
Selesai Herlambang berbicara, Andreas Jonathan dan Alexander terdiam, tidak ada yang menanggapi pembicaraan Herlambang. Melihat hal itu, muncul pertanyaan pada diri Herlambang, apakah dirinya sudah salah membicarakan tentang seorang gadis di masa lalunya. Karena saat dirinya tahu jika ternyata perusahaan yang merekrut dan menariknya ternyata PT. Indotrex. Tbk, pada saat itu laki-laki itu sudah memiliki kecurigaan. Namun karena tidak pernah bertemu dengan gadis itu, selama dia bekerja dan berkantor di perusahaan itu, pikiran itu akhirnya terbuang. Tetapi karena hari ini dia mendengar sendiri ada seorang gadis yang bernama Cassandra, dan memiliki suara yang sama persis dengan sahabatnya itu, Herlambang tidak bisa menghilangkan kecurigaannya.
"Okay.. Alex.., apa yang akan kalian diskusikan. Kita fokus pada apa yang akan kita diskusikan, biarkan istriku beristirahat dan membantu kita melakukan review berkas yang banyak di mejaku. Nanti jika istriku keluar, kita lihat apakah istriku memang sahabar dari saudara Herlambang." akhirnya ada harapan di hati Herlambang mendengar perkataan tuan mudanya. Alexander turut tersenyum, karena jika dibandingkan dengan anak muda itu, tuan mudanya jauh melebihi segalanya, tentu saja Andreas Jonathan tidak ada kekhawatiran.
"Begini tuan muda, bukannya tuan muda sudah melihat protothype produk yang baru dilaunching oleh bagian R & D? Bagaimana respon atau comment tuan muda, sisi mana yang perlu dibaiki, atau mungkin dikurangi tuan muda. Kebetulan tim riset pemasaran, mau mencoba memasuki pasar baru, jika sudah diproduksi dan okay, produk bisa mulai dikenalkan sekalian dengan calon konsumen baru yang belum mengenal produk-produk kita lainnya. Kebetulan saudara Herlambang yang akan menggawangi tim riset untuk terjun ke lapangan." Alexander mengawali pembicaraan.
"Benar tuan muda.., menurut hemat kita, lebih baik pengenalan produk dilakukan bersamaan untuk melakukan penghematan biaya promosi. Bisa saja sih sebenarnya, jika kita lanjutkan promosi produk lama dengan sasaran calon konsumen baru, baru kemudian kita launch produk kita. Tetapi saya pikir, akan ada dana milliaran bahkan bisa mencapai trilliunan rupiah untuk mengenalkan sejumlah produk. Kita harus endorse influencer, membuat iklan agar secara visual bisa dikenal dan dilihat oleh calon konsumen." Herlambang menambahkan.
Andreas Jonathan secara bisnis mengakui, jika anak muda itu memiliki kemampuan analisis yang bagus. Di luar sebagai balasan karena sudah menolong istrinya ketika meninggalkan apartemen, dan sampai istrinya meninggalkan laki-laki itu ketika memutuskan melahirkan Altezza. Mengingat kembali bagaimana penderitaan istrinya sesudah kejadian pemerkosaan tanpa sengaja itu, Andreas Jonathan menjadi tidak bisa berpikir jernih. Laki-laki itu menjadi kehilangan fokus, akhirnya..
"Alex.. intruksikan pada divisi produksi untuk dalam unit terbatas prothotype yang sudah didesain oleh R & D, jangan bebankan cost production pada unit lit bang. Satukan pengeluaran dengan kegiatan produksi untuk bulan ini, asalkan laporan ditulis secara jelas, tidak akan ada permasalahan. Jika nantinya, dari unit produksi menolak, sampaikan pada manajer produksi jika intruksi ini datangnya langsung dariku." dengan tegas, Andreas Jonathan tidak menyoroti prothotype, tetapi langsung memberikan intruksi pembuatan pada Alexander.
Alexander kaget mendapat perintah dadakan itu, tetapi laki-laki itu tidak banyak berpikir, dan langsung mengangkat telpon untuk meminta manajer produksi memproduksi prothotype menjadi produk jadi. Semula manajer produksi menolak, tetapi begitu ditegaskan jika itu intruksi langsung dari tuan muda, akhirnya tidak ada alasan langsung bagi divisi produksi untuk menolaknya.
"Herlambang.. kamu dengar sendiri bukan, divisi produksi sudah sanggup untuk memproduksi, dan minggu depan sudah siap dalam packingan.Jangan kecewakan, divisi tersebut yang mengurangi budget untuk memproduksi barang yang sudah establish, untuk dialokasikan untuk produksi barang baru tersebut," Alexander menjelaskan pada Herlambang.
Herlambang sendiri juga kaget, melihat bagaimana respon tuan muda yang begitu mudah mengabulkan apa yang diusulkan. Pada saat Alexander menelpon divisi produksi, Andreas Jonathan berdiri dan berjalan menuju ke kamar yang ada di belakang ruang kerjanya.
**********
Cassandra di dalam kamar bukannya istirahat, melainkan membaca beberapa berkas, kemudian memberi tanda dan membuat coretan-coretan untuk rekomendasi kalimat penggantinya. Tiba-tiba Andreas Jonathan sudah berdiri di belakangnya, laki-laki itu memeluk istrinya dari belakang dan memberikan ciuman di kening perempuan muda itu.
"Wow.. banyak sekali reviewnya honey, jika begitu mulai besok ke kantor terus saja. Tidak perlu masuk ke divisi, di dalam ruanganku saja menemani Alexander menjadi asisten pribadiku. Kerjaanku banyak terbantu dan terselesaikan." Andreas Jonathan terkejut melihat banyaknya review yang ditambahkan istrinya. Laki-laki itu membuka lembaran-lembaran kertas yang banyak dilingkari dengan spidol berwarna, dan tulisan rekomendasi yang ditambahkan oleh istrinya,
Cassandra diam, kemudian gadis itu berdiri dan mengambil air mineral kemudian meminumnya beberapa teguk. Tidak lama kemudian, Andreas Jonathan meletakkan kembali lembaran berkas yang sudah direview istrinya di atas meja. Kemudian laki-laki itu mendekat lagi kepada istrinya, dan tiba-tiba memeluknya erat sambil menciumnya beberapa kali.
"Kak Andre... kenapa sih, ini di kantor kak. Masih ada kak Alex kan di luar, jangan beginilah, Sandra tidak nyaman." Cassandra berusaha menolak, karena merasa risih dengan adanya orang di ruangan kerja suaminya,
"Hmm... iya honey, sorry aku kebawa. Ada yang mau ketemu honey diluar sana, maukah honey menemuinya. Tapi ada satu syaratnya, ingat jika honey sudah menikah secara resmi denganku. Secara hukum dan agama, kita ini adalah pasangan suami istri, aku harap honey memahami hal itu." mendengar kata-kata suaminya, Cassandra mengerutkan kening. Tetapi perempuan muda itu, tidak mau memotong perkataan suaminya.
Melihat istrinya tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan, Andreas Jonathan menatap ke wajah Cassandra. Pasangan suami istri itu saling bertatapan.
"Honey tidak ingin segera tahu, siapa yang akan menemui honey di luar sana?" Andreas Jonathan kembali menegaskan kata-katanya.
"Jika Sandra keluar dan hanya menimbulkan kesalah pahaman, bukannya lebih baik Sandra tetap berada di ruangan ini saja kak.. Benar tidak yang Sandra sampaikan." Andreas Jonathan kaget dengan jawaban istrinya. Tapi laki-laki itu ingat, jika istrinya banyak berutang budi pada Herlambang, dan harus mengucapkan terima kasih kepadanya langsung. Sebagai seorang suami, Andreas Jonathan siap untuk menemani istrinya untuk berterima kasih pada laki-laki itu.
"Tidak honey, kali ini honey memang harus keluar untuk berterima kasih pada laki-laki itu. Aku akan menemanimu honey, apapun yang akan kamu lakukan, aku akan mencoba untuk menjaga hatiku, akan mencoba mengendalikan diriku. Keluarlah honey.., kita bukan keluarga yang tidak mengenal terima kasih atas jasa seseorang pada keluarga kita." mendengar kata-kata pelan suaminya, Cassandra merasa tersentuh, dan penasaran. Andreas Jonathan kemudian meraih tangan istrinya, kemudian membawanya keluar dari dalam ruangan.
**********