
Herlambang sampai berdiri dari tempat duduknya melihat gadis yang selama ini dicarinya berdiri di depannya. Jika tidak ada CEO PT. Indotrex. Tbk, mungkin laki-laki muda itu akan langsung menubruk gadis itu. Tetapi melihat bagaimana tuan muda Andreas Jonathan dengan kasih sayangnya menjaga dan memeluk gadis itu, tidak ada keberanian pada diri Herlambang untuk bertindak lebih pada Cassandra. Alexander yang sudah mengetahui bagaimana kedekatan antara nona muda Cassandra dengan Herlambang, hanya diam melihat situasi.
"Kak Herlam... benarkah ini kakak.." melihat laki-laki yang duduk disamping Alexander adalah Herlambang, Cassandra sontak memanggil laki-laki itu. Tetapi suaminya tampak memegangi dirinya, kemudian membawa istrinya untuk duduk di sofa depan dua anak muda itu,
"Sandra.. aku sama sekali tidak tahu, jika ternyata kamu adalah istri dari tuan muda Andreas Jonathan. Dan kepergianmu ke Sukabumi, dan akhirnya meninggalkanku kala itu, dirimu sedang hamil putera mahkota dari pemilik perusahaan ini." Herlambang seakan tidak percaya, menatap perempuan muda yang duduk di depannya itu.
"Herlambang.., akulah laki-laki yang tidak bisa menjaga istriku dengan baik, dan yang patut dipersalahkan kala itu, sehingga istriku pergi meninggalkanku sendiri. Kami baru beberapa hari menikah, tetapi aku tidak memiliki keberanian untuk mengalah, dan akhirnya Cassandra memilih untuk pergi dari sisiku." untuk menutupi aib istrinya, jika diketahui hamil dulu sebelum menikah, Andreas Jonathan mengakui jika semua adalah kesalahannya.
Alexander juga terkejut mendengar perkataan tuan mudanya. Selama ini, jarang terjadi, tuan mudanya dengan mudah mengalah dan mengakui kesalahan, tetapi untuk menutupi aib istrinya, laki-laki itu mengaku jika semua kesalahan disebabkan oleh dirinya, Akhirnya Alexander hanya diam dan menundukkan wajah, tidak mau terlibat dalam pembicaraan tanpa skenario itu.
"Saya tidak mencari siapa yang benar dan yang salah tuan muda.., yang penting saat ini adalah keadaan Sandra dalam keadaan baik-baik saja, dan putranya yang juga keponakanku dalam keadaan sehat. Kami berdua ini tuan muda, meskipun tidak memiliki hubungan darah, tetapi pernah menganggap diri kami adalah kakak dan adik. Jadi semua yang saya lakukan untuk Cassandra, tulus tuan muda," mendengar jiwa pengorbanan dan kata-kata dari anak muda itu, Andreas Jonathan merasa tersentil.
Cassandra tanpa sadar mengalirkan air mata, tetapi bukan kesedihan yang dirasakannya, melainkan air mata haru teringat masa-masa dulu. Bagaimana Herlambang telah membantu dan memberinya pertolongan tanpa syarat apapun, dan tidak minta balasan juga. Bahkan hanya dengan pemikiran sepihak, di saat-saat kritis, Cassandra malah meninggalkan Herlambang hanya dengan selembar kertas berisi kabar kepergiannya. Andreas Jonathan melihat ke arah istrinya, melihat perempuan muda itu menangis, Andreas Jonathan mengambil tissue kemudian menghapus air mata di pipi dan kelopak mata istrinya dengan lembut.
"Hanya ucapan terima kasih yang tidak terhingga untukmu Herlam.. untung saja istriku bertemu denganmu malam itu. Jika itu laki-laki lain, mungkin kami tidak akan bertemu lagi dalam keadaan bahagia. Suatu saat aku akan membawa putra kami Altezza untuk bertemu dengan pamannya Herlambang, maukah kamu bertemu dengan putraku Herlam.." kata-kata dengan nada pelan yang dikeluarkan tuan mudanya, seakan mengiris hati Alexander.
Selama ini tuan mudanya, dikenal sebagai tuan muda yang tidak mau mengalah, dan juga arogan. Tetapi demi ucapan terima kasih dan menutupi aib keluarga mereka, laki-laki itu akhirnya melakukannya,
"Sejak kapan kak Herlam bergabung dengan perusahaan ini, kak Andre dan kak Alex tidak pernah bercerita apapun kepadaku,." beberapa saat setelah bisa menguasai perasaannya kembali, Cassandra bertanya pada Herlambang.
"Sejak kepergianmu Sandra.. tanpa aku sadari aku sudah memimpin salah satu perusahaan cabang perusahaan ini di Surabaya. Baru setengah tahun, tiba-tiba aku ditarik ke perusahaan ini. Kamu tahu bukan, perusahaan ini pernah menjadi salah satu perusahaan incaranku untuk pilihan karirku, sehingga dengan panggilan ini, aku tidak mungkin untuk menolaknya bukan." Herlambang juga sudah bisa tersenyum sambil bercerita pada Cassandra.
Akhirnya Andreas Jonathan dan Alexander hanya saling berpandangan, karena Cassandra dan Herlambang saling bercerita sendiri. Tetapi untungnya Andreas Jonathan sudah menyiapkan hatinya untuk menghadapi hal itu.
***********
Sore Harinya
"Honey.. sudah sore, kita harus segera pulang. Kasihan Altezz, sudah kita tinggalkan dari pagi.." dengan lembut, Andreas Jonathan mengajak pulang Cassandra.
"Ayukk... Sandra juga sudah selesai. " perempuan muda itu segera meletakkan berkas di atas meja kerja suaminta, kemudian merapikannya.,
Andreas Jonathan sudah mengambilkan tas istrinya kemudian menenteng dengan tangan kirinya. Melihat suaminya membawa tasnya, Cassandra tersenyum dan meminta tas untuk dibawanya sendiri.
"Kak Andre... itu tas cewek, masak kak Andre yang membawanya. Serahkan pada Sandra kak, biar Sandra bawa sendiri,"
"Honey... segarang apapun laki-laki, mau preman, pencopet, penjahat, CEO, pada saatnya mereka akan bertekuk lutut pada wanita, dengan cara membawakan tasnya. Kali ini giliranku honey, ingin merasakannya juga, untuk membuktikan bahwa aku memang dibutuhkan olehmu." Cassandra kaget mendengar jawaban dari suaminya.
"Tapi kak... ini di perusahaan, bagaimana para bawahan nanti melihat kak Andre, dan mereka akan tambah menghujat Sandra. Akan semakin mengatakan Cassandra yang tidak-tidak kak," cassandra tetap ingin membawa tas nya sendiri.
Namun Andreas Jonathan malah memeluk gadis itu dengan tangan kananya, kemudian mencium kening dan bibir Cassandra. Jika sudah seperti itu, daripada suaminya lebih tidak terkendali, akhirnya Cassandra memutuskan untuk mengalah, membiarkan suaminya membawakan tas tangannya.
"Hmm... sudah ayo kita segera pulang.." sambil tetap merangkul istrinya, Andreas Jonathan segera keluar dari ruang kerjanya, dan menuju ke pintu lift.
Baru berjalan beberapa langkah, apa yang dikhawatirkan Cassandra terbukti, tampak beberapa orang berkasak kusuk di belakangnya. Namun kasak kusuk mereka, bukan lagi menghujat apa yang dilakukan Cassandra, namun malah memujinya.
"Untung bener ya si Sandra.. untung saja aku dulu bersikap cuek, tidak ikut-ikutan membullynya. Lihatlah bagaimana tuan muda sangat mencintai dan memperhatikanya, sampai tas tangan Sandra saja laki-laki itu yang membawakannya. Betul-betul so sweet.." dua karyawan perempuan yang melihat mereka mengomentari pasangan suami istri itu.
"Benar banget, jika itu aku, pasti aku akan melambung tinggi, Tapi kapan aku bisa mendapatkan laki-laki selevel tuan muda, mungkin pengelap sepatunya masih jauh. Auuw... uwu banget sikap tuan muda.." teman perempuan lainnya turut berkomentar.
**************