
Cassandra dan Sheilla melihat ke arah tuan Wijaya yang tampak menatap keduanya dengan pandangan menyesal. Laki-laki itu kemudian berjalan mendekati mereka, dan tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya ke bawah untuk memeluk tubuh gadis itu. Stevie merasa bingung mendapatkan perlakuan seperti, dan seperti memahami apa yang dilakukan oleh papanya, Cassandra bergeser ke samping untuk memberikan ruang untuk papanya.
"Stevie.. maafkan papa sayang... papa tidak bisa mengenalimu sebagai putri kandung papa dengan mama Sheilla. Karena kesalah pahaman dan keegoisan papa, akhirnya papa tidak bisa membersamaimu.., ampuni papa sayang. Beri kesempatan papa untuk merubah semuanya..." Tuan Wijaya meluapkan emosinya di pelukan Stevie.
Melihat hal itu, Cassandra tidak mau mencampuri urusan papa mertua dengan adik iparnya itu,. Perlahan Cassandra berdiri, kemudian perlahan berjalan meninggalkan ruangan itu, Tinggalkan tuan Wijaya yang memeluk erat tubuh Stevie, dan mengeluarkan semua yang dirasakannya pada putri perempuannya itu. Beberapa saat kemudian...,
"Papa.. bagaimana papa tahu jika Stevie ini adalah putri papa..? Bukankah karena tuduhan selingkuh, papa sudah mengusir mama keluar dari rumah papa. Apakah tidak berpikir jika merupakan sebuah kesalahan, ketika papa berpikir jika Stevie ini adalah putri papa...?" Stevie masih berusaha untuk menguji papanya. Gadis itu tahu bagaimana hubungan antara mamanya Sheilla dengan papa Armansyah, sehingga gadis itu juga merasa yakin jika tuan Wijaya adalah papanya.
"Jangan hakimi papa putriku... sudah cukup mamamu saja yang masih marah, dan memberikan hukuman pada papa. Jangan darimu putriku... papa akui, papa yang salah, dan cukup impulsive kala itu. Mungkin darah muda, dan merasa tertantang dengan isu selingkuh yang dihembuskan beberapa orang pada mamamu..." tuan Wijaya sampai mengeluarkan air mata, ketika mengucapkan kata-kata itu pada putrinya Stevie.
"Papa banyak salah pada mamamu, juga kepadamu Stevie.. sekali lagi papa minta maaf.." kembali laki-laki itu memohon kata maaf pda Stevie,
Beberapa saat kemudian, akhirnya Stevie sudah bisa menenangkan hatinya, dan bagaimanapun dirinya juga merindukan pelukan dari papa kandungnya. Akhirnya gadis itu ikut memeluk papanya dengan erat, dua orang papa dan putrinya itu saling berpelukan. Di luar ruangan, Cassandra ikut menitikkan air mata, ada rasa haru melihat bertemunya seorang ayah dengan seorang putrinya.
**********
Sore Harinya
Andreas Jonathan langsung mencari istrinya, ketika anak muda itu baru saja datang dari perusahaan. Sama hal dengan dirinya., Alexander juga bergegas menuju ke suites room untuk mencari keberadaan Stevie. Rupanya kehadiran Stevie dengan semua yang ada pada gadis itu, sudah dapat menarik perhatian ALexander.
"Honey... apa yang kamu lakukan sayang..?" melihat istrinya yang sedang duduk di balkon, Andreas Jonathan bertanya kepadanya.
Perempuan muda itu menoleh ke belakang, dan begitu melihat keberadaan suaminya, Cassandra langsung berdiri untuk menyambut kedatangan suaminya. Namun rupanya Andreas Jonathan lebih cepat sampai ke tempatnya, laki-laki itu memeluk tubuh istrinya, dan mencium pucuk kepala Cassandra.
"Maaf kak, Sandra tidak tahu jika kak Andre sudah pulang. Sandra baru saja menelpon mama di Jogja kak.. mama titip salam buat kak Andre juga, dan kak Alex.." Cassandra menceritakan apa yang baru saja dilakukannya.
Mendengar jawaban yang diucapkan istrinya, Andreas Jonathan teringat jika gadis yang sudah menjadi istrinya itu masih memiliki mama yang tinggal dengan adik tirinya di daerah Kalasan, Yogyakarta. Namun Andreas Jonathan merasa egois, karena selama ini terlalu menahan, dan malah terkesan melupakan keberadaan mama mertuanya. Istrinya malah terlalu sibuk mengurusi papanya, dan saat ini urusan mama kandungnya.
"Apakah kak Andre serius.. jujur kak, Sandra merindukan mama. Tapi karena banyaknya masalah dalam keluarga kita akhir-akhir ini, Sandra berusaha untuk menepis kerinduan itu. Sandra yakin, tidak akan lama pasti akan bertemu dengan mama. Ternyata kak Andre malah menanyakan hal ini pada Sandra.." dengan mata berbinar, Cassandra menanggapi perkataan yang diucapkan suaminya,
Andreas Jonathan tersenyum, kemudian laki-laki itu mengangkat tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam. Kemudian laki-laki itu mendudukkan Cassandra di pinggir ranjang..
"Bersiaplah honey.. kebetulan besok hari Sabtu.., malam ini juga kita akan pergi ke Yogyakarta. Aku akan intruksi pada Alexander untuk membuat pengaturan." sambil memberikan ciuman di bibir perempuan muda itu, Andreas Jonathan mengatakan sesuatu yang mengejutkan Cassandra,
"Terima kasih kak Andre.." dengan perasaan senang, Cassandra membalas ciuman yang diberikan suaminya. Mendapat respon seperti itu dari istrinya, Andreas Jonathan yang semula hanya ingin mendekat pada istrinya, malah membangkitkan hasrat nafsu manusia purba pada diri laki-laki itu.
Dengan semangat, Andreas Jonathan menyergap bibir istrinya, dan kedua bibir pasangan suami istri itu saling bertaut dan enggan untuk saling melepaskan.
******
Alexander yang sedang duduk di ruang tamu kamar Stevie, mengerutkan dahi ketika membaca pesan chat yang dikirimkan oleh tuan mudanya. Seperti biasa, tanpa bertanya apakah anak muda itu sedang santai, atau sedang menangapi sebuah pekerjaan, Andreas Jonathan selalu seenak jidat memberi Alexander intruksi baru,
"Segera atur private jet.. malam ini kita akan pergi ke Adi Sutjipto Airport. Kondisikan hotel untuk kita menginap malam ini.." satu kalimat, tetapi membuat Alexander harus mengatur semuanya.
"Ada apa kak Alex..?" Stevie yang sudah bisa menguasai kembali perasaannya, setelah tadi siang bicara banyak dengan papa kandungnya, bertanya pada Alexander. Perubahan ekspresi wajah dari laki-laki itu, yang memunculkan pertanyaan untuknya,
"Bersiaplah Stevie... juga ajak mama Sheilla. Tuan muda memberi perintah untuk kita bersiap, malam ini kita akan terbang menuju kota Yogyakarta. Tidak tahu apa yang menyebabkan kenapa perintah ini terjadi mendadak. Tetapi, biasanya yang bisa merubah cepat keputusan tuan muda itu hanya keinginan nona muda Cassandra. Tuan muda Andreas tidak akan pernah menolak, apa yang diinginkan oleh istrinya.." Alexander segera berdiri dan memberi peringatan pada Stevie.
"Hmm... begitukah..?? Tidak aku sangka, di balik keganasan dan sikak arogan kak Andre, ternyata laki-laki itu sangat patuh dan taat pada kak Sandra.. Sungguh laki-laki yang sangat diidamkan oleh gadis manapun.." tiba-tiba Stevie bergumam sendiri.
"Aku bisa bertindak seperti kakak kandungmu Stevie.. tapi dengan satu syarat, Menikahlah denganku secepatnya, aku akan menjadikanmu seperti ratu.." sebelum keluar dari kamar Stevie, Alexander yang ternyata mendengar apa yang digumamkan oleh gadis itu, berseloroh. Stevie terkejut, tapi gadis itu tiba-tiba tersenyum malu, kemudian bergegas untuk bersiap-siap.
*******