CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 278 Taktik Menjinakkan



Setelah sesi percintaan mereka, Cassandra masih bersandar di dada suaminya, dan Andreas Jonathan mengusap rambut istrinya sambil sesekali memberikan kecupan pada pucuk kepala gadis muda itu itu. Tiba-tiba Cassandra membalikkan badannya, dan pasangan suami istri itu menjadi saling berhadapan. Andreas Jonathan yang sudah mengetahui ada sesuatu yang akan disampaikan oleh istrinya, laki-laki itu tersenyum sambil memainkan rambut dan menjepitkan di atas telinga istrinya.


"Hemm... malam ini kenapa ya istriku persis seperti anak kecil, tapi mmphh... aku suka." Andreas Jonathan semakin menggoda.


"Katakan honey.., aku tahu ada sesuatu bukan yang ingin kamu minta." lanjutnya lagi.


"He.. he.. he.., kak Andre memang selalu tahu apa yang ingin Sandra lakukan, Kak... tadi Sandra dengar dari Stevie.. sepertinya perusahaan kita yang di Jakarta akan mengadakan rapat besar di pulau Bali ya. Dengar-dengar juga akan dikemas sekalian healing dan refreshing untuk para manajer dan keluarganya." Cassandra mulai terpancing menyampaikan.


"Hmmm.... iya, terus...?" pertanyaan singkat dari laki-laki muda itu malah membuat Cassandra menjadi semakin malu. Tidak diduga, Cassandra mengangkat wajah ke atas, kemudian memberikan ciuman di salah satu pipi suaminya.


Andreas Jonathan tersenyum, dan melihat perilaku dan sikap istrinya yang semakin imut. Tanpa laki-laki itu sadari, sesuatu di bawah perutnya kembali bergerak, karena merasa apa yang dilakukan Cassandra seperti sebuah tarikan bagi sesuatu itu.


"Bolehkan jika Sandra dan anak-anak ikut ke Indonesia, kan kak Andre juga tahu bukan. Mama Dhini belum pernah bertemu Fazwan, dan Altezz pasti juga kangen untuk bertemu dengan neneknya. Juga adik Sandra, si Armand juga belum mengenal dekat keponakannya. Bolehkan kak.., please...!" dengan tatapan penuh harap, seperti puppy eyes, cassandra melihat ke arah suaminya.


Sesaat setelah mendengar kata-kata istrinya, Andreas Jonathan terdiam. Seperti ada yang dipikirkan oleh laki-laki itu, tetapi alasan yang disampaikan Cassandra ternyata bisa diterima oleh suaminya. Meskipun ada kekhawatiran pada diri laki-laki itu, jika istrinya akan bertemu dan kembali dekat dengan Herlambang. Padahal Andreas Jonathan juga tahu bagaimana status Herlambang, dan istrinya tidak akan pernah untuk meninggalkannya. Namun ketika ingat bagaimana kedekatan di antara keduanya saat dulu, terkadang masih ada rasa jeaolus pada laki-laki itu.


"Kak... kok kak Andre malah diam..? Tapi Cassandra tidak memaksa kok kak, jika memang kak Andre tidak nyaman, dan tidak berkenan jika Cassandra dan anak-anak ikut pulang ke Indonesia, Sandra akan pasrah dan serahkan semua pada kak Andre..." melihat tidak ada reaksi dari suaminya, Cassandra kemudian mengangkat tubuhnya. Perempuan muda itu ingin membersihkan tubuhnya dari pergulatan tadi, karena memang belum sempat untuk mencuci atau membersihkan tubuhnya menggunakan air.


Tetapi baru saja Cassandra akan beranjak, pelukan Andreas Jonathan dari arah belakang sudah menahan gerak tubuh perempuan muda itu untuk beranjak. Cassandra menoleh ke belakang, dan Andreas Jonathan sudah menangkap bibirnya dengan bibir laki-laki itu. Akhirnya kembali ciuman dalam terjadi di antara keduanya...


"Kita lakukan lagi honey..., aku merindukanmu untuk tetap berada dalam pelukanku.. " kembali Andreas Jonathan bergumam.


Cassandra mengerutkan keningnya, merasa asing dengan sikap dan perlakuan suaminya. Namun sebagai seorang perempuan, tidak akan pernah ada penolakan dari dirinya untuk melayani suaminya. Perempuan muda itu kemudian membalikkan badan, dan menarik suaminya untuk mengikutinya ke kamar mandi,


"Terima kasih honey... aku akan mengabulkan semua keinginanmu.." bisik laki-laki muda itu, melihat bagaimana kepatuhan istrinya.


"Benarkah kak..., terima kasih kak Andre.." dengan perasaan bahagia, tiba-tiba Cassandra kembali membalikkan badan dan memeluk serta memberikan ciuman agresif pada suaminya.


**********


Alexander akhirnya membawa istrinya Stevie dengan fasilitas keamanan internasional yang sangat terstandarisasi. Karena usia kehamilan istrinya yang sudah di atas tujuh bulan, dan semakin bisa ada kontraksi awal, sehingga Alexander sangat menjaganya. Penolakannya untuk tidak membawa istrinya ke pulau Bali tidak mempan, sehingga mau tidak mau tidak ada pilihan lain bagi Alexander untuk membawanya.


"Apakah kak Alex tahu bagaimana dengan kak Andre dan kak Sandra... apakah mereka akan datang ataukah tidak?" merasa tidak ada kabar keberangkatan keluarga kakak kandungnya, Stevie bertanya pada suaminya. Sebagai orang dekat pertama dalam perusahaan, Stevie yakin jika suaminya pasti tahu.


"Tidak ada respon dari kak Andre ketika aku bertanya padanya. Tapi untuk acara di pulau Bali dengan konsep yang sudah ditawarkan oleh Herlambang, kak Andre setuju dan tidak ada penolakan. Sepertinya masih ada kekhawatiran pada diri kak Andre, merasa khawatir jika kak Sandra akan bertemu dengan Herlambang.." sahut laki-laki itu pelan.


Stevie yang tidak mengetahui bagaimana cerita kakak iparnya dengan laki-laki bernama Herlambang, merasa bingung. Stevie hanya menatap ke wajah suaminya dengan tatapan bingung...


"Padahal aku yakin, dan Cassandra juga pernah mengatakan, tidak pernah ada hubungan apapun antara dirinya dengan anak muda itu. Memang sih, sejak Cassandra belum menikah dengan kak Andre, Herlambang pernah terlihat beberapa kali antar jemput kerja, ataupun main ke apartemen tempat Cassandra tinggal kala itu. Hal itu mungkin diartikan kak Andre sebagai isyarat hubungan mereka. Dan ketika Cassandra pergi meninggalkan kak Andre, karena kesalah pahaman, ternyata Herlambang yang memberikan pertolongan pada Cassandra juga. Jadi.. karena hal itulah, kak Andre sering menganggap ancaman terbesar dalam hubungan mereka adalah laki-laki itu." Alexander akhirnya membuka cerita lama kakak iparnya.


"Hmmm... ternyata sangat BUCIN sekali kak Andre dengan kak Sandra.. Seharusnya dengan level tertinggi di PT. Indotrex. Tbk yang dimilikinya, seorang Herlambang bukan merupakan ancaman bagi hubungan pernikahannya dengan kak Sandra.. Apalagi kak Sandra bukan merupakan orang-orang yang bisa menjadi ancaman. Kak Sandra itu santun, patuh, pintar.. dan bisa mengimbangi kak Andre. Sangat bodoh dan seperti anak kecil jika masih mencemburui kak Sandra.." tanpa sadar Stevie berbicara buruk tentang kakak kandungnya sendiri.


Mendengar kata-kata yang diucapkan istrinya, Alexander tersenyum. Ketika laki-laki itu menatap ke depan, ternyata mobil yang membawa mereka sudah akan berhenti di tempat keberangkatan penumpang.


"Tuan Alex... nona Stevie, kita sudah sampai di terminal keberangkatan." sopir yang mengantarkan mereka, menyampaikan jika mereka sudah sampai.


"Ayo sayang kita turun, semua bagasi sudah dibawa pengawal ke bagasi jet, kita tinggal masuk saja ke private jet yang akan mengantarkan kita." Alexander dengan segera membantu istrinya yang memegangi perut bagian bawahnya. Tidak lama kemudian.., pasangan suami istri segera turun dan tampak pengawal sudah menyambut kedatangan mereka berdua.


"Tuan Alex.. kita lewat pintu di sebelah, tidak bergabung dengan penumpang untuk penerbangan komersil." pengawal mengarahkan pasangan suami istri itu.


Sambil merangkul istrinya, Alexander mengikuti pengawal yang berjalan di depannya, dan ada satu pengawal yang mengikuti mereka di belakang.


************