengan wajah cerah. Begitu juga dengan Herlambang, hasrat untuk bertemu dengan Cassandra tampak terlihat di wajahnya, dan hal itu terlihat serta diamati oleh miss Cathy. Perempuan muda itu belum bisa melupakan kejadian terakhir ketika mereka sedang ada kesalah pahaman, dan bagaimana ekspresi wajah kekasihnya itu ketika melihat kemunculan Cassandra di atas stage dengan suami, dan kedua putranya.
"Miss Cathy... apakah akan join ikut diving di Nusa Penida..? Rencananya kita akan diajak ke tempat tersebut, dan saat ini keluarga tuan muda sudah menunggu kita di sana.." Ratna dari supervisor divisi operasional, bertanya pada Miss Cathy..
"Belum tahu Ratna.. tapi jika ke Nusa Penidanya aku ikut kesana. Masak sudah sampai di pulau ini, kita malah hanya jalan-jalan di sekitar hotel saja Ga afdol sepertinya.. " Miss Cathy langsung menanggapi perkataan temannya itu.
"Jika begitu, ayuk kita segera ke depan. Aku pakai pakaian ini saja, tidak ganti.. malas. Lagian pakaianku casual, jadi cocok juga untuk style jalan ke pantai.." Ratna yang mengenakan kemeja lengan 3/4 dan celana jeans serta sepatu sneaker menunjukkan gayanya pada Cassandra.
"Hemm... okaylah, aku juga cukup pakai pakaian ini saja." akhirnya dua perempuan muda itu segera bergegas untuk menuju ke pintu lobby.
**********