
Mata Cassandra tertegun tidak percaya, begitu melihat hasil test pack yang dicelupkan pada air urinnya. Air mata tampak menggenang, karena rasa tidak percaya dengan anugerah itu. Melihat apa yang terjadi pada istrinya, Andreas Jonathan yang belum pernah melihat bagaimana proses pengecekan kehamilan, menjadi panik. Laki-laki muda itu mendekap istrinya dan segera membawanya keluar dari dalam kamar mandi, dan segera membawa istrinya kembali di atas ranjang.
"Bagaimana tuan Andre.. apakah istri anda nona muda Cassandra mengalami positif..?" Dokter Stewart tersenyum, sambil bertanya pada anak muda itu.
"What your mean..? Positif, maksud dokter, istriku positif menderita penyakit apa dokter.. Dokter dan rumah sakit tempat dokter Stewart harus menyembuhkan istri saya. berapapun biayanya akan kami bayar lunas di depan.. Tolong dokter.. berikan upaya terbaik untuk istriku. Cassandra is my life..." dengan panik, Andreas Jonathan mencengkeram kedua pundak dokter muda tersebut,
Cassandra yang menahan rasa nyeri di perutnya, menahan tawa melihat kepanikan suaminya. tetapi perempuan muda ingin mencoba melihat bagaimana respon suaminya, setelah mendapat informasi dari dokter tentang kondisinya.
"Apakah anda tidak tahu, apa yang sedang istri anda alami Tuan Andreas...? terus bagaimana dengan putra anda yang pertama..." merasa kaget dengan respon laki-laki muda di depannya itu, Dokter Stewart malah menjadi bingung. Dengan suara keras, laki-laki muda itu bertanya pada anak muda itu.
"Ada apa ini dokter... putra saya Altezza is okay.. Saat ini, sepertinya sedang bermain di luar dengan suster pengasuh.. Apakah penyakit yang dialami istri saya ini, ada kaitannya dengan putra saya yang pertama, atau saya panggilkan saja putra saya, untuk datang ke kamar ini sekarang juga.." Andreas Jonathan yang belum mengetahui, bertambah panik.
Dokter Stewart bertambah bingung, laki-laki meletakkan peralatan kedokterannya kembali, kemudian memasukkan ke dalam tas yang diletakkannya di atas meja.
"Duduklah dulu tuan Andre.., tidak ada yang perlu untuk anda khawatirkan. Nona Cassandra tidak sakit, istri anda saat ini dinyatakan positif hamil.. Jadi saya ucapkan selamat, anda akan memiliki putra lagi yang kedua.." sambil senyum-senyum, akhirnya dokter Stewart menjelaskan keadaan yang dialami istri dari laki-laki itu.
"What...??? Apakah saya tidak salah dengar, bagaimana ini bisa terjadi dokter... Istri saya Cassandra hamil.. maksud dokter..?" seperti orang bodoh, Andreas Jonathan meminta penjelasan lanjutan.
"Kak Andreeee..., maksud kakak apa, kenapa Cassandra bisa hamil. Menyebalkan... apa kak Andre pikir, Cassandra hamil dengan laki-laki lain. Sangat menyakitkan, dan sungguh-sungguh tidak berperasaan. Semua laki-laki memang sama saja, tidak kak Alex.. ternyata kak Andre pun juga demikian. Suka menyakiti hati perempuan.." tidak diduga, kata-kata yang diucapkan Andreas Jonathan pada dokter Stewart ternyata menyinggung istrinya. Perempuan muda itu segera membalikkan badan, membelakangi dua laki-laki itu.
"Honey... bukan maksudku menyinggung perasaanmu sayang... " melihat istri yang tidak pernah marah, kali ini merasa tersinggung dengan kata-katanya, laki-laki muda itu mencoba menjelaskan.
"Ha.. ha.. ha.., konflik kecil ini akan terus berlanjut tuan.. Kita duduk dulu saja, akan aku jelaskan tentang perubahan mood, emosi yang cepat berubah atau labil pada perempuan hamil. Ikutlah saya...!" dokter Stewart tertawa melihat reaksi pasangan suami istri itu.
Tidak lama kemudian dokter Stewart berjalan menuju sofa yang ada di dalam ruangan tersebut, dan Andreas Jonathan mengikutinya. Dokter Stewart menjelaskan apa yang saat ini sedang dialami oleh Cassandra, dan perubahan emosi yang akan bisa muncul selama proses kehamilan, serta upaya penanganannya.
"Terima kasih dokter pencerahannya, sangat bermanfaat untuk menangani perubahan istri saya..." setelah mendengarkan penjelasan dari dokter Stewart, muka Andreas Jonathan berubah menjadi cerah. Sejak tadi laki-laki itu senyum-senyum sendiri, seakan tidak mempercayai kabar bahagia yang menghampiri keluarganya. Setelah beberapa saat, laki-laki muda itu akhirnya mengantarkan dokter Stewart sampai di depan pintu.
*********
"Kak Sandra.. apakah benar yang Stevie dengar dari kak Andre...?" tiba-tiba tanpa diundang, Stevie dengan diantarkan suaminya Alexander datang ke kediaman Andreas Jonathan.
Cassandra mengerutkan dahinya, merasa bingung apa yang sudah disampaikan suaminya pada adik iparnya itu. Sedangkan duduk di sampingnya, Andreas Jonathan hanya senyum-senyum sambil melihat pada pasangan suami istri yang baru datang itu.
"Sebentar Stevie..., memang apa yang diceritakan kak Andre kepadamu,, Kakak malah tidak tahu, jika kak Andre datang ke rumah kalian, dan bercerita tentangku.." dengan merasa bingung, Cassandra balik bertanya pada adik iparnya itu.
"Kalau tidak untuk pamer dan sombong, di hadapan kami apa lagi Sandra... Kata suamimu pada kami, menyombongkan dirinya katanya sebentar lagi, akan ada anak kedua lahir di keluarga Andreas Jonathan. Tetapi sambil mengejek kami, karena kami belum berhasil memiliki anak..." akhirnya Alexander yang sejak tadi diam, menjelaskan pada Cassandra.
Cassandra menoleh ke arah suaminya dengan tatapan melotot, dan mencubit pinggang suaminya dengan sedikit keras. Andreas Jonathan tersenyum malu, dan minta ampun pada istrinya.
"Ha.. ha.. ha.., sorry honey.. Ini dorongan dari dalam hatiku untuk memanasi mereka, yah... kalau sombong, ada juga sih tapi hanya sedikit saja.." Andreas Jonathan mencoba mengambil hati istrinya,
"Kak Andre... minta maaf pada Stevie dan kak Alex.. Tuhan memberikan kepercayaan dan amanah pada kita itu bukan untuk dibuat kesombongan kak. Dengan kuasa Nya, Tuhan bisa merubah hal itu.. Kita harus bersyukur, dan merawat kehamilan Sandra ini dengan baik... tetapi tetap tidak boleh melupakan Altezza putra kita yang pertama. Kita harus tetap bersikap adil memperlakukan keduanya." seperti mendapatkan kesempatan, Cassandra mengeluarkan isi hatinya.
Stevie dan Alexander senyum-senyum melihat hal itu, seperti terbalaskan rasa jengkel mereka pada kakaknya itu. Memang hanya Cassandra, yang bisa membuat seorang Andreas Jonathan menjadi kutu. Bahkan mama Sheilla dan papa Wijaya juga tidak dianggapnya,
"Iya.. iya.. honey, kan aku sudah minta maaf. Kita harus rayakan kabar bahagia ini, kita adakan pesta barbeque di halaman belakang.. Anne... Susy..., siapkan iga, daging sapi.. Kita akan pesta barbeque di taman sekarang juga.." Andreas Jonathan mengalihkan perhatian dengan memanggil maid keluarga itu.
"Siap tuan muda.., segera kami siapkan di belakang, sekaligus chef keluarga ini yang akan memasaknya langsung di depan tuan muda dan semua anggota keluarga." Anne segera menyanggupi apa yang diucapkan oleh tuan mudanya.
***********