CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 279 Sedikit Kecewa



Setelah sehari semalam melakukan penerbangan dari bandara Zurich, akhirnya private jet yang membawa Alexander dan Stevie akhirnya landing di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang ada di Denpasar. Pasangan suami istri segera masuk ke mobil shuttle, yang akan mengantarkan mereka sampai di depan pintu kedatangan penumpang. Tampak dua orang yang mengawal mereka, sejak mereka turun dari private jet dan mengikuti keduanya sampai di terminal kedatangan.


"Tuan Alex..., nona muda Stevie... selamat datang di kota Denpasar.." Alexander kaget, dan mengerutkan kening ketika melihat keberadaan Herlambang di bandara.


"Kenapa kamu bisa berada di bandara Herlam... apakah pesawatmu tepat bersamaan dengan kedatangan jetku.." tanpa ada kecurigaan, Alexander langsung bertanya pada laki-laki muda itu.


"Hemm... tidak tuan Alex, Herlambang sudah dua hari bersama commitee untuk prepare acara di Bulgari Hotel. Keberadaan Herlam disini, memang khusus untuk menyambut kedatangan  Tuan Alex dan Nona Stevie.." Herlambang yang terlihat ada semburat kecewa di matanya, menjawab pertanyaan Alexander.


"I know you so well Herlambang..., jujur saja katakan. Apakah kamu berharap, kedatanganku kali ini akan bersama dengan kedatangan Tuan Muda Andreas Jonathan dan istrinya nona muda Cassandra?? Sehingga kamu merelakan diri untuk menjemput kedatangan kami.." Alexander menepuk tiga kali bahu Herlambang.


Laki-laki muda bernama Herlambang itu tersenyum masam, dan melirik ke arah Stevie yang berusaha acuh dan tidak memperhatikannya.


"Istriku sudah tahu cerita kalian Herlam, tidak masalah. Aku tidak bisa menjawab karena tidak tahu, apakah tuan muda Andreas Jonathan dan nona muda Cassandra akan datang ke kota ini. Karena tuan muda memang tidak bicara apa-apa terkait acara kali ini, hanya saja beliau menyetujui  dan akan membiayai penuh semua pengeluaran dengan dana perusahaan." sambil berjalan menuju ke arah mobil, Alexander mengatakan apa yang diketahuinya.


"Baik tuan Alexander, saya memahaminya. Padahal jujur tuan, saya hanya ingin tahu dan melihat keadaan adik saya nona muda Cassandra. Bagaimana keadaannya saat ini, karena sudah bertahun-tahun kami tidak pernah lagi bertukar kabar.." sahut Herlambang dengan pias.


"Nona muda sangat baik Herlam.., dan sangat bahagia dalam pernikahannya. Jadi kamu jangan berharap, dan baru beberapa bulan lalu, nona muda melahirkan putra kedua mereka. Mungkin karena alasan putra mereka yang masih masuk kategori bayi, karena belum genap dua tahun, Tuan muda tidak memperbolehkan untuk menempuh perjalanan jauh." sambung Alexander.


Herlambang terdiam, meskipun ada kekecewaan yang melingkupinya, namun laki-laki muda itu tetap berjalan mengikuti Alexander dan istrinya. Tidak ada kata-kata yang keluar dari bibir Stevie, karena perempuan muda itu bisa menilai apa yang dirasakan oleh Herlambang. Dari ekspresi dan kata-katanya ketika berinteraksi dengan suaminya, Stevie bisa mengukur bagaimana perasaan laki-laki itu pada kakak iparnya Cassandra. Tapi Stevie diam untuk menghormati perasaan itu.


"Tuan Alex dan nona muda Stevie.. silakan masuk ke dalam mobil, dan selamat menikmati perjalanan menuju ke hotel Bulgari. Kebetulan saya membawa sendiri mobil, sehingga tidak bisa membersamai tuan dan nona dalam satu perjalanan." karena mereka sudah berada di depan mobil SUV, Herlambang segera mempersilakan keduanya untuk masuk ke dalam/=.


"Okay no problem, terima kasih Herlambang.." Alexander kemudian membantu istrinya untuk masuk ke dalam mobil. Setelah memastikan istrinya duduk dengan aman, laki-laki muda itu kemudian menutup pintu mobil, dan berjalan memutar untuk kemudian masuk ke dalam lewat pintu yang ada di  sebelah kanan.


************


Di ball room Hotel Bulgari


"Mmm... dari mana saja Herlam.., kok aku baru melihat kedatanganmu ke ball room sejak tadi. Aku juga sempat mencarimu ke kamar hotel, namun ternyata kamu juga tidak ada di dalam kamar.."Herlambang kaget mendengar suara Miss Cathy yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya.


Herlambang tersenyum dan berusaha melihat ke arah perempuan yang saat ini sudah menjadi kekasihnya itu. Namun untuk melangkah, dengan meresmikan hubungan mereka, Herlambang seperti masih memiliki keraguan.


"Biasalah Cathy... mencari angin malam. Tahu sendiri kan, bagaimana kota Denpasar dengan hingar bingar kehidupan malamnya, asyik untu refresh otak sejenak.." Herlambang sengaja menutupi kemana dirinya tadi pergi.


"Kenapa tidak mengajakku, bukankah kamu juga tahu, pacarmu ini juga ingin me refresh otak. Agar tidak beku, karena merasa tidak pernah diperlakukan sebagaimana mestinya kedekatan seorang pacar.." dengan nada sarkasme, Miss Cathy malah menyindir Herlambang. Tapi laki-laki itu seakan tidak mempedulikannya, tetap merasa tidak masalah dengan tanggapan Miss Cathy pada semua sikapnya.


"Kita ke depan stage sebentar Cathy.., sepertinya bunga disamping itu kurang presisi deh.." Herlambang malah mengalihkan perhatian.


Tidak diduga\, Miss Cathy malah memeluk tubuh Herlambang **dengan erat. **Tatapan dari semua orang yang ada di ball room\, sama sekali tidak perempuan muda itu perhatikan. Herlambang sampai merasa malu\, tetapi Miss Cathy malah semakin mempererat pelukannya.


"Cathy... sadarkah kamu dengan tindakanmu kali ini. Lihatlah.. hampir semua orang melihat ke arah kita, dan pasti mereka berpikir macam-macam atas kejadian ini." Herlambang berusaha mengingatkan kekasihnya.


"I Don.t care Herlam.. aku hanya ingin memelukmu malam ini, dan ingin menunjukkan pada dunia jika kamu hanya milikku seutuhnya. Tidak ada yang lain, yang akan bisa merebutmu dariku.." Miss Cathy malah berani berbisik di telinga laki-laki itu.


Herlambang melihat ke sekeliling, dan akhirnya merasa tidak enak sendiri. Akhirnya laki-laki itu dengan memegangi tubuh Miss Cathy, mereka membalikkan badan dan memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Herlambang segera menuju ke arah pintu lift, dan untungnya mereka saat ini sedang berada di pulau Bali, dimana perlakuan seperti itu menjadi hal yang biasa di pulau tersebut.


"Aku tidak akan melepaskanmu malam ini Herlam.. bahkan jika perlu aku akan serahkan semua milikku untukmu, jika memang itu akan dapat mengikatmu untukku.." gumaman Miss Cathy sudah tidak terkendali. Mungkin perempuan itu sudah merasa jengah atas semua perlakuan Herlambang selama ini, sehingga karena membutuhkan kepastian akhirnya melakukan hal ini.


Tidak lama kemudian, keduanya sudah keluar dari pintu lift, dan Herlambang segera membawa Miss Cathy untuk menuju ke kamarnya. Disitulah laki-laki itu akan mengajak perempuan itu untuk bicara, karena memang selama ini, Herlambang masih sering mengabaikan Miss Cathy.


**********