CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 73 Stalking



Beberapa pengawal Andreas Jonathan dengan bersembunyi mengikuti Herlambang sampai di tempat laki-laki iti kost. Namun mereka tidak menemukan keanehan apapun, karena laki-laki itu kost khusus laki-laki. Terlihat ada pengumuman yang jelas menyebutkan aturan, untuk tidak membawa perempuan masuk ke dalam kamar. Jadi.. tidak mungkin, jika laki-laki itu menyembunyikan gadis muda yang mereka cari di dalam kamarnya.


"Aku tidak melihat sesuatu yang janggal dari tempat tinggal laki-laki itu. Apakah kita akan tetap berusaha merangsek masuk ke dalam?" salah satu pengawal bertanya pada pengawal yang lain,


"Tidak perlu kita lakukan, peraturan yang ditempel di dinding itu sudah menjawab semuanya. Kita hanya perlu mengamati pergerakan anak muda itu, siapa tahu dia memang tidak menyembunyikan Miss Cassandra di tempat ini. Jika memang anak muda itu tahu, aku yakin suatu saat laki-laki itu pasti akan datang untuk menemui gadis itu."


pengawal satunya menanggapi.


"Okay.. aku akan membuat laporan pada tuan muda, via kirim pesan di aplikasi whattsapps." pengawal itu langsung melaporkan apa yang mereka ketahui tentang tempat tinggal Herlambang.


******


Di dalam kamar


Herlambang membaringkan tubuhnya di atas kasur busa yang ada dalam kamarnya. Pikiran laki-laki itu menerawang, memikirkan kejadian tadi siang ketika Andreas Jonathan meminta bertemu dengannya. Kejadian itu semakin meyakinkan Herlambang, jika Andreas Jonathan merupakan pelaku yang menyebabkan kehamilan pada diri Cassandra. Namun harapan untuk dapat memiliki gadis muda itu, menghalangi niat Herlambang untuk memberi tahu Cassandra jika tuan muda sedang mencarinya.


"Andreas Jonathan... CEO PT. Indotrex. Tbk, kamu adalah saingan terbesarku untuk bisa memenangkan hati Cassandra. Saat ini.., gadis muda itu dalam perlindunganku, tidak akan aku biarkan siapapun untuk mendekatinya, Aku tidak peduli, bayi siapa yang ada di kandungan gadis itu, aku akan menganggapnya sebagai putraku sendiri." Herlambang berbicara pada dirinya sendiri,


"Hmm.. tapi bagaimana dengan hati Cassandra. Aku melihat jika gadis itu seperti sudah kehilangan minat akan laki-laki. Kejadian buruk sepertinya sudah menghantui Cassandra.., dan membuatnya seperti mati rasa dengan laki-laki." kembali pikiran Herlambang berpikir tentang Cassandra.


Herlambang kembali terdiam, pikirannya mengembara kemana-mana, sampai membayangkan dirinya sedang bermain sepak bola dengan seorang anak kecil, yang diyakini sebagai putra Cassandra. Tapi tiba-tiba laki-laki itu tersenyum pahit.


"Aku tidak boleh berpikir terlalu jauh, jadi ataupun tidak Cassandra menjadi pasanganku, aku akan tetap menyayangi gadis itu. Ibaratnya aku memiliki seorang gadis lagi, sebagai adik perempuanku. Sama posisinya dengan adikku yang ada di Jawa Timur." ucap Herlambang akhirnya sambil menghela nafas.


Tetapi tiba-tiba laki-laki itu teringat dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki oleh Andreas Jonathan. Dengan kekuasaannya, jika dia mau melalui dirinya, CEO PT. Indotrex. Tbk itu akan dapat dengan mudah menemukan keberadaan Cassandra.


"Untuk sementara waktu, aku tidak boleh muncul dulu di depan Cassandra. Aku khawatir, tanpa sepengetahuanku, orang-orang Andreas Jonathan akan mengikuti. Mereka pasti akan mencari tahu dimana keberadaan Cassandra, tidak akan berhenti hanya mendengar keteranganku tadi.." untungnya tiba-tiba pikiran Herlambang terbuka.


"Aku harus membuat alasan pada Cassandra, jika beberapa waktu aku tidak dapat berkunjung ke tempat dimana dia berada, agar dia bisa menyesuaikan diri. Aku akan mengirimkan suplemen untuk pendukung kesehatan bayi, dan beberapa barang yang akan sulit didapatkan gadis itu di tempat tersebut." Herlambang tiba-tiba beranjak bangun dari posisi berbaringnya.


Laki-laki menatap beberapa tas belanja yang ada di atas meja, dimana semua tas belanja itu berisi barang-barang keperluan Cassandra dan bayi yang ada dalam kandungannya. Rencananya, pada Jum'at sore, Herlambang akan mengantarkan semua barang itu ke tempat Cassandra tinggal. Namun.. laki-laki itu sepertinya harus merubah rencananya, karena pertemuannya dengan Andreas Jonathan tadi pagi.


******


Cimanggu, Jawa Barat


Cassandra duduk di teras rumah, matanya menatap pemandangan sawah, perbukitan, dan nuansa yang berbalut keasrian alam yang tersaji indah di depan matanya. Terlihat beberapa petani tampak sedang berjalan pulang dari sawah, dengan membawa pacul, dan beberapa perempuan membawa bakul di punggungnya. Pemandangan itu menumbuhkan rasa tentram dan nyaman, dan sedikit menghilangkan kepedihan dalam hati perempuan itu.


"Aku sangat bersyukur, ternyata mas Herlam sudah mencarikan tempat tinggal sebagus ini. Pemandangan alam sangat menghiburku, membuatku melupakan sedikit demi sedikit kejadian naas di malam itu.." Cassandra berbicara pada dirinya sendiri.


Gadis itu sedikit demi sedikit sudah mulai melupakan kejadian naas itu, meskipun akhirnya dia harus terdampar di daerah pinggiran desa seperti ini. Namun akrabnya alam, dan suasana pedesaan menjadikan gadis itu dapat melakukan penghematan yang besar untuk pengeluarannya. Untungnya, selama masih bekerja di PT. Indotrex. Tbk, Cassandra jarang membelanjakan uangnya dalam jumlah besar. Hampir semua kebutuhan sudah dipenuhi oleh perusahaan, jadi saat ini Cassandra masih memperkirakan jika tabungannya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi, terbiasa mandiri ketika masih menjadi mahasiswa, gadis itu sudah terbiasa menawarkan jasa desain secara online.


"Kring.. kring.." tiba-tiba ponsel Cassandra berbunyi, menandakan ada pesan masuk untuknya.


Cassandra mengambil ponsel dan melihat ke layar, ketika melihat nama Herlambang yang mengirimnya pesan, senyuman muncul di bibir gadis muda yang masih terlihat cantik itu.


"Sandra.. aku untuk beberapa bulan ke depan, akan sangat jarang untuk mengunjungimu. Aku mendapatkan tugas penting dari perusahaan, jadi akan lebih banyak berada di luar kota.." tertulis isi pesan yang dikirimkan Herlambang untuknya.


Cassandra tersenyum, dia merasa sudah sangat berhutang budi, dan selalu merepotkan sahabatnya itu. Membaca pemberi tahuan itu, tidak ada sedikitpun rasa jengkel atau menyayangkan, dengan semakin jarangnya Herlambang muncul atau datang untuk menemuinya.


"Tidak masalah mas Herlam... fokus kerja saja. Sandra baik-baik saja disini, tetangga juga sangat baik terhadapku. Mas Herlam tidak perlu terlalu mengkhawatirkan Cassandra.." dengan cepat, Cassandra membalas chat dari Herlambang.


"Baik-baik jaga diri Sandra.., peluk cium untuk adik bayi. Beberapa hari ke depan, akan ada kurir mengantarkan suplemen kesehatan untuk kesehatan janin, diterima ya.." Cassandra tersenyum membaca isi chat itu, tanpa sadar tangannya mengusap pelan kandungannya ke bawah,


"Terima kasih mas Herlam.. kakakku yang paling baik sedunia.." gadis itu dengan cepat kembali membalas chat tersebut.


Tanpa sadar, cassandra dan Herlambang saling membalas chat, terkadang diselingi dengan voice note. Tiba-tiba terdengar adzan Mahgrib berkumandang, akhirnya gadis itu segera mengakhiri chat dengan herlambang.


***********