
Alexander memandang wajah istrinya, yang terus mengajaknya pergi menyusul kakak iparnya ke Switzerland. Tetapi tatapan sadis Andreas Jonathan yang akan marah, jika tahu dengan sengaja Alexander mengajak Stevie untuk datang ke negara itu juga membayangi pandangan mata laki-laki muda itu. Laki-laki muda itu berpikir sendiri, bagaimana akan mengalihkan keinginan istrinya, tanpa membuat amarah dari tuan muda yang saat ini sudah menjadi kakak iparnya.
"Kak... kak Alex please.... Kenapa kak Alex malah mengabaikan Stevie, ini betul-betul keinginan Stevie kak.. Tidak punya teman di negara itu, tidak bisa bebas keluar dari hotel, betul-betul seakan memenjarakan Stevie disini kak.. Dengan kak Sandra.., Stevie yakin semua akan baik-baik saja. Kak Sandra merupakan perempuan yang cerdas, dan dengan mudah akan dapat mendinginkan hati kak Andre..." Stevie memeluk suaminya. Kepala Stevie disandarkan di satu bahu laki-laki itu.
"Sayang... adakah negara lain yang akan kita kunjungi, kita bisa melakukan honey moon disana. Jika kita menyusul Cassandra di Swiss, bukankah itu berarti kita tidak akan melakukan bulan madu di negara itu. Atau mungkin kita ke Canada saja, sekalian kita menengok mama Sheilla, mencari tahu apakah papa Wijaya sudah berhasil meluluhkan hati mama Sheilla akhirnya.." Alexander berusaha menawarkan negara lain untuk kedatangan mereka.
Stevie terdiam, dan dengan cepat gadis itu mengangkat kembali kepalanya dari bahu suaminya. Tidak ada senyuman terlihat di wajah cantik Stevie, sebaliknya yang terlihat adalah bibir yang cemberut, dan tatapan mata yang teralih dari pandangan Alexander. Melihat perubahan sikap Stevie, hati Alexander terasa mencelos. Padahal ketika mengajak gadis muda itu untuk menikah, Alexander sudah berjanji pada Stevie untuk membahagiakannya, dan akan menuruti semua keinginannya. Namun kali ini, belum lama mereka menikah, dirinya sudah membuat gadis itu tampak bersedih.
"Mmmm.. atau begini saja sayang. Tujuan kita bukan ke negara Swiss saja gimana. Negara Jerman, Prancis, Italia, Austria, dan kerajaan kecil Liechtenstein, memiliki batasan langsung dengan negara Swiss. Setelah beberapa hari berdiam di negara itu, aku akan mencoba menelpon kakak kandungmu, jika kita berada di perbatasan negara Swiss. Akan menjadi keberuntunganmu atau tidak, jika kak Andra menawarkan kita untuk mampir atau tetap cuek mengabaikan panggilan telponku." akhirnya merasa tidak tega dengan sikap istrinya, Alexander memberikan penawaran baru.
"Mau kak Alex.., nanti kak Alex punya tugas menghubungi kak Andre, Nanti Stevie akan menghubungi kak Sandra, tinggal mengatakan jika Stevie sangat kangen dengan Altezz. Pasti deh, kak Sandra akan menawarkan pada kita untuk mampir ke rumah kak Andre di negara itu." dengan muka kembali cerah, Stevie menanggapi penawaran suaminya.
"Kamu memang paling pintar menyusun siasat sayang.." Alexander tersenyum kembali melihat perubahan wajah istrinya. Laki-laki muda itu memegang dagu Stevie dengan satu tangannya, dan tidak lama kemudian Alexander sudah memberi ******* di bibir seksi istrinya.
"Mmmpphh... kak Alex, sukanya mencari kesempatan deh. Kita ini lagi bicara serius, masak kak Alex malah mencuru cium dari Stevie sih " istri Alexander itu tambah manyun melihat sikap agresif suaminya.
Alexander tidak menjawab, laki-laki itu malah merebahkan tubuh istrinya ke atas sofa. Stevie tidak mampu mengendalikan keinginan suaminya, dan hanya menikmati sambil memejamkan matanya. Tidak lama kemudian, kedua tubuh pasangan suami istri itu sudah saling menyatu, dan mengisi kekosongan masing-masing.
********
Tidak sampai dua hari, Alexander sudah selesai menguruskan Visa Schengen untuk Stevie, sebagai salah satu persyaratan utama untuk bisa masuk ke Eropa. Laki-laki muda itu memutuskan untuk menuju ke negara Italia terlebih dahulu, sebagai tempat transit sebelum diijinkan oleh kakak iparnya masuk ke negara Swiss. Sebenarnya bisa saja laki-laki muda itu langsung menuju ke tempat tinggal keluarga Andreas Jonathan di negara itu. Tetapi Alexander tidak mau membuat kepercayaan kakak ipar kepadanya menjadi surut, karena telah melanggar pesannya.
"Benarkan secepat itu kak Alex.., baiklah Stevie akan segera bersiap kak. Begitu kak Alex datang dan tiba di hotel, Stevie pastikan semua sudah siap untuk dibawa." dengan respon cepat, Stevie menanggapi perkataan suaminya.
"Hmm... tapi ingat sayang. Tidak perlu banyak-banyak membawa pakaian, hanya akan memberatkan kita dalam perjalanan. Kita bisa membeli pakaian di negara yang kita kunjungi, dan nanti akan ada anak buah yang mengurus semuanya. Fokuskan pada barang-barang pribadi kita saja, tunggu aku.." Alexander berpesan tentang perlengkapan yang boleh dibawanya.
"Tentu saja kak Alex.. love you.." dengan cepat Stevie menanggapi pesan suaminya.
Alexander kemudian mematikan panggilan telpon pada istrinya. Laki-laki muda itu kembali fokus dan konsentrasi untuk mempersiapkan semuanya. Bagaimana alur pengambilan keputusan perusahaan, tanda tangan pentingnya selaku wakil CEO, dan juga tanda tangan kakak iparnya selaku CEO perusahaan semuanya diatur dan ditata tanpa kecuali. Delegasi wewenang dan kekuasaan selama dia dan Andreas Jonathan sedang tidak berada di Jakarta, juga sudah diaturnya dengan sangat hati-hati.
"Tuan Alex.. apakah kepergian tuan Alex ke luar negeri, untuk menyusul teman saya Cassandra.. Jika iya, sampaikan salam dari saya ya tuan.., sebenarnya aku sudah sangat merindukan untuk bertemu dengan Cassandra." ketika ALexander memberikan tugas pada Herlambang, anak muda itu malah terlalu banyak ingin tahu.
Tetapi ketika mengingat jika anak muda itu memiliki jasa besar, dalam merawat nona muda dalam perusahaan itu, bahkan Andreas Jonathan saja juga sangat menghormatinya, akhirnya Alexander hanya bisa menghela nafas saja.
"Pertanyaanmu itu aku bingung untuk menjawabnya herlambang. Yang pasti kepergianku dengan istriku adalah untuk melakukan honey moon di negara Italia. Bukankah kamu sendiri tahu, jika kami belum lama melakukan pernikahan, dan aku masih sibuk untuk mengurus perusahaan. Jika sempat dan diijinkan oleh kak Andre, CEO perusahaan ini, mungkin aku akan menyempatkan mampir ke negara tempat mereka berdiam. Hanya saja, aku sendiri belum tahu, ijin itu akan keluar atau tidak." mengatakan yang sebenarnya, Alexander menanggapi perkataan Herlambang.
Terlihat ada kekecewaan di wajah herlambang mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Wakil CEO perusahaan. Untungnya ALexander dapat dengan jelas menangkap kekecewaan itu, kemudian..
"Herlam.., bagaimana hubunganmu dengan Miss Cathy. Jangan dibiasakan untuk memikirkan gadis lain, jika kamu sudah mendapatkan calon untuk pendamping hidupmu di masa mendatang. Lupakan Cassandra, jujur.. aku dulu juga sempat menaruh hati pada istri dari tuan muda. Namun ternyata gerakan tuan muda lebih cepat daripada aku, hingga akhirnya mereka memiliki seoranga anak yaitu Altezza.." menanggapi tampilan wajah Herlambang, Alexander menyampaikan beberapa pesan pada laki-laki itu.
********