
Ketika sudah sampai di lobby, Cassandra berbalik badan melihat pada herlambang. Laki-laki itu terlihat ingin menyertai gadis itu masuk ke dalam, namun aturan terbaru yang disampaikan oleh security, orang luar tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam, Akhirnya Herlambang hanya cukup puas berada di tempat dia berdiri sekarang.
"Mas Herlam.., maaf ya..!! Aku tidak bisa lama-lama malam ini untuk bersama mas Herlam.." Cassandra mengucap maaf pada laki-laki itu.
"Tidak masalah Sandra.. ntar kita re schedull ulang. Apa yang akan aku katakan padamu malam ini tidak begitu penting untukmu Sandra. Lain waktu, jika ada kesempatan aku akan bisa menyampaikan kepadamu. Masuklah.. siapa tahu ada tugas mendadak yang menantimu.." dengan perasaan kecewa, akhirnya sambil tersenyum Herlambang melepaskan gadis itu. Apalagi laki-laki itu melihat ada dua orang yang berdiri di dekat lift, seperti menatapnya dengan penuh intimidasi.
Cassandra tersenyum melihat kebaikan laki-laki yang bersamanya itu. Meskipun gadis itu merasa tidak enak, tetapi perintah untuk datang ke Pent house terdengar di telinganya.
"Makasih mas Herlam, atas pengertiannya. Ijin Sandra untuk masuk ke dalam," setelah mengucapkan beberapa kata, gadis itu segera meninggalkan Herlambang yang masih menatapnya dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan.
"Non Sandra.. tuan muda sudah menunggu di atas.." Cassandra terkejut, baru beberapa langkah berjalan, ada dua laki-laki muda mencegatnya. Tetapi tanpa banyak bicara, gadis itu segera masuk ke dalam pintu lift yang sudah terbuka, dan langsung menekan tombol untuk menuju ke Pent house.
*********
Pent House
Baru saja Cassandra keluar dari dalam lift, ternyata sudah ada dua pengawal yang menunggunya. Dua laki-laki itu memberi hormat pada gadis itu, ,mereka menganggukkan kepala sambil tersenyum, Mereka seperti menunggu kedatangan gadis itu.
"Sebenarnya siapa yang berada di dalam..?" Cassandra langsung bertanya pada laki-laki itu.
"hanya tuan muda saja non.., tadi kami sempat berada di dalam, Tapi tuan muda mengusir kami keluar dan meminta untuk menghubungi non Sandra, Kami harap, non Sandra segera masuk ke dalam, dan melihat keadaan tuan muda.." dengan ketakutan, dua laki-laki itu meminta Cassandra untuk segera masuk.
Mendengar jawaban kedua laki-laki itu, sebenarnya gadis itu seperti memiliki firasat yang kurang baik. Tetapi mengingat bagaimana karakter tuan mudanya, Cassandra memaksakan diri untuk masuk ke dalam Pent House. Sebelum perempuan itu melangkahkan kakinya, terlebih dahulu Cassandra mengambil nafas dalam. Setelah meyakinkan hatinya, akhirnya gadis itu memberanikan diri mendorong pintu, kemudian masuk ke dalam.
"Permisi.. tuan muda.. dimanakah tuan muda berada.." Cassandra merasa kebingungan, karena tidak melihat siapapun berada di ruangan itu.
"Kenapa sepi di ruangan ini, dimana tuan muda. Apakah berada di dalam kamar, terus apa yang harus aku lakukan. Tidak mungkin juga kan, jika aku masuk ke dalam kamar untuk memanggil tuan muda.." Cassandra berbicara pada dirinya sendiri.
Beberapa saat, gadis itu hanya duduk di atas sofa menunggu siapa tahu, tuan mudanya akan segera keluar menemuinya. Namun, sampai hampir lima belas menit Cassandra menunggu, tetap tidak ada panggilan untuknya. Tiba-tiba..
Sesaat kembali suara sepi melingkupi di dalam pent house, dan Cassandra sampai merasa merinding ketika mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Warna dominasi, hitam, coklat dan putih sesuai dengan warna maskulin laki-laki seperti menghinoptis pemandangan matanya. begitu sepi masih terus merayap, sayup-sayup telinga Cassandra seperti mendengar suara rintihan.
"Suara siapa itu yang merintih, apakah tuan muda..?" Cassandra bertanya pada dirinya sendiri.
tetapi lama kelamaan suara rintihan itu terdengar semakin keras. Cassandra sampai merasa ngeri, kemudian melangkahkan kaki mencari sumber suara itu. Toh dalam pikirannya, di luar banyak pengawal yang mengawasi keberadaannya, sehingga semakin memantapkan gadis itu untuk menuju ke kamar tuan mudanya.
"Tok.. tok.. tok.., tuan muda, tuan muda.." Cassandra mencoba memanggil tuan mudanya. Namun tidak terdengar ada jawaban dari dalam kamar.
"Aaaaw..." suara rintihan terdengar. Tanpa berpikir panjang, karena hanya berpikir tentang keselamatan tuan mudanya, Cassandra segera mendorong pintu tersebut dan berlari masuk ke dalam.,
Di dalam kamar, gadis itu kebingungan, karena merasa tidak melihat siapapun di atas king size bed. Gadis muda itu merasa deg-degan, karena baru kali berada di dalam kamar seorang laki-laki. Tiba-tiba di bawah temaram lampu kamar, Cassandra melihat seperti tubuh seseorang yang tersungkur di lantai. Gadis itu segera berlari menghampiri sesosok tubuh tersebut, dan sejenak rasa shock menyelimuti Cassandra. Sesosok tubuh yang tidak mengenakan pakaian tampak merintih, seperti menahan sesuatu.
"Akankah aku datangi tuan muda.. tapi.." sesaat gadis itu menangkupkan kedua telapak tangan menutupi wajahnya.
Tapi tiba-tiba belum hilang rasa terkejutnya, tanpa sedikitpun gadis itu tahu, Cassandra merasa ada sepasang tangan yang memeluknya erat dari belakang. Yang membuat gadis itu semakin panik, tiba-tiba saja sepasang wajah mendekat ke arah wajahnya, dan kemudian terasa bibir laki-laki itu menjilat belakang telinganya. Sesaat tubuh Cassandra terasa seperti kesetrom, tapi secara reflek gadis itu menolak, dengan menggunakan kedua tangannya mendorong dada laki-laki itu ke atas ranjang.
"Tuan muda sadarlah.. tuan muda keliru.. tolong tuan muda.." Cassandra merintih mencoba memisahkan tubuhnya dari tubuh laki-laki muda itu.
Dengan cepat, tangan Andreas Jonathan menarik tangan Cassandra, dan tubuh gadis itu terjatuh dalam posisi memeluk tubuh laki-laki itu dalam keadaan terlentang. Apesnya ternyata laki-laki itu sudah dalam keadaan telanjang bulat, dan seperti dalam keadaan konak. Dengan cepat kedua kaki Andreas Jonathan menjepit pinggang Cassandra, yang membuat gadis itu tidak dapat berkutik.
"Lepaskan tuan muda.. lepaskan tuan.." merasa tidak mampu menyingkirkan tubuh laki-laki itu dari atas tubuhnya, Cassandra hanya bisa merintih. Tetapi hal berbeda dirasakan oleh Andreas Jonathan, laki-laki itu merasa memiliki kuasa penuh atas tubuh perempuan di bawah tubuhnya itu.
Gadis itu betul-betul merasa ketakutan dengan sikap dan keganasan laki-laki di depannya itu. Bahkan Cassandra tidak menyangka, jika CEO PT. Indotrex. Tbk itu akan mampu melakukan perbuatan yang menjijikkan itu.
"Krekkk... aaaww .. jangan tuan muda.." Cassandra menjerit ketakutan, ketika tangan Andreas Jonathan menarik pakaian yang dikenakannya. Tanpa disadari, pakaiannya sudah robek di beberapa tempat terkena tarikan kasar dari laki-laki itu. Sesaat Cassandra seperti kehilangan kesadaran, dan hal itu malah menjadikan Andreas Jonathan memiliki kebebasan dalam mengeksplorasi setiap jengkal tubuhnya. Bibir laki-laki itu sudah dengan bebasnya mengabsen setiap inchi dari jengkal tubuh Cassandra, dan perempuan itu tidak mengetahui dan mampu untuk menolaknya.
**********