CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 79 Melihatnya



Setelah berpamitan dengan tetangga yang paling dekat dengan kontrakannya, dan tidak lupa mengirimkan email pada Herlambang. Cassandra segera berangkat menuju ke stasiun. Tampak sopir taksi online membantu Cassandra dengan membawakan trolly bag, karena melihat perempuan itu sedang dalam keadaan hamil besar.


"Terima kasih pak.." setelah trolly bag masuk di dalam mobil, Cassandra mengucapkan terima kasih pada driver itu.


"Sama-sama mbak.. kita langsung menuju stasiun Bandung kan, apakah ada tempat yang ingin mbak Sandra singgahi?" sambil menjalankan mobil driver bertanya pada gadis itu.


"Tidak pak, langsung antar ke stasiun saja, saya juga sepertinya sudah tidak sanggup lagi untuk membawa barang banyak pak.." sahut Cassandra sambil tersenyum kecut.


"Iya mbak, melihat posisi kandungan mbak Sandra, saya jadi teringat ketika istri saya dulu hamil. Sepertinya itu sudah mendekati tanggalnya mbak, karena posisi kehamilan sudah di bawah." tidak diduga, driver malah lebih mengetahui posisi janin.


Cassandra hanya tersenyum menanggapi, sampil mengusap-usap pelan perutnya beberapa kali ke atas dan ke bawah. Pandangannya diarahkan keluar kaca mobil, dan perlahan mobil sudah meninggalkan desa tempatnya beberapa bulan tinggal.


"Ngomong-ngomong bapaknya kemana mbak, masak istri sudah terlihat mau melahirkan seperti ini, tidak ditemani untuk bepergian jauh. Seharusnya sudah status siaga, untuk berjaga-jaga jika harus berangkat menuju ke rumah sakit mendadak." pertanyaan driver itu seperti menohok hati Cassandra, namun dengan cepat gadis itu mengambil nafas dalam, kemudian menghembuskan lagi secara perlahan.


"Saling berbagi tugas pak.., makanya ini saya mau melahirkan di tempat kelahiran saya di Solo pak. Suami saya biar mencari uang, untuk biaya hidup kami ke depannya. Karena di jaman sekarang, bagaimana susahnya kita untuk mencari uang pak.." Cassandra mencoba menutupi keadaannya, dengan mengarang cerita bohong.


"Benar juga ya mbak, yang penting semua kebutuhan bisa tercukupi. Yang penting sudah ada kesepakatan dengan pasangan, saling mau menerima, semua malah akan semakin indah pada akhirnya.." driver kemudian fokus mengemudikan mobil, karena mereka sudah keluar dari Cimanggu, dan mulai memasuki wilayah yang sudah ramai akan kendaraan.


Melihat hal itu, Cassandra memanfaatkan waktu dengan memejamkan matanya sejenak, untuk memberi jeda agar driver tidak terus mengajaknya bicara. Selain karena mengantuk, Cassandra juga mencegah pertanyaan-pertanyaan yang diucapkan driver akan membuat air matanya mengalir. Oleh sebab itu, Cassandra berpikir dengan pura-pura tidur akan menjadi jalan keluar untuknya.


Dari kaca cermin depan, driver melirik Cassandra, namun ketika melihat mata perempuan muda itu terpejam, driver segera kembali fokus mengemudi dan mengalihkan pandangannya. Tujuan yang akan dia tuju adalah menuju ke arah stasiun.


********


Di dalam kereta api


Cassandra mengambil nafas panjang, karena sudah berhasil masuk ke dalam kereta api kelas VIP. Gadis itu memang sengaja mengambil tempat duduk di pinggir kereta, dan duduk di sebelah selatan, karena ingin menikmatu pemandangan pagi, dan juga menghindari sinar matahari secara langsung. Hal yang sangat menyenangkan hatinya adalah di samping kursinya tidak ada penumpang yang menempati, sehingga Cassandra merasa lebih leluasa menikmati suasana di dalam kereta.


"Ternyata sangat menyenangkan, kursinya juga sangat longgar. Sangat jauh, jika dibandingkan duduk di dalam pesawat, kursi terasa sangat sempit, dan bahkan beberapa kali pernah terjepit." gadis itu bergumam sendiri., Merasa kakinya dingin, karena kali ini Cassandra mengenakan pakaian daster dengan panjang selutut, gadis itu mengambil pashmina di dalam tas, kemudian digunakannya untuk menutup bagian lutut ke bawah.


Cassandra tersenyum mendengarnya, dan matanya mulai mengantuk karena hari ini harus bangun pagi, karena tidak mau tertinggal jadwal keberangkatan kereta api. Akhirnya gadis itu memutuskan untuk menepis keinginan untuk menikmati pemandangan dan lebih menginginkan untuk tidur.


************


PT. Indotrex. tbk


Alexander bergegas memasuki ruang kerja Andreas Jonathan, karena baru saja mendapatkan laporan tentang keberadaan Cassandra dari salah satu pengawalnya. Laki-laki itu langsung menerobos masuk, dan terlihat CEO perusahaan sedang menikmati minuman beralkohol.


"Tuan muda... kapan tuan muda akan menyepakati kesepakatan kita. Tidak boleh minum alkohol ketika berada di dalam kantor tuan muda... " Alexander dengan berani mengambil botol vodka dari hadapan Andreas Jonathan, dan menyingkirkan  di belakang tubuhnya.


"Mau kamu bawa kemana botol itu Alex.., aku butuh itu, untuk mengalihkan pikiran dan duniaku.." Andreas Jonathan yang sudah mulai mabuk, menceracau tidak jelas.


"Okay tuan muda.. akan aku berikan botol ini pada tuan muda. Namun... hempas keinginan tuan muda untuk menemukan Cassandra. Hanya itu yang ingin Alex sampaikan tuan muda.." mendengar wakil CEO itu menyebut nama gadis yang tanpa lelah terus dicarinya, dan yang menyebabkan kondisinya terpuruk seperti ini, akhirnya ANdreas Jonathan berdiri dan mengejar ALexander.


"Apa yang tadi kamu katakan Alex.., apakah kamu sudah mendapatkan kabar tentang keberadaan gadis itu?" sambil memegang krah baju ALexander, Andreas Jonathan meminta laki-laki itu menjelaskan perkataannya.


"Tenanglah.. Tadi camera CCTV Dinas Perhubungan kota Bandung, menangkap penampakan seorang gadis yang disinyalir itu adalah Cassandra yang sedang keluar dari sebuah taksi online. Tetapi yang mengejutkan, gadis itu kenapa dalam keadaan hamil, apakah kamu bisa memberiku penjelasan tuan muda..?? beberapa pengawal sedang melacak driver taksi online, untuk melacak tempat tinggal, dan kemana tujuan yang akan didatangi Cassandra." dengan runtut ALexander menjelaskan.


Mendengar penjelasan itu, mata Andreas Jonathan menjadi terbelalak, dan menatap wajah Alexander dengan lebih tajam. Alexander segera tanggap, kemudian membuka gadget, dan menyalakan rekaman CCTV yang menyorot seraut wajah perempuan hamil yang disinyalir adalah wajah Cassandra. Andreas Jonathan segera merebut gadget itu, dan menatap dengan mata lebar seorang gadis yang sedang menarik trolly bag tersebut.


"Hamil..., apakah itu karena perbuatanku. Dan karena alasan itukah, Cassandra akhirnya meninggalkanku.." tanpa sadar, Andreas Jonathan bergumam dan memundurkan tubuhnya ke belakang. Laki-laki itu seakan tidak percaya melihat kondisi yang dialami Cassandra saat ini, dan rasa penyesalan semakin membuncah di rongga dadanya.


"Apakah kamu paham dan tahu apa yang terjadi tuan muda..?" kembali terdengar suara Alexander menuntut penjelasan dari laki-laki itu.


"Putraku Alex.., itu pasti putraku...,. tepat kurang lebih delapan bulan yang lalu.." kembali gumaman dari mulut Andreas Jonathan terdengar getir. CEO PT. Indotrex. Tbk itu seperti kehilangan kesadaran dan keseimbangan melihat penampakan dan penampilan Cassandra saat ini.


**********