
Cassandra membuka secarik kertas yang diberikan oleh Steven, dan Andreas Jonathan serta Alexander melihatnya dengan geram. Kertas bertuliskan nama hotel dan nama kamar yang ditempati Steven malam ini. Dengan muka merah padam menahan marah, Cassandra melempar secarik kertas itu ke dalam tempat sampah. Gadis itu segera bergegas keluar, dan tidak menunggu kedua laki-laki yang datang bersamanya itu.
"Sandra.. tunggu kami.." Alexander berteriak menahan gadis itu.
Tetapi Cassandra tidak mendengarnya, gadis itu sudah berlari keluar dari restaurant tersebut. Tanpa menunggu dua laki-laki yang datang bersamanya tadi, Cassandra segera memanggil taxi yang kebetulan lewat di depannya, untuk mengantarkannya pulang. Andreas Jonathan dan Alexander hanya bengong melihat gadis itu pergi meninggalkan mereka duluan.
"Tuan muda.. kita harus cepat mengejar Cassandra.." dengan muka panik, Alexander mengajak laki-laki dingin itu untuk menyusul gadis itu.
"Biarkan gadis itu sendiri, dia pasti butuh waktu untuk menenangkan pikirannya. Kedatangan kita, malah akan menjadikannya semakin jengkel, dan menyalahkan kita atas perilaku kurang ajar yang dilakukan oleh Steven kepadanya. Jika perlu.., beri peringatan pada taipan itu, jangan biarkan dia berlaku kurang ajar pada orang-orang kita." sahut Andreas dengan perintah tegas.
Laki-laki itu segera berjalan memasuki mobil yang sudah menunggunya. Alexander segera mengejar tuan mudanya, sambil menelpon customer service apartemen tempat Cassandra tinggal.
"Segera beri tahu saya, jika non Sandra sudah kembali ke apartemen." perintah tegas Alexander memerintah customer service apartemen.
"Baik tuan Alex.., segera saya laksanakan." tanpa bertanya ada apa, customer service segera menyanggupi perkataan yang disampaikan Alexander.
*********
Bar Musk
Suara musik mengalun di ruang VVIP, dan di dalamnya tampak Andreas Jonathan tampak menikmati minuman keras. Alexander duduk di samping laki-laki itu, dan hatinya sudah mulai tenang karena sudah mendapatkan laporan jika Cassandra sudah sampai dan memasuki apartemen, dari customer service. Beberapa ladies club tampak berjajar untuk memberikan layanan pada dua tamu eksekutif itu. Tetapi mengingat perangai keras dari CEO PT. Indotrex. Tbk. itu, mereka tidak berani terlalu dekat dengan dua tamu laki-laki itu.
"Tuan muda Andre.. tuan Alex.. sudah lama sekali, kalian berdua tidak datang di club ini. Mau tahu koleksi-koleksi terbaru kami tuan.." tampak seorang laki-laki muda pemilik bar datang dan berbicara dengan dua laki-laki itu.
"Luar negeri atau dalam Jack.." dengan cepat, ALexander menanggapi perkataan laki-laki itu, yang ternyata bernama Jack.
"Aku tahu selera kalian tuan.. baru datang dari Usbekiztan.., still virgin.. ha.. ha.. ha.." Jack tertawa terbahak-bahak menjawab pertanyaan Alexander.
Alexander menatap pada Andreas Jonathan, namun laki-laki itu mengangkat kedua bahunya ke atas. Melihat respon tuan mudanya, Alexander kembali menatap pada Jack.
"Tuan muda sedang tidak ingin bermain malam ini.., bawa saja orangmu ke ruangan ini. Aku ingin tahu apa yang bisa dilakukannya untuk merayuku.. Ha.. ha.. ha.." melihat tuan mudanya tidak berminat, Alexander mengerlingkan mata pada Jack.
Tetapi baru saja Jack berjalan beberapa langkah, terlihat Jennifer tiba-tiba sudah ada di belakangnya. Gadis itu seakan tahu, siapa yang sedang dilayani oleh laki-laki itu.
"Ada Andreas Jonathan di dalam bukan..?" dengan penuh selidik, Jennifer bertanya pada laki-laki itu.
Dengan tanpa berdaya, Jack hanya menganggukkan kepala mengiyakan. Dengan wajah berbinar bahagia, Jennifer kemudian mendorong pintu ke dalam, dan matanya semakin mengerjap melihat laki-laki yang dikejarnya itu berada di dalam ruangan, sedang menikmati minuman keras.
"Honey.. kenapa tidak mengajakku jika ingin datang ke bar ini.. Untungnya tadi aku bertemu dengan fans di bar ini, jadi melihat kalian masuk." tanpa memiliki rasa malu pada para ladies club yang masih berjajar di depan pintu, Jennifer langsung duduk di samping Andreas Jonathan. Ciuman dan pelukan diberikan gadis itu pada CEO PT. Indotrex. Tbk itu, tetapi dengan dingin, laki-laki itu tidak menanggapinya.
Tangan Jennifer meraba dada Andreas Jonathan, dan bahkan melepas kancing baju laki-laki itu kemudian memasukkan tangannya ke dalam baju tersebut. Mata Andreas Jonathan memicing, dan menatap tajam pada Jennifer. Malam ini dia memang sedang tidak ingin bermain, hanya ingin melepaskan kegundahan dalam hatinya, yang dia sendiri tidak tahu apa sebabnya.
"Tarik keluar tanganmu Jenny.., atau aku patahkan. AKu sedang tidak ingin bermain malam ini.." suara tegas Andreas Jonathan memenuhi ruangan itu. Alexander dan para LC menatap ke arah sofa. Terlihat dengan pandangan marah, tuan muda menatap Jennifer yang sudah duduk di pangkuan laki-laki itu.
"I need you.. honey.. " dengan mata puppy eyes, Jennifer terus berusaha merayu laki-laki itu.
Tetapi tatapan Andreas Jonathan yang seakan menghujam dan menguliti tubuhnya, membuat gadis itu menurunkan tubuhnya dari pangkuan laki-laki itu. Perlahan jari-jari Jennifer kembali mengancingkan baju Andrean Jonathan. Dengan tatapan dingin, laki-laki itu menatap live music yang terlihat jelas di depannya dari screen di dinding ruangan.
Jennifer dengan perasaan jengkel, menyandarkan kepalanya di bahu laki-laki itu, sambil matanya turut mengamati layar yang ada di depan mereka. Tidak lama kemudian, Jack masuk ke dalam dengan membawa perempuan Usbekiztan yang dijanjikannya tadi. Tubuh menjulang tinggi semampai, dengan buah dada yang sangat kencang menjadi pemandangan pertama yang dilihat dari perempuan itu. Mata Alexander langsung berbinar, kemudian laki-laki itu memberi kode pada Jack untuk mengeluarkan para LC dari ruangan tersebut.
"Miss Jenny.. apakah kamu masih akan tetap berada di dalam ruangan ini, dan melihat bagaimana kedua tuan muda ini bermain dengan gadis Usbekiztan ini.." dengan kerling mata menggoda, Jack berbicara dengan Jennifer.
"Siapa takut Jack.. aku akan tetap berada di dalam ruangan ini." tidak diduga, dengan santai Jennifer menanggapi perkataan owner bar itu.
"Okay... okay .. nikmatilah malam ini. Aku tidak akan mengganggu kalian semuanya.." Jack keluar dari dalam ruangan VVIP itu, dengan membawa para LC bersamanya.
Tanpa rasa malu, gadis Usbekiztan itu segera mendekati Alexander. Keduanya tanpa sedikitpun rasa malu, saling berciuman dengan sangat erat. Andreas Jonathan hanya memicingkan mata, dan memberi isyarat pada Alexander untuk menyingkir dari tempat itu. Tanpa bicara, Alexander mengangkat tubuh gadis Usbekiztan itu dengan bridal style, kemudian membawanya ke private room di dalam ruangan tersebut.
Jennifer merasa panas melihat keintiman sepasang manusia itu, tangannya kembali bergerilya di tubuh Andreas Jonathan. Kali ini laki-laki yang sudah mulai mabuk karena minuman ini, membiarkan perlakuan me**sum yang dilakukan Jennifer kepadanya. Dia tahu, jika Jennifer hanya butuh uang dan ketenaran.
*********