
Malam Hari
Cassandra gelisah, karena Stevie diketahui belum sampai ke hotel. Padahal gadis itu minta dijemput sejak pukul lima pagi, dan Cassandra mengalihkan penjemputan pada Alexander. Sudah lebih dari dua belas jam, namun keberadaan Stevie di hotel, belum juga terlihat batang hidungnya. Namun tidak hanya Stevie, Alexander juga belum kelihatan sejak pagi. Bahkan pekerjaan di kantorpun juga ditinggalkannya.
"Kak.. kak Andre.. apakah kak Alex itu memiliki rumah di Jakarta..?" merasa curiga jika Stevie sedang bersama dengan Alexander, Cassandra mencoba mendapatkan informasi dari suaminya.
"Rumah... untuk apa kamu bertanya tentang hal itu. Jika di Jakarta pusat, ada kamar apartemen di apartemen yang sama dengan yang honey tempati dulu. Namun untuk rumah.. sepertinya Alexander memiliki sebuah istana di kawasan Bogor. Aku pernah diajaknya sekali ke tempat itu, tapi aku sudah lupa dimana letak persis keberadaannya. Jangan salah honey... uang dan asset laki-laki itu sangat banyak, akan sangat bahagia perempuan yang akan menjadi pendampingnya nanti.." Andreas Jonathan tanpa sadar menceritakan keberhasilan Alexander.
"Tapi.. untuk apa tiba-tiba honey bertanya tentang rumahnya Alexander. Jangan katakan, jika honey tertarik dengan anak muda itu.." tiba-tiba dengan penuh selidik, tatapan Andreas Jonathan berubah pada istrinya.
Cassandra kaget, dan bingung bagaimana harus menjelaskan tentang apa yang ditanyakannya itu. Padahal niatnya bertanya, hanya untuk mencari tahu kemungkinan Stevie dibawa ke rumahnya oleh ALexander,. Namun untuk melindungi posisi Stevie, sepertinya tidak mungkin jika Cassandra harus bicara terus terang pada suaminya.
"Bukan itu kak.. masih nyambung dengan perkataan kak Andre tadi. Apa lagi yang akan ditunggu oleh kak ALex.. rumah ada, mobil ada, gaji juga besar, wajah juga masuk kategori tampan.. tapi kenapa di usianya saat ini, kak Alex belum juga segera untuk menikah. Jangan-jangan, kak Alex itu ada bakat gay kak.."
"What.. apa yang kamu katakan honey.. Alexander gay.., ha.. ha.. ha.." Andreas Jonathan yang sedang menyeruput minuman tertawa terbahak-bahak, sampai air yang masih ada di mulutnya menyembur keluar. Dengan cepat, Cassandra mengambilkan tissue dan mengelap sekitar mulut suaminya.
"Kita tunggu kedatangan Alexander ke tempat ini sebentar lagi honey.. Tadi barusan anak muda itu sudah kirim kabar, dengan membawa Stevie akan segera sampai ke rumah ini. Nanti di depan Stevie, kita atau honey tanyakan pada anak itu ya., dirinya itu gay ataukah normal. Ha.. ha.. ha.." kembali laki-laki itu tertawa terbahak-bahak.
"Jangan gitulah kak Andre.., sudah berhenti tertawanya. Sandra kan menjadi gak enak body.., sudahlah kak.." Cassandra memeluk erat tubuh suaminya, mencoba menghentikan tertawa anak muda itu.
Andreas Jonathan malah terkejut dengan keberanian perlakuan Cassandra, karena biasanya gadis itu pasif dan harus dirinya terus yang melakukan pendekatan. Namun kali ini, Cassandra mengalungkan tangan di lehernya, dan memeluk erat tubuh suaminya.
"Hmm... honey.., honey tidak berusaha untuk memancing kembali suamimu ini kan.." dengan nafas yang mulai memburu, Andreas Jonathan berbisik lirih di telinga Cassandra.
"Maksud kak Andre.. apa... no.., no., no.." menyadari makna dari kata-kata suaminya, dengan cepat, Cassandra melepaskan pelukan itu, dan menggeser tempat duduk menjauh dari suaminya.
Melihat istrinya yang malah menjauh darinya, Andreas Jonathan malah bergeser mendekati kembali Cassandra. Tanpa mempedulikan penolakan dari perempuan muda itu, laki-laki itu langsung memeluk erat tubuh istrinya dan menghujani ciuman yang berakhir dengan bertautnya dua bibir dari pasangan suami istri itu.
**********
"Kak Sandra..., kak Andre.., maaf Stevie baru datang.." Stevie segera menyapa kedua kakaknya itu. Gadis itu langsung memberi salam dan memeluk kakak kandungnya, baru kemudian beralih memeluk erat kakak iparnya.
"Maafkan Stevie kak.., ternyata ada kejadian yang tidak diharapkan. Ada orang yang akan menusuk Stevie di stasiun, untungnya kak Alex sudah berada di tempat tepat waktu. Tapi Stevie dengar kak Alex sudah mengamankan pelaku, dan sedang mengintrograsinya." sambil berbisik, Stevie bercerita pada kakak iparnya.
"Cassandra terkejut, dan dalam hati mengucap syukur. Untung begitu Stevie memberi tahunya kembali ke Jakarta menggunakan kereta api, Cassandra langsung menghubungi Alexander dan meminta untuk menjemputnya. Namun di balik semua itu, sedikitpun tidak ada prasangka akan terjadi kejadian mengerikan itu.
"Apakah kamu sudah memberi tahu kak Andre tentang hal itu..? Ceritakan Stevie.., agar semua menjadi tidak lengah dan mengetatkan penjagaan. Ternyata keamanan keluarga kita tidak bisa sembarangan kita pertaruhkan." masih dengan berbisik, Cassandra bertanya pada adik iparnya.
"Tidak berani kak, bisa-bisa malah Stevie yang akan dirajam kak Andre, jika kakak tahu Stevie pulang sendiri menggunakan kereta api."
Kedua gadis itu kemudian duduk berdampingan di kursi, dan terlihat Alexander dan Andreas Jonathan sedang berbicara serius. Tampak ketegangan di wajah suami Cassandra, begitu juga terlihat Alexander seperti membuat pengaturan. Kedua perempuan itu tidak tahu, jika dua laki-laki itu sedang membicarakan kasus yang menimpa Stevie, karena apapun yang dilakukan ALexander, selalu sepengetahuan dan seijin dari Andreas Jonathan.
"Perketat penjagaan, dan besok kita akan lihat lagi sejauh mana laki-laki itu keukeuh tidak mau memberi tahu siapa yang memberinya perintah. Mereka sudah berani bermain-main dengan keluargaku, keluarga Andreas Jonathan, apakah mereka sudah bosan hidup." suara keras Andreas Jonathan mengejutkan Stevie dan Cassandra.
Melihat hal itu, sebagai istrinya Cassandra segera tanggap. Perempuan muda segera mendatangi suaminya, kemudian mengusap punggung dan tulang belakang suaminya,
"Kak Andre.. kendalikan diri kakak, jangan suka emosi tidak jelas kak. Semua demi kesehatan kak Andre sendiri.." suara Cassandra sedikit mengembalikan kesadaran Andreas Jonathan.
"Stevie.. kamu tahu sendiri bukan bagaimana keamanan keluarga kita. Apakah kamu pikir, kemanapun aku menggunakan pengawalan berlapis itu hanya untuk life style.., untuk menunjukkan kekayaan keluarga kita. Kamu keliru gadis.. banyak orang yang tidak setuju dan tidak suka dengan kekayaan ini, dan mereka mengancam keselamatan kita. Ke depan, kakak tidak mau lagi mendengar, kamu membangkang, dan menunjukkan sikap sok beranimu yang tanpa sadar telah membahayakan anggota keluarga yang lain." suara tegas kakak kandungnya mengejutkan Stevie.
Gadis itu memegang tangan kakak iparnya meminta perlindungan kepadanya. Untungnya Cassandra menyadari hal itu, dan mencoba menenangkan suaminya.
"Sudahlah kak Andre.. yang semuanya sudah terkendali. Stevie juga sudah menyadari kekeliruannya, jika ternyata banyak orang yang mengancam keselamatan kita.." dengan suara pelan, Cassandra kembali mengingatkan suaminya.
********