CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 267 Me Time



Menjelang sore, ternyata suasana di  Ox Restaurant & Grill sudah terlihat ramai. Untungnya private room masih ada tempat yang kosong, dan Andreas Jonathan langsung memesan tempat tersebut untuk keluarganya. Hidup dan tinggal di negara Swiss, ternyata meningkatkan kemandirian dari suami Cassandra dan papa Altezza itu. Sebelum mereka berada di negara ini, urusan sekecil apapun dihandle dan disiapkan oleh Alexander sebagai asisten pribadinya. Namun setelah laki-laki itu menikah dengan adik kandungnya, dan di negara Swiss termasuk negara yang memiliki tingkat keamanan yang diakui dunia, perlahan sikap dari Andreas Jonathan mengalami perubahan. Semua hal yang menyangkut istri dan putranya, selalu diurusnya sendiri.


"Honey... duduklah di dekat jendela. View kota ini, pegunungan dan danau terlihat jelas, sama persis dengan lukisan alam." Andreas Jonathan memilihkan tempat untuk istri dan putranya.


Altezza berlari mendahului mommy nya begitu mendengar ucapan papanya. Anak kecil itu segera mengangkat kedua kakinya, dan meletakkan di atas kursi, dan memandang pemandangan di luar jendela dengan menghadap ke arah luar. Cassandra tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Altezza, dan perempuan muda itu segera menghampiri dan bergabung dengan anak kecil itu.


"Apa yang sedang Altezz lihat sayang dari balik jendela...?" Cassandra memancing pertanyaan pada putranya.


"Lihatlah mommy jauh disana, ada kapal kecil yang sedang berada di danau sebelah sana mommy..." tangan kecil Altezza menunjuk ke arah danau yang terlihat jelas dari lantai atas restaurant tersebut,


"Oh itu... namanya Danau Thun dan Brienz sayang.. Kapal kecil itu namanya kapal Ferry, bukankah kita pernah menaikinya dengan ditemani papa waktu itu... Sedangkan yang lebih kecil lagi, itu namanya speed boat.." Cassandra menjelaskan pada putranya.


"Honey... aku menyela dulu, makanan apa yang akan honey pesan, demikian juga dengan minumannya." ternyata Andreas Jonathan menunggu istri dan putranya memilih menu makanan.


"Sirloin double saja kak, dengan tingkat kematangan medium well. Untuk minum, jika ada ginger hot saja untuk menghangatkan badan. Menu Altezz, kakak yang pesankan saja, mungkin caserol jagung Altezz suka karena ada rasa manisnya dari jagung. Untuk lainnya, kak Andre pesan sendiri saja." sambil melihat ke arah suaminya sebentar, Cassandra memesan menu untuknya dan Altezza.


"Okay... akan aku pesankan dulu.." Andreas Jonathan segera menyampaikan pesanan mereka pada waiters. Laki-laki muda itu kemudian berpindah tempat duduk di samping putranya.


"Mommy... papa, Altezz pingin ke danau disana, pingin naik kapal fery lagi. Maukan papa dan mommy mengantar Altezz ke danau itu.." dengan tatapan penuh permohonan, Altezza meminta pada kedua orang tuanya untuk diajak main ke danau.


"Tidak masalah Altezz, tapi Altezz harus ingat kondisi mommy sekarang.. Mommy masih menggendong adiknya Altezz, nanti mommy ga kuat. Jika mau main ke danau, kita harus menunggunya sampai adik terlahir ke dunia ini dan paling tidak sudah bisa berjalan, agar tidak terlalu merepotkan mommy.." dari samping anak kecil itu, Andreas Jonathan menyanggah kata-kata putranya.


"Iya juga pa... tapi kenapa adik menyusahkan mommy, harus minta gendong terus. Kan kasihan mommy., dan kita semua jadi tidak bisa bebas pergi kemana saja.." dengan tatapan polos, Altezza melihat ke arah mommy nya.


Melihat hal itu, Cassandra tersenyum. perempuan muda itu mengusap lembut kepala anak kecil itu, kemudian memberikan kecupan di keningnya.


"Altezz.. tidak boleh berkata seperti itu sama adik. Dulu, sebelum Altezz lahir, Altezz juga sama tertidur dalam gendongan mommy selama sembilan bulan sepuluh hari. Sama dengan adik sekarang, jadi tidak perlu untuk saling menyalahkan sayang..." Altezza kembali menatap mommy nya seperti tidak percaya, kemudian juga menengok ke arah papanya. Andreas Jonathan tersenyum mengiyakan, sambil kembali mengusap kepala Altezza.


Tidak diduga, Altezza tiba-tiba menyandarkan kepalanya di atas perut mommy nya, dan ada gerakan dari dalam perut Cassandra. Altezza berteriak kegirangan..


"Iya.. bukannya menendang sayang, itu adik mengajak kenalan sama kak Altezza. Adik bilang, kak Altezz jangan sering ganggu mommy ya, kasihan mommy baru capai karena sedang menggendong adik.." dari samping anak kecil itu, Andreas Jonathan menimpali. Cassandra tersenyum melihat keakraban antara suami dan putranya.


*********


Menjelang sore hari, mumpung mereka sedang keluar dari dalam mansion, Andreas Jonathan mengajak istri dan putranya untuk berjalan ke shopping centre. Mereka lupa jika belum berbelanja kebutuhan untuk calon bayi mereka, dan tidak bisa menggunakan apa yang dulu digunakan oleh Altezza, karena putra pertama mereka besar di Jakarta. Tanpa merasa canggung, Andreas Jonathan menggandeng istri dan putranya. Sepertinya laki-laki itu ingin membalas perhatian yang dulu tidak pernah bisa dilakukannya ketika Cassandra mengandung Altezza.


"Honey.. pilih saja semua yang honey inginkan, nanti biar delivery order mengantarkan semua pesanan kita ke mansion. Honey tinggal memilih dan menunjuk barang yang akan dipakai putra kita saja.." Andreas Jonathan mengarahkan istrinya.


"Iya kak.. bagus-bagus koleksinya, dan sangat memperhatikan unsur safety untuk bayi dan anak kecil.." tampak kekaguman di mata perempuan muda itu. Tangan Cassandra memegang stroller yang dapat pula difungsikan menjadi car seat, melihat keunikan bentuk dan fungsinya, mata Cassandra terlihat sangat senang menyukainya.


"Hi kesini..." tiba-tiba Andreas Jonathan memanggil pelayan pada outlet yang menjual pakaian bayi itu untuk mendekat.


"Siap tuan.. apakah ada barang yang akan tuan pilihkan. Jika stroller yang dipegang nyonya, ini merupakan new arrival pada outlet kamu tuan. Belum ada toko yang lain yang menawarkan, karena stroller ini diproduksi sendiri oleh perusahaan kami." pelayan tampak menjelaskan, karena melihat sejak tadi pasangan suami istri itu tampak belum beranjak ke tempat lainnya.


"Okay... bereskan semuanya. Jangan lupa untuk diantarkan ke alamat yang sudah saya tinggal di meja cashier tadi. Juga aku menginginkan adanya service after sales, untuk memudahkan kami mengorder kembali barang-barang lainnya.


Andreas Jonathan menjelaskan pada pelayan tersebut, dan perempuan muda itu hanya mengangguk-anggukkan kepala. Setelah barang yang diinginkannya sudah dilayani, Cassandra beralih ke sisi lain dari ruangan itu sambil membawa putranya Altezza.


"Altezz sayang.. apakah Altezz mau toys baru. Jika mau, Altezz bisa memilih untuk dibawa pulang.." tidak mau ada kesan lebih mengutamakan bayi yang masih ada di dalam perut, Cassandra menawarkan pada putranya untuk memilih mainan anak.


"Terima kasih mommy... tapi mainan Altezz di rumah sudah sangat banyak. Jika mommy dan papa tidak keberatan, Altezz mau bicycle mommy.." mata dan jari telunjuk Altezza menunjuk ke arah sepeda roda dua, dengan dua roda kecil untuk safety.


"Putra mommy sudah besar ya, maaf nak... mommy sampai melupakannya. Okay... jika ALtezz mau, mommy akan membelikannya untuk Altezz sayang." Cassandra segera meminta pada pelayan, untuk melayani putranya memilih sepeda yang diinginkannya,


***********