CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 59 Gundah



Merasa bersalah, Andreas Jonathan memanggil Cassandra untuk datang ke ruangannya. Masih merasa trauma dengan kejadian di pagi tadi, Cassandra memberanikan diri mengajak Alexander untuk menemaninya masuk ke ruangan tuan mudanya. Karena merasa kasihan, Alexander rela meninggalkan pekerjaan dan menemani gadis itu masuk ke ruang kerja Andreas Jonathan.


"Duduklah Sandra..." Andreas Jonathan meminta Cassandra duduk, tapi mengabaikan Alexander. Laki-laki itu tersentak melihat dua cetakan telapak tangan berwarna merah, masih terlihat samar-samar di  wajah gadis itu.


"Alex.. carikan salep pendingin dan penghilang bekas luka.." laki-laki itu menyuruh wakilnya. Tanpa menjawab, Alexander segera berdiri dan mencari obat yang dimaksud tuan mudanya di kotak obat.


Beberapa saat Andreas Jonathan dan Cassandra terdiam, tetapi laki-laki muda itu terus memandangi wajah gadis itu tanpa berkedip. Cassandra sengaja mengalihkan pandangan tidak mau bertatapan dengan laki-laki muda itu. Gadis itu merasa apes nasibnya, karena sering gara-gara laki-laki muda di depannya itu, dia sering mendapatkan perundungan dari orang lain.


"Sandra.. tatap mataku!" tiba-tiba terdengar perintah dari laki-laki muda itu. Perlahan Cassandra melakukan apa yang diperintahkan atasannya itu. Sejenak mereka saling berpandangan, tetapi Cassandra mengalihkan pandangan, merasa tidak berani melihat manik mata tajam yang dimiliki tuan mudanya.


"Busyet.. jernih sekali ternyata bola mata gadis ini. Wajahnya terlihat lucu, polos dan cantik.." tanpa sadar, begitu melihat dan mengamati wajah Cassandra dari dekat, tanpa sadar Andreas Jonathan menyatakan kekagumannnya. Tapi-tapi untungnya laki-laki itu kemudian tersadarkan kembali dari pikiran ngelanturnya.


"Aku harap kamu mau memaafkan sikap mamaku, mama sudah salah paham terhadapmu Sandra.." tiba-tiba Cassandra merasa kaget dengan kata-kata yang diucap oleh tuan mudanya. Laki-laki itu ternyata bisa juga untuk berkata-kata halus, berusaha meminta maaf atas kesalahan mamanya.


Alexander yang juga sedang bersama dengan mereka ikut terkejut. Seorang tuan muda yang terkenal dengan judge sebagai seorang yang arogan, sombong, ternyata bisa juga merendahakan diri di depan seorang gadis, apalagi gadis itu adalah anak buahnya di kantor. Cassandra sendiri terdiam untuk beberapa saat, kemudian terdengar gadis itu menghela nafas..


"Lupakan saja tuan muda.., siapapun mungkin juga akan bertindak seperti ibu. Anaknya tidak ada di rumah, tidak memberikan kabar dimana keberadaan. Tahu-tahu datang juga tidak langsung datang ke rumah. melainkan ke seorang gadis lainnya. Nyonya besar Sandrina tidak salah, hanya kurang tepat saja.." sahut Cassandra sambil menelan ludah, betapapun dia kecewa, namun gadis itu juga merasa tidak akan bisa merubah segalanya.


"Hey.. ini kenapa jadi kamua yang menyindirku.." dengan pertanyaan heran, Andreas Jonathan bertanya apda gadis itu. Dari tempatnya berdiri, Alexander menutup meulut mentertawakan Cassandra.


Cassandra tidak menjawab, karena sebenarnya dalam hati gadis memendam kejengkelan terhadap tuan mudanya. Sering merepotkan pada jam-jam di luar jam kerja perusahaan. Namun.. Cassandra tidak berani untuk menanyakan secara langsung.


"Tuan muda.. tuan Alex. sepertinya semua sudah tidak lagi yang kita bahas bukan. Sandra sudah melupakan semuanya, dan sekarang Sandra ijin untuk kembali bekerja." tiba-tiba tidak menunggu perkataan ijin dari kedua laki-laki itu, Cassandra membalikkan badan dan meninggalkan tempat itu.


Alexander dan Andreas Jonathan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keberanian gadis itu. Tetapi bagi CEO perusahaan, tidak tahu sebabnya kali ini dia melihat Cassandra seperti menggemaskan.


**********


Terlihat di sebuah pangkalan para sopir driver biasa mangkal, Herlambang sedang menikmati kopi panas dan gorengan. Laki-laki itu merasa gundah, karena sudah beberapa hari merasa tidak bisa menemukan Cassandra. Tidak ada kabar apapun, dan bahkan pesan yang dikirmkan via aplikasi whaatssapps hanya dibaca saja, sedikitpun tiidak ada tanggapan atau balasan dari gadis itu;


"Dimana Cassandra.. semoga gadis itu baik-baik saja. Aku sudah tidak bertemu dengannya beberapa hari. Jujur.. aku merindukan gadis itu. Apalagi saat ini, aku tidak bisa sebebas dulu lagi untuk menemui gadis itu. Damn it.. CEO perusahaan itu memang terlalu mengakuisisi Sandra.." sambil bergumam, Herlambang melempar gorengan yang dipegangnya tanpa sadar ke tanah.


"Hei.. kamu kenapa Herlam.. bicara sendiri tidak jelas, malah banting-banting makanan lagi.." menyadari dan melihat sikap aneh anak muda, sesama rekan ojek online bertanya pada laki-laki itu.


Herlambang tidak menjawab, laki-laki itu baru tersadar akan sikap kekanak-kanakannya, dan akhirnya tersenyum kecut dan memandang sesama rekan kerjanya.


"Sorry aku ga sengaja guys.. tidak tahu kenapa aku kalut hari ini.." sahut Herlambang akhirnya.


"Ha.. ha.. ha.., Herlam.. Herlam, kamu ini laki-laki, belum menikah dan belum memiliki keluarga. Berdasarkan pengalaman dan penelitian di lapangan, seorang laki-laki lajang yang kalut itu ada beberapa hal yang mendasarinya jika berbuat seperti itu. Pertama, mau melepas masa lajangnya; yang kedua tanpa sadar menghamili seorang perempuan; atau yang ketiga sedang mendekati seorang gadis tetapi ada hambatan besar yang menghalanginya... Pilih yang mana Herlam.." seorang driver online yang lebih tua dari Herlambang, mengomentari anak muda itu.


"Betul;.. betul.. aku sepakat dengan kata-katamu bro.." sahut driver online lainnya.


"Kenapa bro.. ayolah jangan main rahasia-rahasiaan. Atau sedang gundah memikirkan gadis yang pernah kamu ceritakan dulu. Berarti tebakan dari bang Jojo tepat untuk pilihan yang ketiga. Benar kan Herlam.." Herlambang hanya bisa tersenyum nyengir. Tanpa sadar, memang ketika pada awal-awal dia mendekati Cassandra, dulu sering curhat pada laki-laki itu. Tetapi sudah lama, dia tidak melakukannya lagi.


"Aku baik-baik saja guys.. tidak ada apa-apa. Jujur ya, aku hanya kehilangan jejak gadis yang sedang aku dekati, CEO perusahaan tempat bekerja gadis itu, sangat reaktif dan preventif sekali jika ada seseorang yang akan mendekatinya. Sudah beberapa hari ini, aku tidak melihat bahkan mendengar keberadaannya. Aku bingung.." tanpa sadar, Herlambang malah menceritakan apa yang menyebabkannya gundah.


Para driver online rekan seprofesi Herlambang saling berpandangan. mereka tadi rencana hanya mau menggoda laki-laki itu. Tetapi malah tidak dinyana, Herlambang membuka sendiri masalahnya pada mereka.


"Sebentar.., sebentar Herlam.. kamu sudah melakukan apa yang dulu pernah aku sarankan belum. Tembak dia, karena di jaman sekarang, seorang gadis tidak semuanya peka.. Bisa saja, sampai saat ini gadis itu tidak bisa merasakan apa yang kau rasakan. Makanya, menurutku tembak broo... kasih tahu padanya jika kamu memang ingin menjadikannya pendampingmu," akhirnya salah satu driver online menasehati laki-laki itu.


"Hmmm... nanti akan aku coba guys. Aku cabut dulu ya.. sepertinya aku perlu rileksasi sebentar." tiba-tiba Herlambang berdiri dan akhirnya berjalan meninggalkan orang-orang itu.


**********