
Pukul sebelas siang, akhirnya dengan membawa satu pengasuh ALtezza, Cassandra dengan ditemani Stevie dan Nyonya Sheilla pergi ke Senayan City mall. Dua pengawal tampak mengikuti di belakang mobil yang dikemudikan oleh driver keluarga Andreas Jonathan. gadis muda itu bisa pergi dengan tenang, karena sudah mengantongi ijin dari suaminya. Dan tanpa diketahui oleh mereka, Alexander sudah membuat pengaturan untuk keamanan di lokasi mall. Mereka tidak mau lengah, apalagi baru beberapa hari lalu, Andreas Jonathan mendapat kabar jika Sandrina dan Jennifer sudah kabur dari penjara.
"Berapa jam perjalanan kak kita menuju ke Senayan City mall..." karena memang tidak tahu, Stevie bertanya pada kakak iparnya.
"Sebenarnya dekat Stevie, hanya lima menit karena akses jalan hanya lurus untuk menuju ke mall. Namun tahu sendiri bukan.. jalannya two way... tapi dibatasi marka di tengah jalan. Jadi kita harus ambil jalan melingkar. Nanti di samping Stadion Gelora Bung Karno, kita putar balik, dan ambil jalan tikus agar bisa lebih cepat sampainya.." cassandra menjelaskan.
Stevie tampak manggut-manggut.., dan jika dibandingkan dengan SIngapura.., memang Jakarta masih kalah. Namun melihat banyaknya orang lalu lalang di jalan, masih ada bemo, sepeda motor yang sangat banyak, menambah kekaguman gadis itu akan kota ini. tidak lama kemudian, mobil yang disetiri oleh driver itu sudah memasuki depan lobby mall. Tidak diduga ternyata dengan sigap pengawal yang ditugaskan Alexander sudah turun untuk menyambut sendiri kedatangan nona mudanya, bahkan mengambil alih tugas dari security mall.
"Lho.. bukannya kami pengawal kak Alex.. apakah anak muda itu yang menugaskan kamu kesini.." merasa pernah melihat wajah pengawal itu, Cassandra bertanya pada anak muda tersebut,
"Iya nona muda.. tuan Alex sedang menemani tuan muda Andre untuk melakukan negosiasi. Kemudian tuan Alex meminta saya untuk melakukan pengamanan di mall ini. Silakan masuk nona muda.. semua sudah kami kondisikan dan akan aman untuk nona muda dan keluarga berbelanja.." pengawal itu dengan sopan menjelaskan.
"Hmm.. baiklah laksanakan tugasmu dengan baik." akhirnya Cassandra segera menghampiri mama mertuanya, kemudian menggandeng perempuan paruh baya itu, untuk diajaknya masuk ke mall bersama.
"Jaman dulu.., mall ini belum ada. Jika tidak salah, mall besar pada saat mama masih berada di kota ini namanya Sarinah.." begitu mereka memasuki mall, Nyonya Sheilla berkomentar tentang keberadaan mall.
"Oh Sarinah mam... saat ini mall Sarinah sudah beralih fungsi, karena mall itu termasuk BUMN. Saat ini Sarinah menjadi pusat perdagangan dan promosi barang-barang produksi dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat." Cassandra menjelaskan pada mamanya.
"Bagus itu.. jadi ada wadah untuk produk-produk UMKM dalam memajang hasil produknya. Hanya saja, memang harus melalui seleksi yang ketat, agar para penjual tidak menaikkan harga. Pengelola Sarinah juga harus mengenakan tarif sewa yang terjangkau, sehingga semua kalangan bisa menyewa tempat tersebut," Nyonya Sheilla berkomentar.
Ketiga perempuan itu, dengan satu pengasuh yang mendorong stroller untuk menempatkan ALtezza terus memasuki area mall, dan beberapa kali mampir di merchant yang terlihat cukup ramai. Melihat butik tempat pertama kalinya, Cassandra diajak Andreas Jonathan dan Alexander berbelanja, ketika masih menjadi karyawan di PT. Indotrex. Tbk, gadis itu tersenyum.
"Mama.. Stevie.. kita masuk ke butik itu yukk.. Koleksinya bagus-bagus.. mama dan Stevie bisa berbelanja disana. Nanti kakak yang akan membayar semua tagihannya.." seperti ada yang menariknya, Cassandra mengajak dua perempuan yang bersamanya itu untuk masuk ke butik tersebut.
Stevie dan nyonya Sheilla saling berpandangan, karena butik itu ternyata juga memiliki cabang di Singapura. Selama ini, karena harus berhemat, kedua perempuan itu memang hanya bisa menatap dengan muka pingin, jika kebetulan mereka berada di depan butik itu. Namun kali ini Cassandra menawarkan dan mengajaknya untuk masuk ke dalam.
Beberapa saat ketiga perempuan itu berada di dalam butik. Nyonya Sheilla dan Stevie menolak melihat harga yang sangat mahal pada koleksi fashion di butik tersebut, Namun Cassandra tetap memaksa mereka untuk memilih beberapa pakaian, tas dan juga sepatu.
"Tapi kak... pakaian ini sangat mahal sekali. Stevie tidak tega untuk mengenakannya kak.." berulang kali Stevie menyampaikan penolakan, Gadis itu teringat bagaimana dirinya dan mamanya harus bertahan hidup di SIngapura, agar dirinya tetap bisa sekolah, dan juga untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sedangkan harga satu pakaian saja di butik ini, bisa digunakannya untuk makan satu bulan.
"Stevie.., jangan bantah kakak. Ini perintah Stevie.. tanpa uang dari kak Andre.., kak Sandra masih mampu untuk membelikanmu beberapa pakaian di butik ini. Kamu layak untuk mengenakannya Stevie.. demikian juga dengan mama.." Cassandra terus mendesak.
Akhirnya karena kedua perempuan itu tetap tidak mau memilih pakaian, Cassandra meminta pemilik butik untuk membungkus beberapa pakaian yang tadi sudah dicoba Stevie dan Nyonya Sheilla. Kedua perempuan itu tidak mampu lagi berkata-kata, mereka hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh istri dari Andreas Jonathan itu.
"Terima kasih nona muda.., saya tidak akan lupa dengan wajah nona muda. Wajah nona muda tetap sama, demikian juga dengan wajahnya masih sama ketika nona muda pertama kali datang ke butik ini, dengan didampingi tuan muda Andreas Jonathan dan tuan Alexander. Putra nona muda dan tuan muda sudah besar, terlihat sangat menggemaskan." pemilik butik menyambut ramah kedatangan Cassandra.
Istri Andreas Jonathan itu kaget, ternyata di butik ini memiliki katalog, siapa yang pernah membeli atau memesan fashion di butik ini. Ternyata tanpa sepengetahuannya, Alexander beberapa kali memesan fashion di butik ini menggunakan namanya. Butik ini sudah menyimpan ukuran tubuhnya, jadi begitu Alexander menelpon, maka desainer akan langsung membuatkan konsep dan ditawarkannya pada Alexander kembali.
"Baik terima kasih kembali atas servicemu pada keluargaku. Pack semua pakaian, sepatu dan tas, antar langsung ke mobil. pengawalku akan menunjukkan jalan.." Cassandra segera memberi perintah pada pemilik butik itu. Karena nama Cassandra sebagai member VIP yang harus mendapatkan pelayanan privielege. dengan senang hati pemilik butik melaksanakan perintah dari gadis itu.
"Mama.. Stevie.. kita akan istirahat dulu untuk mencari minuman atau makanan. Lama tidak berjalan-jalan, ternyata kaki Sandra sudah letih.." dengan tidak berdaya, Cassandra mengajak rombongannya untuk mencari tempat istirahat.
"Kakak.. Stevie masih kenyang. Bagaimana jika kita makannya yang ringan-ringan saja.." begitu mereka keluar dari dalam butik, Stevie bertanya pada kakak iparnya.
"Hmm baiklah..kita ke Salad Stop! saja. Nanti kamu bisa pilih, beraneka pilihan salad, ada juga beberapa asupan karbohidrat low fat jika nanti masih merasa belum kenyang.." akhirnya Cassandra mengajak Stevie dan nyonya Sheilla untuk menuju ke merchant yang menyediakan healthy food.
*********