
Setelah menikmati sarapan pagi, dan coach trainer yang akan melatih putranya untuk pengembangan diri sesuai usia sudah datang, Cassandra berniat untuk mendatangi paviliun tempat laki-laki yang ditemukan terluka tadi beristirahat. Untuk mencegah masalah, Cassandra merasa perlu untuk mengetahui penyebab laki-laki itu terluka. Dan jika diketahui jika anak muda itu orang jahat, maka akan segera mengusirnya keluar dari mansion itu.
"Nona muda...,, laki-laki yang tadi kita berikan pertolongan saat ini sudah menunggu nona muda di serambi taman." terlihat penjaga keamanan mencegat nona mudanya, dan melapor kepadanya.
"Apakah yang tadi aku perintahkan, sudah dilaksanakan semuanya. Bersihkan, obati, dan minta laki-laki itu untuk makan pagi."
"Semua sudah dilaksanakan nona muda, untuk itu saya berani untuk memberi tahu pada nona muda." dengan sikap hormat, petugas jaga itu menundukkan pandangannya.
"Baiklah.. aku akan mendatanginya." Cassandra segera berjalan menuju ke pintu sebelah, dan penjaga keamanan itu berjalan di belakangnya untuk memberikan pengawalan. Beberapa saat berjalan akhirnya Cassandra melihat seorang laki-laki yang duduk di kursi dengan memunggunginya. Melihat postur tubuh laki-laki itu dari belakang, sepertinya laki-laki itu memiliki wajah yang tampan.
"Anak muda berbaliklah.. nona muda ingin berbicara denganmu.." petugas jaga berbicara dengan nada agak tinggi. Cassandra hanya diam saja menunggu respon laki-laki tersebut,
Beberapa saat kemudian, anak muda itu membalikkan wajahnya. Mata biru laki-laki itu terlihat sangat menyejukkan, dan meskipun beberapa bagian di wajahnya tertutup oleh kain kassa untuk menutup luka-lukanya, terlihat laki-laki muda itu sebenarnya sangat tampan. Sesaat, Cassandra dan laki-laki itu saling bertatapan.
"Uhukkk..." tiba-tiba petugas jaga terbatuk, dan Cassandra segera tersadarkan kembali, begitu juga dengan laki-laki itu.
"Siapakah kamu, dan kenapa bisa terluka dengan terbaring di rerimbunan bunga di taman. Ceritakan siapa dirimu, asal usulmu dan jangan ada yang kamu tutupi! Kamu akan tahu akibatnya jika berani berbohong kepadaku.." dengan kata-kata tegas, Cassandra bertanya pada anak muda itu.
Anak muda itu tersenyum, dan matanya terlihat berbinar. Terlihat jelas, jika anak muda itu terpukau melihat wajah cantik gadis Asia yang ada di depannya. Tetapi Cassandra menunjukkan tatapan dingin, dan terus melihat ke arah wajah anak muda itu.
"Terima kasih atas bantuanmu nona muda.., karena pertolongan kalian, aku bisa kembali selamat dan bisa berada di tempat ini. Sangat rumit ceritanya, jika aku harus menceritakan siapa diri, dan dari mana asal usulku. Untuk mempersingkat, namaku Edward.. berasal dari Spanyol. Karena kesialanku, aku berakhir terluka dan dilempar oleh orang-orang jahat itu di wilayah sekitar ini. Untung aku bisa bertemu dengan kalian.." laki-laki itu akhirnya menceritakan siapa dirinya.
"Okay.. aku tidak akan bertanya terlalu banyak padamu. Ingat.. jika kamu memang sudah merasa baik, kamu harus segera pergi dari mansion ini. Aku tidak mau mencari masalah, berurusan dengan orang-orang yang tidak aku kenal, dan juga aku tidak bisa berbicara dengan sembarang orang terutama laki-laki, terutama ketika suamiku sedang tidak ada di rumah ini." dengan tegas, Cassandra membuat peringatan.
"Tenanglah nona cantik, aku akan mengganti semua biaya yang sudah kamu keluarkan untuk merawatku. Aku masih butuh beberapa hari untuk berada di rumah ini.., dan jika aku sudah merasa tenang, maka orang-orangku akan datang menjemputku ke tempat ini." laki-laki dengan santai menanggapi kata-kata Cassandra.
"Hey.. jaga mulutmu anak muda. Apakah kamu berpikir jika nona mudaku ini merupakan orang yang kekurangan uang, sehingga dengan beraninya bertindak sombong kepadanya.." melihat cara anak muda itu berbicara, petugas jaga itu tersulut emosinya.
*********
Menjelang sore hari, Cassandra terbangun dari tidur siangnya. Udara dingin di tempat tinggalnya saat ini, memang menjadi trigger bagi perempuan muda itu untuk memejamkan mata dan bermalas-malasan di atas ranjang. Apalagi sudah satu minggu lebih, suaminya Andreas Jonathan belum berkirim kabar, dan Cassandra tidak tahu kapan suaminya akan kembali menemaninya di negara itu. Untungnya, mansion yang menjadi tempat tinggalnya di negara ini, memiliki pemandangan yang menakjubkan. Tampak gugusan salju terlihat di puncak gunung yang ada di depannya, dan lingkungan tempat tinggalnya termasuk wilayah yang sepi, dan sangat cocok untuk menghabiskan waktu dengan bersantai.
"Hmm..., kenapa ya kak Andre belum berkirim kabar kepadaku. Atau baru banyak kesibukan di Indonesia, sehingga suamiku belum sempat mengirimiku kabar keberadaannya," Cassandra berpikir sendiri. Perempuan muda itu beranjak bangun dari posisi tidurnya, kemudian mengambil ponsel yang ditinggalkan di meja kecil samping tempatnya tidur. Tidak lama kemudian, Cassandra sudah masuk berselancar di ponsel, untuk mencari tahu jika suaminya berkirim kabar. Namun di messenger facebook, whatsapps, maupun email tidak ada secuil kabar dari suaminya.
"Berarti kak Andre memang lagi benar-benar sibuk, mungkin kak Andre memberi waktu untuk kak Alex dan Stevie menikmati masa bulan madu mereka, sehingga memimpin perusahaan sendirian beberapa saat. Dan papa Abraham, mungkin sudah membawa pergi mama Sheilla ke Canada." Cassandra berpikir positif.
"Tapi daripada aku menghabiskan waktu untuk memikirkan kak Andre, lebih baik aku mencari ALtezz saja. Waktu sudah sore, Altezz harus segera mandi membersihkan diri, makan malam dan istirahat. Jangan sampai berada di kota ini, yang harusnya bisa membentuk habit baik untuk tumbuh kembang Altezz, malah menjadi rusak karena banyak kebiasaan jelek yang diadopsi." teringat akan putranya, perlahan Cassandra berdiri.
Untuk menjaga image suaminya, Cassandra berjalan menuju wastafel untuk mencuci wajahnya. Setelah mengeringkan mukanya dengan menggunakan handuk kecil, Cassandra kemudian mengganti baju tidurnya dengan baju santai, kemudian melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar.
"Selamat sore nona muda, anda sudah bangun tidur. Apakah perlu untuk Cherry siapkan minuman panas untuk menemani waktu sore nona muda.." baru berjalan beberapa langkah, pelayan rumah yang bernama Cherry bertanya pada perempuan muda itu.
"Tidak perlu Cherry.., aku tidak terbiasa melakukan meal di waktu sore hari. Nanti saja, setelah kita semua mandi, baru disiapkan makan malam.." tidak sama dengan kebiasaan di Indonesia, Cassandra selalu menolak untuk ditawari camilan setiap menjelang sore hari.
"Baik nona muda, segera panggil Cherry jika nona muda membutuhkan pelayanan." Cherry membungkukkan badannya, dan bermaksud untuk berlalu dari hadapan Cassandra.
"Cherry.. apakah kamu melihat dimana putraku Altezz..?" Cassandra menahan perempuan itu.
"Ada di kebun belakang nona muda, tadi saya kebetulan berpapasan dengan suster Rosanna yang menemani Tuan kecil." dengan sopan, Cherry menanggapi pertanyaan perempuan muda itu.
"Baiklah.. lanjutkan pekerjaanmu.." Cherry kemudian berjalan meninggalkan nona mudanya untuk menuju ke arah dapur,
*********