CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 53 Alasan Travelling Bersama



Keesokan paginya, karena sudah berjanji untuk bertemu dengan Raditya di restaurant, Cassandra sudah mandi dan bersiap. Selain itu, Cassandra berniat untuk langsung pergi menuju ke Kalasan, ingin segera menjenguk kabar mamanya. Dalam hati, Cassandra sudah bertekad akan mengabaikan saudara tiri, maupun ayah tirinya jika mereka berniat untuk mencari masalah. Bahkan, sudah diniatkan Cassandra akan mengajak mamanya untuk pergi bersamanya.


“Aku bawa tas selempang saja, trolly bag aku tinggal di kamar ini saja. Karena semalam aku cek, ternyata Raditya menyewa kamar ini untuk tiga malam. Jadi aku masih bisa berada di hotel ini sampai Senin pagi, nanti tinggal aku ganti biaya kamar hotel pada Raditya.” Cassandra berbicara pada dirinya sendiri.


Setelah memastikan jika riasannya hanya tipis dan tidak terlihat menor, dengan mengenakan celana jins dan kaos lengan pendek, Cassandra sudah selesai untuk bersiap. Gadis muda itu segera memasukkan kaca mata hitam, dan ponsel ke dalam tas selempangnya, kemudian berjalan menuju ke arah pintu kamar.


“Paling Raditya sudah berada di  restaurant, atau kalau bangunnya telat ya jangan salahkan aku dong, jika aku pergi duluan dari hotel ini. Nanti aku bisa memberinya kabar menggunakan chat di aplikasi whattsapps.” Cassandra menengok kea rah pintu kamar yang ditempati Raditya, tetapi pintu itu masih tertutup rapat.


Tetapi karena, Cassandra memiliki acara sendiri yang harus diselesaikan pagi ini, gadis itu itu meninggalkan kamarnya dan langsung menuju pintu lift. Sesampainya di depan pintu lift, tampak di depannya ada dua orang turis manca negara yang tampak juga sedang menunggu lift. Kedua turis itu tersenyum, dan menganggukkan kepala pada Cassandra.


Tidak lama kemudian, pintu lift terbuka, dan turis laki-laki melihat ke arah Cassandra dan mempersilakan gadis itu untuk masuk lebih dulu.


“Thank you sir..” Cassandra mengucapkan terima kasih sambil tersenyum.


“You are welcome..” turis laki-laki itu menjawab perkataan Cassandra, kemudian mengikuti gadis itu untuk masuk ke dalam lift.


Ternyata tujuan Cassandra dan dua turis manca negara itu sama, mereka ingin menuju ke restaurant untuk break fast. Tidak lama kemudian, lift berhenti dan pintu terbuka. Setelah tersenyum dan menganggukkan kepala, Cassandra berjalan keluar meninggalkan pasangan turis manca negara tersebut.


“Aku akan cari salad buah saja untuk menu pembuka. Sekaligus hot black coffee dan sandwich saja. Agak malas untuk makan menu berat pagi ini..” melihat buah dan sayur yang tertata rapi, Cassandra langsung menuju  ke tempat tersebut. Tidak menunggu lama, gadis itu sudah mengambil beberapa potongbuah, sayuran dan memberi mayonis di atasnya.


Melihat ada kursi kosong di pinggir dinding kaca, dan dapat melihat view kolam renang, Cassandra bergegas menuju ke tempat tersebut. Gadis itu segera meletakkan piring berisi salad di atas meja untuk menunjukkan kepemilikan tempat tersebut. Setelah memastikan piringnya akan aman, Cassandra bergegas untuk menyiapkan Americano hot dan sandwich untuk dirinya sendiri.


Setelah semuanya tersedia, Cassandra segera duduk di kursi tersebut dan mulai menikmati salad segar di depannya. Bau harum aroma kopi membangkitkan mood gadis itu, dan menambah selera makannya.


“Sudah berani ya, meninggalkan perusahaan tanpa pamit kepada satupun di antara kami..” Cassandra tersentak, dan hampir saja garpu terlepas dari tangan kanannya. Sontak gadis itu menoleh dan menengadahkan wajahnya,


namun Cassandra menjadi speechless. Tampak di depannya, tuan muda menatapnya dengan pandangan dingin.


“Tu.. tuan muda.., bagaimana tuan muda bisa berada di hotel ini..” dengan gugup, tidak tahu apa yang akan dilakukannya, Cassandra bertanya pada laki-laki itu. Tidak diduga, kedatangan CEO perusahaan ke Jogja, dan berada dalam satu hotel yang sama dengannya, membuat Cassandra tidak mampu berkata apa-apa


“Sorry Sandra.. bukannya kami berdua ini mau stalking kamu. Kebetulan setelah selesai dari Musk Bar, tuan muda bingung mau pulang kemana. Ya sudah, kami langsung menuju ke Halim Perdanakusumah. Menggunakan private jet, kamu landing di Adi Sutjipto tepat pada pukul 24.00 wib. Akhirnya.. kami berada disini..” Alexander menjelaskan keberadaannya di tempat ini.


“Tuan muda Andre dan Tuan Alex.. rupanya ingin menikmati kota Jogja Sandra.. Kita bisa travelling bareng nih..” dari sampingnya, Raditya ikut menanggapi.


Cassandra hanya tersenyum kecut, merasa khawatir jika para laki-laki itu akan mengacaukan agendanya hari ini.


**********


 Dengan alasan mau ke Suwatu dan Abhaya Giri, keempat laki-laki yaitu Andreas Jonathan, Alexander, Raditya dan Rommy membersamai Cassandra yang akan menuju ke arah Kalasan untuk bertemu dengan mamanya. Dengan terpaksa, gadis itu menceritakan bagaimana kondisi keluarganya pada Andreas dan Alexander. Kedua laki-laki itu hanya terdiam, tidak menanggapi sedikitpun apa yang diceritakan oleh gadis itu.


“Sandra.. tempat yang akan kamu datangi, dimana letak persisnya. Karena Jalan Solo ke timur, kita harus mencari tempat berbalik arah yang tepat, jika tidak mau dicegat polisi.” Sambil mengemudikan mobil Alphard yang diisi berlima, Rommy bertanya pada Cassandra.


“Perempatan sebelum Candi Prambanan, sesudah Candi Kalasan masuk ke selatan Romm.. Atau kalau  susah, aku bisa turun di tepi jalan saja, Aku bisa pakai ojol untuk masuk ke dalam. Lagian juga tidak akan mengundang rasa ingin tahu orang. Memangnya siapa sih Cassandra.., masak ke kampung saja diantar mobil Alphard..”  Cassandra menjawab pertanyaan Rommy.


“Hmm.. tidak masalah juga kali. Ya sudah, jika kamu malu dikepoin tetangga, nanti kamu kita turunkan agak jauh saja dari rumah mamamu. Bagaimana,. Okay bukan..” Kembali Rommy menanggapi perkataan Cassandra.


Cassandra tersenyum mengiyakan perkataan Rommy. Kebetulan karena perempuan sendiri di mobil itu, Cassandra duduk di depan bersama dengan laki-laki itu. Sedangkan tuan muda, tuan Alex, dan Raditya duduk di bagian tengah dan belakang mobil yang mereka bawa. Sebenarnya tadi Alexander sudah akan meminta pengawal untuk mengirimkan mobil dari Jakarta, tetapi Raditya melarangnya. Laki-laki itu mengajak mereka, untuk sekali waktu pergi Bersama. Akhirnya setelah meminta ijin pada tuan muda, jadilah mereka berlima dalam satu mobil aplhard menembus kemacetan kota Yogyakarta.


“Sandra.. apakah tadi sudah jadi membeli oleh-oleh untuk mamamu. Jika belum, mungkin kamu bisa mencari di sekitar sini. Mumpung kita masih berada di Maguwo..” tiba-tiba Alexander teringat untuk membawa oleh-oleh untuk mamanya Cassandra.


“Sudah tuan Alex.. kebetulan tadi sudah ada beberapa merchant kue di Ambarukmo Plaza yang sudah buka dari pagi. Tadi sesudah sarapan, Sandra pergi ke mall sebentar untuk menyiapkan oleh-oleh untuk mama. Tadi Rommy juga sudah memasukkannya ke bagasi mobil. Bukankah begitu Romm..?” sahut Cassandra, dan melemparkan jawaban pada ROmmy yang duduk di sampingnya.


“Yapz, jangan khawatir Sandra. Oleh-oleh itu sudah rapi ada di bagasi belakang.” Rommy segera mengkonfirmasi jawaban.


*********