CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 57 Kembali Jakarta



Pada hari minggu malam, Nyonya Dhini menyadari jika putrinya harus bertanggung jawab dengan pekerjaan di kota Jakarta. Perempuan itu yang sudah ditemani Lili, mengijinkan putrinya pergi dan memeluknya pada malam itu. Kembali rasa penyesalan karena sudah bertahun-tahun berpisah dengan putrinya, sebenarnya belum terobati semua kerinduan itu. Tetapi melihat tanggung jawab untuk membiayainya dan hidup Cassandra sendiri, akhirnya perempuan itu merelakannya.


"Jangan khawatirkan mama sayang, sudah ada Lili yang menjagaku. Hanafi sudah tidak akan berani untuk mendatangiku lagi di rumah ini, dan semua barnag-barangnya sudah dibawa pergi oleh orang-orang suruhan temanmu dari Jakarta." sambil mengusap rambut Cassandra, Nyonya Dhini mencoba menenangkan hati putrinya.


"Tetapi bagaimana jika ketika kami balik ke Jakarta, laki-laki itu kembali ke rumah ini, dan akan menyakiti mama." Cassandra menengadahkan wajah ke atas, dengan genangan mata di kelopak matanya, gadis itu menatap ke wajah mamanya.


Nyonya Dhini tersenyum, dan kembali mengusap kemudian mengacak-acak rambut gadis itu. Kenangan masa kecil dengan pose seperti itu, kembali teringat di kenangan perempuan tua itu. Cassandra di masa lalu sering melakukan hal seperti itu, dan akhirnya Nyonya Dhinilah yang akan menenangkannya kembali.


"Kenapa mama malah tersenyum melihat Sandra, apakah mama menginginkan perpisahan ini.": dengan muka polos, Cassandra kembali bertanya pada mamanya.


"Anak nakal, bisa-bisanya kamu su'udzon sama mamamu sendiri. Mama hanya teringat ketika kamu merajuk seperti tadi sayang, dan bahkan papamu tidak akan bisa untuk menenangkanmu kembali. Akhirnya mama bukan, yang harus mengendalikanmua." mendengar perkataan mamanya, Cassandra kembali memeluk erat perempuan itu. Betul-betul malam ini seperti mengulang lagi masa kecil gadis itu.


Kedua perempuan itu kembali berpelukan erat untuk beberapa saat. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam kamar dan berdiri di belakang Cassandra.


"Apakah sudah temu kangennya Sandra.." gadis itu terkejut mendengar suara bass di belakangnya. Cassandra menoleh dan mengangkat wajahnya ke atas. Terlihat Andreas Jonathan sudah berdiri di belakangnya. Melihat hal itu, Nyonya Dhini hanya bisa tersenyum.


"Pergilah nak, tinggalkan mama bersama Lili, juga banyak tetangga yang akan membantu menemani mama. Doakan dimanapun kamu berada, untuk selalu mengingat mama.." melihat putrinya yang terlihat masih berat untuk berpisah dengannya, perempuan paruh baya itu mencoba untuk merayu putrinya.


Merasa tidak nyaman dengan tuan mudanya, akhirnya Cassandra berdiri kemudian kembali memeluk mamanya. Setelah beberapa saat akhirnya Cassandra melepaskan pelukan itu, kemudian berjalan mengikuti laki-laki itu dari belakang. Ternyata Alexander, raditya dan Rommy sudah menunggu mereka di dalam mobil. Tanpa banyak bicara, Andreas Jonathan membuka pintu mobil kemudian meminta Cassandra untuk segera masuk.


********


Tepat pukul enam pagi, private jet yang membawa kembali Andreas Jonathan, Alexander dan Cassandra sudah landing dengan aman di bandara Halim perdanakusumah. Beberapa pengawal sudah mengamankan lokasi, dan membuat blokade jalan untuk mereka menuju ke terminal kedatangan. Tanpa banyak tanya, mobil Mercedes-Benz GLS 450 4Matic AMG Line membelah kemacetan kota Jakarta di hari Senin.


"Kita langsung menuju kemana tuan muda, mansion PIK 2, atau langsung menuju ke perusahaan," dalam perjalanan, driver bertanya arah tujuan mereka.


"Antar ke apartemen, dan siapkan menu breakfast untuk bertiga di roof top. Kami belum sempat makan pagi tadi." tanpa bertanya pada Alexander dan Cassandra, Andreas Jonathan sudah menetapkan tujuan mereka.


Alexander menghela nafas, baginya juga tidak masalah. Karena ada beberapa helai bajunya yang sengaja ditinggal di apartemen tuan mudanya. Beberapa kesempatan, laki-laki itu pernah menginap disana, sehingga pernah terpikir untuk menyiapkan baju ganti dan meninggalkan di tempat itu. Apalagi Cassandra, tidak ada hak bicara untuk gadis itu. Tetapi begitu mengingat jika tuan mudanya memiliki Pent house di roof top apartemen, akhirnya gadis itu hanya terdiam.


*******


Tidak diduga sama sekali oleh Alexander dan Cassandra, ternyata Andreas Jonathan tidak naik ke Pent house tempat kamarnya berada, tetapi ikut menuju ke kamar milik Cassandra. Gadis itu menatap dengan penuh tanya pada laki-laki itu, namun Andreas malah mengalihkan pandangan ke tempat lain. Akhirnya dengan kesal, Cassandra mengambil acces key untuk membuka pintu.


Tanpa mempersilakan masuk dua orang laki-laki muda di belakangnya, Cassandra segera masuk ke dalam ruangan begitu pintu sudah terbuka. Alexander hanya senyum-senyum merasa tidak enak melihat sikap Cassandra yang kurang berkenan. Namun.. laki-laki itu juga tidak tahu bagaimana harus bersikap, jadi hanya mengikuti tuan mudanya.


"Alex.. perintah pengawal untuk membawakan setelan binatu untuk kita kemari." dengan nada tegas, tuan muda malah menyuruh Alexander untuk menyiapkan pakaian mereka.


"Siap tuan muda, sudah saya kirim pesan via whattsapps barusan." sahut Alexander. Laki-laki itu berjalan ke pantry mengikuti Cassandra yang akan menyiapkan minuman untuk mereka bertiga,


"Sandra.. aku tahu kamu kesal dengan sikap kami berdua. Tanpa ijin mengikutimu masuk ke ruangan ini.." dengan wajah malu, Alexander mengajak bicara Cassandra.


"Hmm.. sepertinya harus tidak menjadi masalah tuan Alex. Toh.. ruangan dua kamar ini kan juga merupakan fasilitas dari perusahaan, sehingga aku harus selalu siap menyambut kedatangan tuan muda.." dengan sinis, Cassandra menanggapi Alexander.


Laki-laki itu garuk-garuk kepala yang tidak gatal, Alexander bingung bagaimana dia akan bersikap. tetapi dia juga tidak bisa membantah apa yang diinginkan Andreas Jonathan selagi semua masih logis untuk dipenuhi.


"Jika Sandra mau buatkan kopi untuk tuan muda, aku minta satu ya.." sambil berjalan meninggalkan pantry, Alexander memesan minuman untuknya.


Cassandra tidak menjawab, namun tangannya mengambil dua cangkir dan piring kecil. Dengan cekatan karena merasa harus berkejaran dengan waktu, gadis itu tanpa bicara sudah menyiapkan dua cangkir kopi hitam panas. Selain kopi yang sudah siap, Cassandra mengeluarkan lapis legit yang sudah dihangatkan menggunakan microwave. Tanpa bicara, Cassandra membawa nampan berisi dua cangkir kopi, dan satu piring kecil berisi potongan lapis legit.


"Minumannya tuan muda, dan hanya ada lapis legit di freesher." sambil meletakkan cangkir di atas meja, Cassandra mengajak bicara laki-laki itu.


Andreas Jonathan tidak menjawab, laki-laki itu langsung mengambil cangkir dan menyesap kopi beberapa teguk. Tiba-tiba bel pintu berbunyi, Cassandra sontak membalikkan badan kemudian menuju ke arah pintu. Terlihat satu  pengawal membawa paper di kedua tangannya. Menyadari jika yang dibawa laki-laki itu adalah makanan bakal mereka sarapan, Cassandra membawa pengawal itu ke meja makan.


********