
Cassandra melangkahkan kaki menuju ke kebun belakang, dan sebelum perempuan muda itu mencapai tempat yang dituju terdengar tertawa ceria Altezza. Perempuan muda itu mengerenyitkan kening, karena tidak biasanya selama mereka pindah ke Switzerland, terdengar tawa ceria dari anak kecil itu. Terlihat dari tempatnya berada, suster Rosanna sedang duduk di kursi panjang, dan Altezza berlari-lari mengambil bola. Begitu Cassandra sampai di luar, betapa terkejutnya melihat Edward laki-laki yang diberinya pertolongan sedang bermain dengan putranya. Terlihat di wajah Altezza kebahagiaan karena ada yang menemaninya bermain.
"Mommy... come here.. temani Altezz main bola..." melihat mommy nya berdiri melihatnya, Altezza berteriak memanggil. Cassandra melambaikan tangan, dan Edward ikut menatap perempuan muda itu. Perlahan, Cassandra berjalan menghampiri anak kecil itu, dan anak muda itu tersenyum melihatnya.
"Altezz senang ya bermain bola, kenapa tidak mengajak pengawal untuk menemani Altezz bermain selama ini..." setelah berada di dekat anak kecil itu, Cassandra bertanya sambil tersenyum.
"Mmm... tidak ada yang mengajak Altezz selama ini. Uncle Ewad.. baik mommy, tadi menawari Altezz dan mengajak bermain bola. Tadi sama suster, Altezz bermain sendiri, dan Uncle datang kesini, mendekati Altezz." dengan polosnya, Altezz menceritakan apa yang dilakukannya.
Edward tersenyum melihat interaksi anak kecil yang sejak tadi bermain dengannya, dan melihat sikap protective Cassandra. Tetapi terbalik dengan apa yang dirasakan Cassandra, melihat saat ini Edward sudah bisa berdiri tegak, menandakan jika laki-laki muda itu sedah baik-baik saja. Untuk menghilangkan kesalah pahaman, jika nanti suaminya Andreas Jonathan mengetahui keberadaan anak muda itu, maka Cassandra ingin meminta anak muda itu segera meninggalkan mansion.
"Selamat sore Miss Cassandra, maaf ya jika inisiatifku mengajak putramu Altezz bermain, ternyata tidak berkenan di hatimu. Aku hanya kasihan saja melihat Altezz, dalam usianya saat ini seharusnya anak ini memiliki teman main yang seusia, atau paling tidak ada papanya bisa mengarahkan dan menemaninya bermain. Karena aku tidak melihatnya, maka aku berinisiatif untuk menemaninya.." dengan tersenyum, Edward mencoba menjelaskan pada Cassandra.
"Hmm.. sepertinya aku melihat jika kamu sudah bisa mengembalikan staminamu, dan sepertinya juga sudah bisa untuk pergi meninggalkankan mansion ini. Bersiaplah untuk menyiapakan dirimu Edward.." dengan senyum sinis Cassandra mengusir anak muda itu.
"Please... beri aku waktu sebentar lagi miss Sandra.. berapapun akan aku bayar, jika kamu mengijinkanku untuk beristirahat di mansion ini. Aku sangat menyukai suasana mansion, dan juga pemandangan tempat ini. Jangan usir aku Miss Sandra.., aku bisa menjadi teman bermain untuk Altezz, dan menjadi penjagamu.." dengan serius, Edward meminta penangguhan.
"Jika kamu menyukai tempat ini, di pojok kota banyak terdapat hotel, kamu bisa check in di hotel tersebut. Mansion tempat tinggalku tidak menyediakan penginapan gratis maupun berbayar, aku harap anda bisa memahaminya.." dengan tegas, Cassandra terus menegaskan untuk kepergian laki-laki muda itu.
"Tolonglah miss... aku janji deh. Akan mengembalikan semua yang aku rasakan di tempat ini, termasuk membayar sewa kamar yang aku gunakan untuk beristirahat. Apakah miss Sandra tega, jika orang-orang yang melakukan pengeroyokan padaku akan mencariku lagi.." tetapi Edward terus keukeuh tidak mau pergi.
"Mommy... Altezz butuh teman bermain mommy... Biarkan Uncel Ewad tetap disini mommy... Altezz miss papa.." tiba-tiba ALtezz berlari memeluk Edward, dan ikut memberikan dukungan pada anak muda itu untuk tidak pergi dari mansion itu.
*********
Karena rengekan Altezza, akhirnya Cassandra membiarkan Edward untuk sementara bertahan di paviliun mansion. Cassandra berpikir ada yang akan menemani putranya bermain, karena para pengawal merasa segan untuk mengajak bermain Aletezz, karena mereka tidak bisa melaksanakan tugas pengamanan dan penjagaan di rumah itu. Akhirnya selain untuk menemani putranya bermain, Cassandra merasa punya teman untuk bicara.
Cassandra tersentak, memang sudah hampir tiga minggu suaminya Andreas Jonathan belum juga kembali dari Indonesia. Meskipun hampir setiap hari laki-laki itu melakukan video call, untuk memastikan jika istri dan putranya baik-baik saja, mungkin Altezz merindukan sosok papanya ada di dekatnya. Cassandra juga tidak mau bertanya kapan laki-laki itu akan datang ke Switzerland, karena membutuhkan waktu beberapa hari melakukan perjalanan ke negara ini. Tetapi mendengar pertanyaan dari putranya, tak ayal Cassandra merasa kaget.
"Altezz.. papa sedang mengurus perusahaan di Indonesia sayang. Jika papa sudah berkurang pekerjaannya, pasti papa akan segera kembali untuk bertemu Altezz dan mommy. Makanya disini Altezz harus banyak belajar, menemani mommy, biar papa merasa tenang bekerja, tidak terbebani dengan kita disini sayang.." sambil tersenyum menahan perasaan, Cassandra menenangkan putranya.
"Oh papa kerja ya mommy..," dengan polos, anak kecil itu mengangguk-angguk.
"Iya sayang, agar Altezz dan mommy bisa terpenuhi semua keinginannya. Nanti jika papa datang atau kembali ke tempat ini, kita akan ajak papa liburan sayang.. Kita bisa berkunjung ke Disney land yang ada di California, dan Altezz bisa bermain sepuasnya disana. Altezz mau bukan.." perempuan muda itu berusaha mengalihkan perhatian putranya.
"Disney land.., ada Mickey and Minnie Mouse momm... Altezz suka banget. benar ya mommy..., janji akan membawa Altezz ke Disney land.." dengan aksen yang masih cadel, Altezza terlihat sangat bahagia mendengar kata-kata yang diucapkan mommy nya,
Cassandra tersenyum sambil menganggukkan kepala, dan kepolosan putranya mengingatkan pada perempuan muda itu, jika dirinya dan Andreas Jonathan selama ini jarang mengajak putranya berjalan-jalan. Selama berada di Jakarta, bahkan di Singapura, mereka hanya berada di dalam hotel atau sekali-sekali ke mall untuk berbelanja, tetapi melupakan kebutuhan tumbuh kembang putranya. Tiba-tiba saja saat ini Cassandra merasa malu, ternyata telah melupakan kebutuhan pokok putranya.
"Hello Altezz.., selamat pagi Miss Sandra.., apakah kedatanganku ke tempat ini mengganggu kebersamaan kalian..?" ketika Cassandra masih melamun, tiba-tiba dikejutkan dengan suara Edward yang menyapa mereka.
"Hello Uncle Ewad.., main bola lagi yukk..." mendengar suara Edward, dan melihat keberadaan laki-laki muda itu, spontan Altezza mengajak laki-laki itu bermain,
"Apakah Altezz sudah menyelesaikan sarapan paginya? Harus dihabiskan dulu sayang, kemudian istirahat dulu sekitar lima belas menit, agar apa yang dikonsumsi Altezz turun dulu. Baru bolehlah kita bermain sepak bola.." tanpa minta ijin pada Cassandra, Edward duduk di samping Altezza yang sedang menyelesaikan sarapan paginya.
"Harus habis dulu Uncle.." dengan polosnya anak kecil itu malah bertanya.
"Iya sayang, biar Altezz segera tumbuh besar, dan memiliki tulang yang kuat seperti Uncle.. Janji deh, jika mommy mengijinkan, Uncle akan membawamu ke mall nanti siang. Kita bisa bermain di wahana mainan, dan banyak jajanan di food court yang ada disana,." Cassandra kaget dengan kata-kata anak muda itu.
*********