
Nyonya Sandrina yang sedang berbincang dengan Jennifer di teras belakang di dekat kolam renang, bergegas ke ruang depan ketika melihat Andreas Jonathan memasuki rumah. Perempuan itu sebenarnya sudah beberapa saat di Indonesia, tetapi tidak diperbolehkan oleh Tuan Wijaya untuk menuju ke mansioo di PIK II ini. Namun ketika Tuan Wijaya harus mengurusi kepentingan perusahaan di Jerman, nyonya Sandrina menyelinap pergi sendiri ke mansion.
"Hmm .. putraku Andre sudah datang nak..?" Nyonya Sandrina dengan Jennifer yang berjalan mengikutinya, menyapa Andreas Jonathan dengan sangat ramah,
"Heh.. ada mama Sandrina, kapan datang mah..?" mata laki-laki itu melihat ke sekitar, berusaha mencari keberadaan istrinya Cassandra, namun tidak ditemukannya. Ada kecurigaan di hati Andreas Jonathan, karena melihat keberadaan mama dan Jennifer di mansion ini.
"Barusan sore tadi nak.., siapa yang kamu cari, istrimu Cassandra. Mama sudah menyampaikan kepadanya tadi, untuk menyambut kedatangan suami, dan jika pegi mengantarkan suami untuk berangkat kerja. tetapi memang sepertinya, gadis itu belum bisa memahami bagaimana menjadi seorang istri yang baik. Masih perlu banyak untuk melatihnya nak..." dengan sikap lebay, Nyonya Sandrina mencoba menunjukkan niat baiknya.
"Hmm..." Andreas Jonathan tidak terpengaruh dengan kata-kata perempuan paruh baya itu, apalagi melihat keberadaan Jennifer di belakangnya, Sebenarnya laki-laki itu ingin mengusir Jennifer pergi dari rumahnya, namun mengingat jika Altezza ada dan terlahir ke dunia, karena kesalahan yang dilakukan oleh mama dan gadis itu, akhirnya Andreas Jonathan meredam kemarahannya.
Laki-laki itu tanpa menoleh, dan tetap bermuka datar meninggalkan dua perempuan itu, dan langsung masuk ke dalam kamarnya. Tetapi laki-laki itu tidak melihat keberadaan istrinya, sehingga Andreas Jonathan kembali keluar kamar, kemudian membuka pintu kamar putranya. Terlihat Renita sedang berbaring sambil memberikan ASI pada Altezza.
"Bagaimana keadaan putra kita honey.. apakah Altezz rewel hari ini..?" Andreas Jonathan segera mendatangi Cassandra yang sedang duduk di pinggir ranjang,. Sebuah kecupan mesra dilakukan Andreas Jonathan di kening istrinya. Mendapatkan perlakuan intim itu, pipi Cassandra selalu bersemburat merah. Beberapa kali laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu sering memancing dengan memperlakukannya secara intim. Namun dengan alasan jahitan bekas operasi, masa nifas.. pasangan suami istri itu belum melakukan lagi hubungan ke arah yang lebih dekat. Namun Andreas Jonathan sering memancing istrinya, untuk memberikan rasa penasaran kepadanya,
"Altezz baik-baik saja hari ini kak.. lihatlah anaknya juga pulas tertidur. hanya beberapa kali Altezz menangis, mungkin karena lapar. karena setelah Sandra berikan ASI, Altezz kembali diam dan tenang. Ini malah sekarang sudah tertidur lagi.." Cassandra menunjukkan putranya yang masih lelap tertidur.
Andreas Jonathan dengan hati-hati melepaskan gendongan kain di bahu istrinya, dan perlahan mengangkat Altezza dari tangan Cassandra. Setelah berada dalam gendongan Andreas Jonathan, laki-laki itu mengecup pipi kanan dan kiri bayi itu, kemudian perlahan memindahkannya ke box bayi. Untungnya Altezza tetap terlihat terlelap dan tidak terganggu dengan gerakan yang dilakukan oleh Daddy nya.
Setelah menidurkan Altezza, Andreas Jonathan berjalan menghampiri istrinya Cassandra sambil tersenyum menatapnya. Jantung Cassandra berdegup kencang ketika matanya bertatapan dengan mata laki-laki itu, dan gadis itu mencoba untuk mengendalikannya.
"Honey.. sekarang temani aku kembali ke kamar sayang. Saatnya kamu melayaniku, setelah dari pagi melayani ALtezza.." sambil tersenyum smirk, Andreas Jonathan menatap wajah istrinya yang berusaha mengalihkan pandangan darinya.
"Tidak perlu malu, kita ini pasangan suami istri, seharusnya kedekatan kita sudah lebih dari hal ini. AKu sudah tidak sabar untuk terus bersabar menantimu sayang.." Andreas Jonathan duduk di samping Cassandra, kemudian mengambil tangan gadis itu dan menciumnya perlahan.
Cassandra terdiam, tidak mampu untuk mengucapkan kata-kata untuk menanggapi pancingan yang diberikan oleh suaminya itu. Tidak diduga, Cassandra menjerit kecil, karena tiba-tiba kedua tangan Andreas Jonathan mengangkatnya dan dengan bridal style membawanya keluar dari kamar Altezza. Secara reflek karena merasa khawatir jika jatuh, kedua tangan gadis itu dikalungkan pada leher laki-laki itu. Keduanya saling bertatapan, dan kaki Andreas Jonathan membuka pintu kamar putranya, dan berjalan untuk menuju ke kamar mereka sendiri.
**********
"Kenapa Jenni sayang.. kenapa wajahmu tiba-tiba pucat?" menyadari perubahan wajah dari Jennifer, Nyonya Sandrina bertanya pada perempuan itu.
"Tidak apa-apa tante.., tapi coba tante lihat sendiri apa yang terjadi di depan kamar putra kak Andreas.." tanpa melihat ke arah nyonya Sandrina, Jennifer menunjukkan kamar Altezza dengan menggunakan dagunya.
Melihat ke arah yang ditunjukkan oleh perempuan yang dipilihnya itu, Nyonya Sandrina tidak kalah terkejutnya. Perempuan paruh baya itu, betul-betul tidak menyukai dan menyadari jika putranya sudah terbuai oleh Cassandra, gadis yang tidak dikenal asal usulnya.
"*Damn it... bas*tard.., kenapa bisa menjadi seperti itu. Siapa gadis itu, dia hanya karyawan bagian rendahan di perusahaan, kenapa saat ini bisa naik ke ranjang putraku.." Nyonya Sandrina berusaha tidak mempercayai apa yang dia lihat di depannya.
"Itulah tante.. yang membuat Jenni shock.. bagaimana bisa kak Andre bisa tergoda dan terjerat dengan perempuan kampung itu. Atau jangan-jangan.. kak Andre sudah terkena pelet Tante.." Jennifer menanggapi perkataan nyonya Sandrina.
"Pelet.., apa itu Jennifer.. bagaimana kamu bisa menebaknya seperti itu..?" Nyonya Sandrina pura-pura tidak mengetahui apa itu kata pelet.
"Begini tante, Pelet, pemikat, atau mantra cinta itu merupakan jenis ilmu gaib, yang berfungsi untuk memengaruhi alam bawah sadar seseorang, agar jatuh cinta kepada orang yang mengirim pelet tersebut. Jadi untuk mendapatkannya, orang yang mengirimkan pelet itu harus pergi ke dukun tante.. Lihatlah apa yang terjadi pada kak Andre.., tidak salah bukan, jika Jenni memiliki pikiran seperti itu." Jennifer mulai memanas-manasi mamanya Andreas Jonathan.
"Waduh bisa jadi itu Jenni.. Coba kamu cari informasi Jenni.., dimana kita bisa mendapatkan dukun seperti itu, untuk menyadarkan kembali Andreas dari jeratan perempuan kampung itu.." rupanya Nyonya Sandrina mudah terhasut oleh kata-kata yang diucapkan oleh Jennifer.
"Baik Tante... besok Jenni akan mencari informasi pada teman-teman tante. Karena di dunia artis dan music, banyak teman Jenni yang menggunakan jasa dukun atau penasehat spiritual versi mereka masing-masing, untuk mengukuhkan posisi mereka dalam dunia entertainment." Jennifer dengan lancar menjelaskannya.
Nyonya Sandrina mengangguk-anggukkan kepala mendengarkan penuturan dari Jennifer.
**********