
Begitu menyadari jika istrinya sudah mengalami kontraksi, dan ingin segera diantarkan ke rumah sakit, Andreas Jonathan segera bergegas. Laki-laki muda itu segera mengajak sopir untuk membawa ke rumah sakit terdekat. Cassandra tidak mau dibawa ke rumah sakit yang ada di Zurich, maupun kota yang lebih besar. Dengan berbagai pertimbangan yang telah dipikirkannya, Cassandra memilih Regional public hospital Inter laken sebagai tempat untuk melahirkan putra keduanya. Kamar Suites yang memiliki ruang tamu sendiri, dan dua kamar private untuk keluarga yang menemaninya menjadi fasilitas utama yang ditawarkan pada tipe kamar tersebut.
"Apakah honey masih bisa bertahan sayang...?" mendengar sesekali Cassandra mendesis menahan rasa nyeri, dengan penuh rasa khawatir Andreas Jonathan bertanya pada istrinya. Laki-laki itu mengusap-usap perut istrinya, dengan tujuan untuk mengurangi rasa sakit.
"Jangan khawatir kak.. ini bukan hal yang pertama kalinya untuk Cassandra. Hal yang biasa, jika Sandra menahan rasa perih dan sakit ini.." Cassandra menanggapi ucapan suaminya.
Andreas Jonathan terdiam, dan mengakui jika istrinya memiliki kekuatan untuk menahan rasa sakit itu. Tetapi ketika kembali melihat senyum istrinya setelah selesai mendesis menahan nyeri, rasa khawatir laki-laki itu akhirnya menguap, Laki-laki muda itu kemudian menyandarkan kepala istrinya di pangkuan, dan membantu Cassandra untuk meluruskan kakinya ke samping. Dari kaca depan, driver tersenyum merasa senang melihat perhatian dari tuan muda untuk istrinya.
"Kita sudah akan sampai di Regional public hospital Inter laken tuan muda.., apakah tidak ada perubahan rencana..?" melihat gerbang selamat datang untuk masuk rumah sakit terbesar di kota itu, driver bertanya.
"Tidak ada, langsung bawa mobil menuju ke arah lobby saja. Tadi aku sudah telpon dokter untuk membantu koordinasi masalah kamar yang akan ditempati oleh istriku.." sambil mengusap kening Cassandra, Andreas Jonathan menanggapi pertanyaan dari sopir pribadinya.
"Baik tuan muda, tidak sampai lima menit lagi, kita sudah akan sampai di depan lobby.." setelah kembali menjawab perkataan tuan mudanya, driver dengan hati-hati segera mengarahkan mobil ke depan pintu lobby rumah sakit.
***********
Tanpa mengalami kesulitan birokrasi dan ribetnya administrasi, Zaskia sebagai pasien privielege langsung masuk ke dalam kamar Suites untuk tempat perawatannya. Terlihat dokter kandungan langsung tergopoh-gopoh mendatangi kamar perawatan tersebut, dan mengintruksikan pada perawat yang mendampingi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
"Tangani istri saya dengan sepenuh hati dokter.., jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk padanya.." Andreas Jonathan langsung memberi arahan pada dokter pendamping. Cassandra yang merasa risih dan tidak enak, memegang tangan suaminya untuk menghentikan sikap yang kekanak-kanakan itu.
"Tenang tuan muda.. tidak akan terjadi apa-apa dengan nona muda. Apa yang dialaminya saat ini, merupakan hal yang wajar dan lumrah. Semua perempuan di dunia ini pasti akan merasakannya. Ini masih bersyukur, nona muda masih bisa merasakannya di dalam rumah sakit. Sebagian perempuan merasakannya ketika berada di tempat lain, yang sangat jauh dari fasilitas rumah sakit.." terdengar dokter ikut meyakinkan Andreas Jonathan.
Andreas Jonathan terdiam, kemudian mendekati dan duduk di samping kepala istrinya. Perawat segera maju untuk melakukan pemeriksaan ketika melihat laki-laki muda itu sudah menjauh dari perempuan muda itu.
"Nona muda... tolong angkat kedua kaki, kemudian di tekuk ke atas. Kami akan melihat, nona muda sudah mengalami pembukaan berapa.." terdengar suara bidan pembantu memberikan arahan pada Zaskia. Tanpa menjawab, Zaskia segera melakukan apa yang diperintahkan. Tidak diduga, sampai mata Andreas Jonathan itu melotot sampai hampir terlompat keluar, tangan salah satu bidan itu masuk ke **** ********** Cassandra.
Cassandra malah yang memegang tangan suaminya, untuk menenangkan laki-laki itu, agar tidak membuat keributan di tempat tersebut. Tidak lama kemudian, bidan itu segera mengeluarkan kembali tangannya, dan melapor kepada dokter yang juga berada di dalam ruangan itu.
Andreas Jonathan melihat ke arah istrinya, dan Cassandra yang harusnya panik, malah terlihat lebih tenang jika dibandingkan dengan suaminya. Dengan tidak berdaya, terlihat laki-laki itu malah lesu.
"Tenang kak, Sandra pasti bisa melewatinya. Daripada operasi caesar yang akan menyebabkan Sandra kesakitan sampai berminggu-minggu, lebih baik melahirkan secara normal saja. Allah itu Maha Adil kak..., akan memberikan kenikmatan yang tidak dapat diukur, dan juga memberikan kesembuhan serta menghilangkan rasa sakit setelah kesakitan yang dialami seorang ibu..." kembali Cassandra meyakinkan suaminya.
Dokter dan bidan serta perawat yang mendampingi proses kelahiran tersenyum... Dokter pendamping berjalan mendekati pasangan suami istri itu.
"Tuan muda... yang disampaikan istri saya benar adanya. Jika tuan muda kuat melihat bagaimana putra anda yang kedua terlahir, bisa berada di dalam ruangan ini untuk menguatkan nona muda.. Namun.. jika tuan muda dirasa tidak memiliki hati yang kuat, tuan muda bisa menunggu di luar. Melihat pembukaan jalan lahirnya, tidak akan sampai tiga puluh menit lagi, nona muda Cassandra sudah akan melahirkan putranya.." dengan ramah dan pelan, dokter kembali menakar kekuatan Andreas Jonathan.
"Tidak dokter.. aku kuat, dan akan mendampingi istriku untuk melahirkan putraku. Lakukan dan jalani prosesnya, aku tidak akan mengganggu tindakan kalian. Tapi ingat... utamakan apapun untuk keselamatan istriku.. abaikan yang lain.." kata-kata seperti dogma terdengar sampai ke telinga dokter. Tetapi untungnya mereka melihat, jika tidak ada masalah dengan proses yang terjadi, sehingga dokter dan timnya tetap terlihat tenang,
"Kak... sssshhh... awwww.." tiba-tiba tangan Cassandra mencengkeram tangan suaminya dengan kencang. Ternyata Cassandra melalu kontraksi, dan untuk mengurangi rasa sakitnya gadis muda itu membutuhkan pegangan untuk pengalihan rasa sakitnya.
"Iya honey.. kamu kuat, kamu mommy yang hebat honey..." dengan tatapann menyejukkan, meskipun dalam hatinya ada ketakutan dan kekhawatiran, Andreas Jonathan menguatkan istrinya.
"Nona muda... terus mengejan nona. Tapi ingat jangan berhenti di tengah jalan ya... terus lakukan. Ambil nafas panjang, dan keluarkan secara perlahan. Be relax..., hindari ketegangan, ayo terus nona.. terus..." dokter terus memberikan aba-aba pada Cassandra. Tanpa bantahan, Cassandra melakukan apa yang dianjurkan oleh dokter, dan dengan penuh kasih sayang, Andreas Jonathan terus mendampingi istrinya sampai mengusapkan keringat yang mengalir di kening gadis itu.
"Ketubannya sudah terlihat Dokter... masih utuh.." tiba-tiba perawat memberi tahu dokter.
"Okay.. untuk mempercepat keluarnya bayi, biar licin jalan lahirnya, tusuk ketuban agar air tumpah, tapi langsung tarik keluar dari dalam rahim nona muda Cassandra." dokter kembali memberi arahan,
"Mmmmmffft... ya Allah.., Allahu Akbar..." terdengar Cassandra kembali mengejan panjang, sambil menyebut Asma Allah. Tidak lama kemudian...
"Oekk... oekkk..." suara bayi melengking ketika dengan sigap dokter menariknya keluar, kemudian membopong pada kedua tangannya.
**********