CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 90 Berita Kebahagiaan



Lima hari setelah dirawat di rumah sakit Medika Solo, Andreas Jonathan memutuskan untuk membawa istri dan putranya untuk kembali ke Jakarta dengan membawa private jet. Laki-laki itu memberi nama anaknya Altezza Andreas. Karena Armand adik Cassandra dalam keadaan usia sekolah, dan tidak bisa terlalu banyak ijin tidak masuk sekolah, Nyonya Dhini tidak bisa menyertai putrinya ke Jakarta. Tampak tuan besar Wijaya selalu tersenyum dalam keadaan bahagia, karena sudah mendapatkan cucu sebagai generasi penerus keluarga besar Wijaya.


"Honey.., Altezz daddy gendong saja. Nanti luka bekas operasi caesar akan bisa membuka lagi, jika terkena gesekan." Andreas Jonathan akan mengambil putra dan menggendongnya. Namun istrinya Cassandra menggelengkan kepala menolaknya.


Meskipun pasangan suami istri itu sudah menikah, sah secara agama dan pemerintah, tetapi rasa trauma Cassandra atas perkosaan yang pernah dilakukan suaminya itu, belum bisa hilang dari pikirannya. Andreas Jonathan selalu memperlakukan istrinya dengan sangat baik, tapi gadis itu masih belum bisa membuka hati. Bahkan belum pernah, Cassandra memiliki inisiatif untuk mengajak suaminya. Ketika Andreas Jonathan mengajaknya bicara, Cassandra hanya menanggapinya sambil mengangguk atau menggelengkan kepalanya. Tuan Wijaya yang memahami interaksi antara putra semata wayang dengan menantunya itu, tidak bisa bertindak apapun.


"Baiklah honey, berhati-hatilah.." dengan penuh perlindungan, Andreas Jonathan memegang kedua bahu istrinya. Dua pengawal berjalan di belakang pasangan suami istri, mereka berjalan menuju ke arah pesawat yang sudah menunggu mereka di lapangan terbang Adi Sumarmo Solo.


"Tuan muda.. jadinya hari ini kita akan pulang kemana?? Apartemen, PIK 2 atau ke tempat lain.." sambil berjalan, Alexander bertanya pada tuan mudanya.


"PIK 2 saja, putraku butuh ketenangan. Di tempat itu, kita lebih mudah aksesbilitasnya, apalagi memperhatikan keadaan istriku yang masih recovery pasca operasi. Apakah kamu sudah menghubungi dokter kulit, untuk pemulihan bekas operasi di perut istriku.." Andreas Jonathan menjawab pertanyaan Alexander.


"Baik tuan muda.. akan segera dikondisikan oleh para pengawal dan ART. Untuk dokter, kebetulan besok jam dua siang, baru landing setelah melakukan perjalanan ke Perancis. Saya sudah mengatur janji, dan jam lima sore sudah akan menuju ke tempat nona muda. Saya sudah memastikan kedatangannya.." Alexander melaporkan hasil kerjanya.


"Good job.." sahut Andreas singkat.


Cassandra tetap diam tidak turut membuat komentar apapun, padahal sebelum menikah dengan Andreas Jonathan, hubungannya dengan Alexander sangat baik. Namun.. sejak beberapa hari mereka bertemu di rumah sakit Medika, mendadak Cassandra menjadi pendiam. Padahal Alexander terus berusaha mengajaknya untuk berkomunikasi. Andreas Jonathan juga tidak memaksa istrinya, laki-laki itu seperti membiarkan istrinya agar menyesuaikan sedikit demi sedikit dengannya. Laki-laki muda itu yakin, jika suatu saat, istrinya akan membuka hati untuknya.


"Tuan muda.. arah sini tuan muda. Jika kita masuk bandara melalui akses jalan sebelah sana, itu untuk penumpang komersil." tampak pengawal mengarahkan Andreas Jonathan, yang akan berjalan memasuki bandara melalui akses berbeda.


Andreas Jonathan segera merangkul istrinya yang sedang menggendong Altezz di depan, dan langsung menuju ke arah private jet yang sudah menunggu mereka. Tuan besar Wijaya tidak mau ketinggalan, laki-laki tua itu juga mempercepat langkahnya untuk mengikuti pasangan suami istri itu, Sesampainya di mobil, Andreas Jonathan tidak mau menunggu, langsung membantu istrinya masuk ke dalam private jet.


Alexander dan dua pengawal mengikuti rombongan itu masuk ke private jet, dan lainnya akan terbang ke Jakarta dengan mengenakan pesawat terbang komersial. Sebenarnya private jet itu masih bisa menampung lima orang lagu, namun tuan muda tidak mengijinkannya.


********


Di sebuah apartemen


"Damn it... ini berita abal-abal atau berita beneran sih..?" Jennifer tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Gadis itu kemudian membuka ponsel dan mencari berita infotainment untuk memastikan kebenaran berita itu.


"Ternyata berita beredar ini benar adanya, apakah tante Sandrina sudah mengetahui tentang berita ini. Kenapa aku bisa terlewat dengan berita ini.., dan kenapa tuan muda bisa sampai menghamili sekretaris itu.." rasa amarah meluap di dada perempuan itu. Tahunan Jennifer selalu berusaha mendekati Andreas Jonathan dan berhasil memanjat tempat tidurnya, namun tidak pernah terpikirkan kala itu untuk memiliki anak dari laki-laki itu. Bukan karena Jennifer yang tidak mau, melainkan Andreas Jonathan yang selalu berhati-hati untuk tidak mau meninggalkan jejak.


"Kenapa harus sekretaris itu, kenapa tidak denganku tuan muda.." Jennifer meratapi berita yang dibacanya itu.


Merasa marah, Jennifer mencari nama Nyonya Sandrina, mama Andreas Jonathan kemudian mengirimkan pesan chat pada perempuan yang memiliki hubungan dekat dengannya itu.


"Malam tante.. ini Jenni, apakah tante ada waktu untuk kita saling bertukar chat malam ini?" Jennifer mengiri pesan pada mama laki-laki yang ingin dimilikinya itu.


"Hey Jenni... ini di Canada sudah siang hari sayang. Tumben-tumbenan hubungan tante sayang.. what happend?" tidak diduga, ternyata Nyonya Sandrina langsung menanggapi chat Jennifer.


"Tante sudah tahu belum , atau jangan-jangan tante juga kasih restu ya." Jennifer mulai memancing perempuan paruh baya itu.


"Kamu ini bicara apaan sayang, tante tidak kemana-mana, dan juga tidak baca berita. Restu apa yang kamu maksud Jenni..?" ternyata nyonya Sandrina belum mengetahui berita pernikahan putranya, dan juga cucunya yang sudah lahir ke dunia.


Jennifer merasa malas menjelaskan pada mamanya Andreas Jonathan, perempuan itu mengcopy link berita online, kemudian melampirkannya pada chat di whattsapps. Begitu link itu diklik, mata perempuan tua itu terbelalak, terlebih setelah membaca berita di dalamnya. Putranya sudah menikah dengan perempuan yang selama ini dibencinya, karena dari penilaian perempuan itu tidak memiliki tata krama dan sopan santun. Malah tidak tahunya, perempuan itu sudah menjadi menantunya.


"Ini berita abal-abal atau bisa dipertanggung jawabkan Jenni.. tante sungguh terkejut dengan mendengarkan berita ini." Nyonya Sandrina mencari tahu pada gadis itu,


"Mungkin tante Sandrina bisa mencari tahu, dan melihat apakah berita ini benar atau tidak tante.. Kenapa tante tidak pulang atau kembali saja ke Jakarta, sepertinya Om Wijaya juga sudah beberapa waktu berada di Jakarta." masih berharap untuk mendapatkan Andreas Jonathan, Jennifer meminta nyonya Sandrina untuk pulang.


"Akan aku pertimbangkan usulmu Jenni.., nanti aku akan mencari jadwal penerbangan komersil. Jika memang tidak ada, aku bisa pulang ke Jakarta dengan private jet.." Nyonya besar Sandrina memberi janji pada Jennifer.


**********