
Berbagai upaya yang dilakukan oleh CEO dan wakil CEO PT. Indotrex. Tbk. belum mendapatkan hasil. Andreas Jonathan lebih banyak menghabiskan waktu untuk perusahaan, sehingga sisi baiknya produktivitas perusahaan menjadi meningkat. Namun di sisi lain, laki-laki itu menjadi workholic karena untuk melupakan bayangan penyesalan yang membayanginya, karena kesalahan yang dilakukan pada Cassandra. Beberapa perusahaan lain yang terbukti memiliki niat buruk pada perusahaannya, Andreas Jonathan dan Alexander akan membalas perusahaan itu dengan kejam. Kegiatan ekspansi perusahaan dilakukan terus menerus, sampai beberapa kali Direksi meminta untuk melakukan rapat Direksi secara mendadak.
"Tuan muda Andreas Jonathan.., beberapa dari kami mendapatkan laporan keberatan dari manajer investasi, tentang gerak agresif perusahaan untuk melakukan ekspansi dan investasi. Jika hal ini terus-terusan untuk dilakukan, akan dapat mengganggu cash flow perusahaan. Bagaimana penjelasan yang akan tuan muda sampaikan kepada kami para anggota Direksi.." Ponco Sujono bertanya dengan tegas.,
"Benar tuan muda... tidakkah tuan muda melihat bagaimana aliran kas, sehingga tanpa meminta pertimbangan dari Direktur Keuangan bisa memerintahkan untuk melakukan transfer ratusan milliar rupiah. Tidakkah tuan muda berpikir, jika hal ini dapat beresiko jika perusahaan akan kekurangan uang cash." Direksi yang lain menambahkan.
Mendapatkan serangan kata-kata dari para Anggota Direksi yang lain, Andreas Jonathan hanya tersenyum sinis. Laki-laki muda itu menunggu semua anggota DIreksi lain menyelesaikan keluhan dan teguran mereka, dan sama sekali tidak memotong pembicaraan mereka. Alexander yang duduk di samping Andreas Jonathan terlihat melirik laki-laki yang duduk di sebelahnya itu, meskipun Alexander juga bisa menganalisis kemampuan perusahaan dalam hal ini.
"Bagaimana penjelasan dan pembelaan tuan muda..?" Ponco Sujono kembali menegaskan.
"Tuan muda.. apakah perlu saya saja yang menjelaskan pada anggota Direksi lainnya, atau tuan muda sendiri. Saya memiliki argumentasi untuk mematahkan ketakutan mereka.." Alexander berbisik pada tuan mudanya,
"Alex... panggil manajer investasi dan juga manajer keuangan kemari, aku ingin mendengarnya langsung dari mulut mereka sendiri. Saya rasa, para anggota Direksi akan sabar menunggu kita untuk melakukan klarifikasi, sehingga tidak akan melakukan persepsi buruk pada tindakan perusahaan akhir-akhir ini." dengan tegas Andreas Jonathan membuat perintah.
"Tuan muda.. kenapa tuan muda melakukan hal itu. apakah menindas bawahan merupakan cara bagus untuk mengendalikan perusahaan." mendengar Andreas Jonathan meminta ALexander untuk mengundang dua orang yang sempat disebut oleh dua anggota Direksi, Ponco Sujono merasa keberatan, demikian juga dengan satu laki-laki yang tadi turut berbicara. Sementara anggota direksi yang lain, yang sejak tadi hanya diam mendengarkan, saling berbisik satu dengan yang lainnya,
Tidak lama kemudian, Alexander sudah membawa dua orang yang diminta oleh Andreas Jonathan masuk ke dalam ruang rapat. Kedua laki-laki itu terlihat sangat pucat dan gugup ketika memasuki ruangan, apalagi ketika menatap dua Direksi yang tadi bicara di forum.
"Fadlan.., laporkan kepada saya dan para anggota Direksi lainnya mengenai profit yang didapatkan perusahaan dalam tiga bulan terakhir. Apakah ada decrease, ataukah malah mengalami increase..? Jelaskan jangan ada yang ditutupi, atau terlebih-lebih kamu manipulasi.." dengan tersenyum smirk, Andreas Jonathan dengan tegas membuat perintah.
Laki-laki muda itu tiba-tiba terlihat gugup, kemudian membuka gadget yang ada di tangannya. Tetapi beberapa kali, Fadlan melihat ke arah ponco Sujono.. dan hal itu tidak terlewat dari pandangan Andreas Jonathan dan para anggota Direksi lainnya. Beberapa saat, Andreas Jonathan membiarkan laki-laki bernama Fadlan itu untuk menyiapkan apa yang mau diutarakannya,
"Terima kasih tuan muda untuk kesempatan memaparkan profit yang didapatkan perusahaan selama garis besar. Untuk profit secara menyeluruh, pada tiga bulan terakhir, perusahaan membukukan keuntungan sebanyak 1.7 trilliun, dan pada dua bulan terakhir 2.1 trilliun, sedangkan pada bulan ini 3.2 trilliun. Hal yang harus diperhatikan adalah, untuk perusahaan baru yang ada di Surabaya, pada bulan ini belum membukukan keuntungan. Untuk laporan keuangan secara menyeluruh sudah dikirim staf bagian keuangan ke para anggota Direksi." dengan tergagap Fadlan melaporkan apa yang diminta tuan muda.
"Tidak tuan muda.., hanya saja tuan Ponco beberapa kali menelpon pada staf bagian keuangan, untuk meminta penambahan lagi bagian keuntungan bagi para Direksi. Padahal selain bagian keuntungan, tunjangan Direksi juga tidak pernah terlambat dibayarkan oleh perusahaan. Itu tuan muda.. yang bisa kami laporkan oleh bagian keuangan, dan jika bagian kami melakukan kesalahan, kami siap untuk dilakukan klarifikasi." Fadlan dengan berani menyampaikan keterangan.
Semuanya yang sejak tadi terdiam mendengarkan Fadlan bicara, saat ini kembali saling berbisik. Mereka bingung, untuk apa mereka saat ini berkumpul di ruang rapat PT. Indotrex. Tbk., hanya karena mendapatkan informasi yang tidak jelas asal usulnya. Andreas Jonathan hanya tersenyum, kemudian meminta Fadlan untuk keluar dari ruang rapat, Tinggallah Reyhan dari bagian investasi, yang melihat punggung Fadlan dengan perasaan cemburu.
"Okay.. para anggota Direksi, mohon untuk melakukan telaah atas keterangan yang telah disampaikan oleh Divisi Keuangan yang tadi disampaikan oleh Manajer Fadlan. Untuk selanjutnya saudara Reyhan harus menceritakan atau melaporkan kegiatan atau rencana perusahaan ke depan.": dengan tegas, kembali Andreas Jonathan memimpin rapat.
Reyhan semakin terlihat gugup, seperti terlihat jika laki-laki itu menyembunyikan sesuatu. Bahkan laki-laki itu tidak mau mengangkat wajahnya ke atas, seperti takut akan tatapan seseorang kepadanya,
"Reyhan.. apakah kamu masih mendengar kata-kataku..?" CEO menegur laki-laki itu dengan nada keras.
"Baik.. baik tuan muda.. Untuk kegiatan investasi perusahaan akhir-akhir ini berdasarkan penilaian tim kami, memang terlalu agresif dan sangat beresiko tinggi. Bahkan dalam waktu dua bulan terakhir, kita sudah melakukan investasi dengan melakukan tiga kegiatan ekspansi.." ucap Reyhan akhirnya.
"Tetapi manajer Reyhan.. apakah dari investasi selama dua bulan terakhir, ada yang sampai menggerogoti modal, atau laba ditahan perusahaan.." salah satu Direksi mengejar Reyhan dengan pertanyaan.
"Sebenarnya tidak ada tuan.. hanya saja kita harus menarik beberapa investasi di pasar modal, maupun di pasar uang. Bahkan beberapa investasi di pasar modal, diminta tuan muda untuk dicairkan.." Reyhan menambahkan.
"Tuan Ponco.. sebenarnya apa yang tuan Ponco khawatirkan sehingga memepengaruhi kita untuk meminta menyelenggarakan rapat DIreksi secara mendadak. Menurut penilaianku, semua yang dilakukan perusahaan masih dalam koridor keamanan dana. Toh deviden serta tunjangan manajerial kita juga tidak pernah terlambat untuk diberikan. Atau karena tuan Ponco harus menghidupi gadis muda seperti isu yang beredar itu, sehingga menginginkan pembagian keuntungan atau pemberian tunjangan yang lebih besar." di luar dugaan, salah satu anggota direksi bersuara keras.
Ruangan menjadi semakin hening, dan beberapa orang dalam ruangan menatap tuan Ponco Sujono dengan pandangan tajam. ALexander hanya tersenyum, sambil menatap wajah tuan mudanya.
*******