
Cassandra meronta, dan ingin melepaskan diri dari pelukan laki-laki itu. Namun tangan Andreas Jonathan lebih kuat dari tenaga perempuan muda itu. Dengan tetap membiarkan tubuh Cassandra di pangkuannya, laki-laki itu berdiri, dan tidak lama kemudian dengan bridal style, tubuh Cassandra sudah berada dalam rangkulannya. Khawatir jika terjatuh, Cassandra mengalungkan kedua tangannya di leher Andreas Jonathan. Laki-laki itu membawa tubuh istrinya ke kamar yang berada di dalam ruang kerja. Cassandra sudah tidak bisa berkutik, selain hanya pasrah menikmati perlakuan mesra dari suaminya.,
"Honey... seharusnya sejak dulu aku membawamu ke tempat kerja ini. Kamu adalah penawar kegundahan, dan penggugah semangat hatiku.." ciuman Andreas Jonathan sudah berpindah ke leher Cassandra. Perlahan satu tangan laki-laki itu sudah melepaskan kancing baju di tubuh istrinya, dan tidak lama kemudian baju Cassandra sudah terjatuh di atas lantai.
Cassandra sudah tidak mampu lagi untuk menolak, ataupun menahan serangan erotis yang diberikan oleh suaminya. Perempuan muda itu merasakan sebuah sensasi yang bersama, dimana mereka di tempat yang baru, melakukan sesuatu untuk saling menggugah perasaan kasih sayang di antara keduanya. Ciuman demi ciuman dihujankan oleh Andreas Jonathan, dan Cassandra hanya merintih merasakan kenikmatan itu.
Tangan Cassandra menggapai kancing baju suaminya, dan laki-laki itu membantu dengan melonggarkan kancing baju di leher dan segera melepaskan dasi yang mengikat di lehernya, Tidak menunggu lama, pasangan suami istri itu sudah dalam keadaan tidak mengenakan pakaian sama sekali.
"Ssshh... kak Andre... ugh.." ciuman Andreas Jonathan kembali meraja lela, Semua inchi bagian tubuh Cassandra mendapat sentuhan kenikmatan dari bibir laki-laki itu. De**sahan, le**nguhan berirama menjadi suara yang mengalirkan semangat untuk melakukan penyatuan. Aroma percintaan sudah memenuhi ruangan itu, dan pendingin ruangan seakan tidak lagi menjadi berarti mengimbangi gerakan dari sepasang anak manusia.
"Honey.. aku akan melakukannya sayang.. mmm.. " Andreas Jonathan kembali berbisik di telinga istrinya.
Dengan tubuh yang masih saling berpelukan dan saling memagut, Andreas Jonathan mengarahkan istrinya untuk menghampiri ranjang yang ada di dalam kamar istirahat itu. Tidak lama kemudian, dengan suara tertahan karena rasa nikmat, tubuh Cassandra sudah direbahkan di atas ranjang empuk tersebut. Tanpa meminta persetujuan dari istrinya, tubuh Andreas Jonathan sudah berada di atas tubuh istrinya.
Squissy kenyal dan kembar di dada Cassandra, menjadi tempat landasan tempur pertama untuk Andreas Jonathan melepaskan hasratnya. Bibir Cassandra terus mengeluarkan de**sahan, dengan mata terpejam menikmati bibir suaminya yang bermain-main di pucuk squissy tersebut. Sebuah rasa yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata terus memacu adrenalin pasangan suami istri itu.
"Honey.. aku tidak bisa menahannya lagi, aku akan masuk honey.." sebuah bisikan lembut di telinga Cassandra, seperti memberikan isyarat ketika hasrat manusia purba Andreas Jonathan sudah tidak bisa lagi untuk dikendalikan.
Akhirnya dengan mata terpejam, pasangan suami istri itu mendapatkan kenikmatan bersama. Keduanya terkulai lemas, dan sampai kehilangan ingatan untuk beberapa saat. Ketukan di pintu yang terdengar sejak tadi, tidak ada yang menjawab dan semua mengabaikannya. Pasangan suami istri itu sudah saling tertidur pulas dengan saling berpelukan. Sebuah pemandangan yang sangat indah, dimana dua tubuh saling bersatu, seakan tidak mempedulikan dunia lain yang ada di sekitarnya.
**********
Herlambang dengan muka masam mampir ke ruang kerja Miss Cathy. Untung perempuan muda itu tidak sedang banyak pekerjaan, sehingga mau melayani datangnya anak muda itu ke ruang kerjanya. Miss Cathy hanya tersenyum melihat wajah cemberut Herlambang. Beberapa saat kemudian, perempuan muda itu mendatangi Herlambang di sofa, kemudian duduk di sampingnya.
"Apa lagi yang terjadi denganmu Herlam.., sejak pagi sepertinya tidak ada indah-indahnya aku melihat ekspresi wajahmu. Bahkan kali ini, wajahmu terlihat lebih gelap dari tadi pagi.." Miss Cathy mencoba memancing masalah apa yang sedang dihadapi oleh teman barunya itu.
"Ini kan perusahaan miss, kantor. Sudah sewajarnya kan, siapapun akan merespon setiap tamu yang berkunjung ke ruangannya. Padahal aku tahu persis, mereka ada di dalam. Tetapi tidak ada satupun yang meresponnya, dan membiarkanku menunggu untuk waktu yang lama. Itupun juga tidak ada hasilnya.." herlambang melupakan semua emosinya.
"Tuan muda Andreas Jonathan. Tadi aku bermaksud akan konsultasi dengan tuan Alexander, tetapi ternyata laki-laki itu hari ini tidak berangkat ke perusahaan. Karena tadi aku melihat, jika tuan muda ada di perusahaan, dan aku juga kenal baik dengan istrinya, aku mencoba untuk konsultasi dengan beliau. Namun.. jangankan jawaban, membukakan pintu saja tidak."
Miss Cathy tertawa mendengar apa yang diceritakan oleh Herlambang. Air mata Miss Cathy sampai keluar karena berpikir jika anak muda di depannya itu sangat polos.
"Kenapa miss Cathy malah mentertawakanku.." protes Herlambang.
"Herlam.. Herlam, aku bingung bagaimana aku harus mengatakan kepadamu. Apalagi kita ini memiliki status yang sama, masih jomblo dan belum memiliki pasangan. Tapi aku harus mengatakannya, agar kamu tidak mengulangi kesalahan fatal ini lagi."
Herlambang semakin bingung, dan menatap wajah Miss Cathy dengan serius.
"Herlambang..., besik lagi jangan kamu lakukan lagi. Hak tuan muda, untuk menolak tamu ataupun karyawan yang akan menemuinya. Apalagi kali ini, beliau membawa istri ke kantor, dan di belakang ruang kerjanya ada kamar tidur seperti suites di hotel bintang lima. Sah-sah saja dong, untuk melakukan hubungan dengan pasangan pada saat jam kerja, kata psikolog akan membangkitkan mood dan semangat kerja." Miss Cathy berbisik di telinga Herlambang.
Laki-laki itu terhenyak mendengar kata-kata yang diucapkan Miss Cathy, pikirannya jadi mengembara kemana-mana. Kemudian pikirannya membayangkan bagaimana tuan muda Andreas Jonathan dan Cassandra berpelukan tanpa selembar benanpun, dan wajahnya menjadi memerah..
"Hey.. hey.. Herlam, hentikan lamunanmu. Kamu nanti malah travelling kemana-mana pikirannya, ayo kita kembali fokus.." Miss Cathy berbisik di telinga Herlambang.
Herlambang kaget, tiba-tiba saja laki-laki itu malah memegang tubuh miss Cathy kemudian memeluk erat tubuh perempuan muda itu. Miss Cathy terkejut, namun membiarkan Herlambang memeluk tubuhnya. Beberapa saat kemudian, tanpa kedua anak muda itu sadari, keduanya sudah dalam keadaan berciuman. Kedua bibir anak muda itu saling berpagut untuk beberapa saat,.. dan akhirnya..
"Mmm.. maaf Miss Cathy.. maafkan atas sikap impulsive ku ini." tiba-tiba Herlambang tersadarkan kembali,
Laki-laki itu perlahan melepaskan pelukan pada perempuan itu, kemudian keduanya kembali duduk di atas sofa dan saling menundukkan kepala. Keduanya terdiam beberapa saat, berusaha merasakan apa yang baru saja mereka rasakan.
*********