
Hanya berbekal pembicaraan sekejap, akhirnya rombongan keluarga Andreas Jonathan meninggalkan Jakarta dengan menggunakan private jet. Meskipun tidak ada yang memberi tahu keberangkatan mereka pada tuan besar Wijaya, namun laki-laki tua itu rupanya sudah siap dan malah sudah berada di dalam private jet lebih dulu. Melihat keberadaan papa mertuanya yang sudah duduk di dalam pesawat, yang terparkir di bandara Halim Perdana kusumah itu, membuat Cassandra terkejut.
"Papa.. bagaimana papa sudah bisa berada di dalam pesawat?" dengan nada heran, Cassandra mencari tahu.
"Hmm... bukan hal yang sulit Sandra, hanya saja karena tidak ada yang mengajak atau menawarkan padaku, lebih baik aku mendahului kalian, dan bersiap lebih dulu.." dengan senyuman smirk, Tuan Wijaya menanggapi pertanyaan Cassandra. Gadis itu hanya tersenyum mendengar jawaban dari laki-laki tua itu, dan jika sudah seperti itu, ekpresi yang dimunculkan papa mertuanya, hampir mirip dengan apa yang sering dilakukan suaminya.
"Baiklah papa.. enjoy it.. Sandra akan duduk agak ke tengah.." Cassandra kemudian berpamitan, dan gadis itu segera menuju ke sisi yang lebih tengah.
Di belakang Cassandra, ada Stevie yang langsung menyalami papanya, dan ada Nyonya Sheilla yang hanya melewati tanpa memberikan sapaan pada laki-laki itu. Andreas Jonathan masuk ke dalam pesawat terakhir sendiri, dengan dikuti oleh Alexander di belakangnya. Tidak lama kemudian setelah semuanya duduk di kursi, dan memasang sabuk pengaman, seorang pramugari masuk dan memberikan arahan pada mereka.,
"Kamu mengantuk honey... jika mengantuk tidurlah.. Sudah ada yang menjaga Altezza di belakang, ada suster pengasuh.." Andreas Jonathan membuka lengannya, dan meminta istrinya Cassandra untuk menggunakan lengannya sebagai bantal.
Tidak mau berdebat, apalagi membantah, gadis itu segera menggunakan lengan suaminya sebagai bantal, dan tidak diduga setelah kepalanya berada di atas lengan Andreas Jonathan, laki-laki itu kemudian melipat lengannya, dan jadilah kepala Cassandra berada di atas dada suaminya. Pemandangan itu sudah merupakan hal yang biasa bagi Alexander dan Wijaya, namun merupakan hal yang baru bagi Stevie. Gadis itu terlihat memerah pipinya ketika tanpa sengaja melihat adegan kemesraan kakak kandungnya pada kakak iparnya.
"Ssttt Stevie.. kenapa pipimu memerah? Apakah kamu ingin mendapatkan perlakuan seperti itu..?" tiba-tiba Stevie kaget, karena tiba-tiba Alexander berbisik di telinganya.
Stevie menoleh, dan memberikan pelototan mata pada Alexander. Namun laki-laki itu hanya tersenyum, dan malah memonyongkan bibirnya pada Stevie. Akhirnya malah Stevie sendiri yang menjadi jengah, dan kembali melengoskan wajahnya dari pandangan Alexander.
Hanya dalam waktu tidak sampai satu jam perjalanan, private jet sudah mendarat di bandara Adi Sutjipto Yogyakarta. Karena jenis pesawat yang membawa Andreas Jonathan dan keluarga masuk jenis pesawat ATR, maka pesawat itu landing di bandara yang ada di tengah kota Yogyakarta itu. Dan terlihat lalu lintas pesawat itu sudah sepi, mungkin karena sudah malam hari.
"Tuan muda.. di luar tepat di depan terminal kedatangan sudah ada mobil yang melakukan penjemputan pada rombongan kita. Ada dua mobil, dan kita akan langsung menuju hotel. Untuk makan malam, sudah kami koordinasikan dengan pihak hotel, akan disiapkan oleh room service." sebelum Andreas Jonathan turun, ALexander memberi tahu persiapan yang sudah mereka lakukan,
"Hmm... ya." sahut Andreas Jonathan singkat. Fokus pandangan laki-laki itu pada istrinya, dan melihat untuk turun hanya menggunakan anak tangga kecil, tanpa peringatan Andreas Jonathan langsung membopong tubuh Cassandra dengan bridal style, dan membawanya turun ke bawah.
*********
Di restaurant hotel, sangat terlihat ketika tuan Wijaya berkali-kali berusaha mencari perhatian pada nyonya Sheilla. Namun sepertinya rasa sakit, karena perlakuan laki-laki itu di masa lalu, masih membekas di hati perempuan paruh baya itu. Nyonya Sheilla akan berpindah tempat duduk, ketika tuan Wijaya mendatanginya, dan Alexander hanya senyum-senyum melihat situasi tersebut.
"Abaikan saja honey.. kita pura-pura tidak tahu. Dalam hati, ada keinginan di hatiku untuk melihat mama dan papa bersatu lagi. Namun mereka berdua yang akan menjalani, kita tidak boleh memaksa apalagi merekayasa hubungan itu. Papa memang sangat keterlaluan, dengan terpengaruh pada mama Sandrina, perempuan yang sudah membuat kekacauan pada keluargaku." tanpa sadar, Andreas Jonathan mengungkapkan kekesalan hatinya,
"Lupakan saja kak, ada Tuhan yang akan memberikan balasan pada Nyonya Sandrina. Apalagi hukum juga sudah memenjarakan perempuan itu.." Cassandra berusaha menetralisir keadaan.
Andreas Jonathan terdiam, menurut informasi terakhir, ketika dia dan keluarganya ada di Singapura, Sandrina dan Jennifer sudah melarikan diri dari penjara. Bahkan petugas penjara yang ikut membebaskannya, juga ikut kabur bersama dengan keduanya.
"Ada apa kak, apakah ada kata-kata Sandra yang tidak berkenan di hati kak Andre.." melihat suaminya terdiam, muncul rasa tidak enak di hati perempuan muda itu.
"Tidak apa honey.. hanya saja informasi terakhir yang aku dapat, Sandrina dan Jennifer sudah kabur, melarikan diri dari penjara. Untuk itu kita harus hati-hati dan memperketat keamanan, karena sampai saat ini ALexander dan para pengawal belum berhasil mengendus dimana persembunyian mereka. Dugaanku, mereka merubah identitas untuk dapat berbaur dengan orang-orang yang lain.." Andreas Jonathan menceritakan.
Mendengar penjelasan dari suaminya, tiba-tiba Cassandra merasa was was, jika suatu waktu kedua perempuan itu akan muncul, dan akan membalas dendam pada keluarganya. Wajah Cassandra berubah menjadi sedikit pucat, namun untungnya Andreas Jonathan menyadari perubahan ekspresi istrinya,
"Tidak perlu was was apalagi khawatir honey.., asalkan honey mentaati apa-apa yang aku sarankan, dan tidak mengambil keputusan sendiri, semua akan baik-baik saja. Pengawalan yang diatur Alexander pada keluarga kita, sudah cukup ketat dan mereka sudah sangat terlatih." Andreas Jonathan berusaha menenangkan perasaan istrinya.
"Iya kak.. Sandra juga akan berhati-hati dalam menjaga Altezza." ucap Cassandra lirih.
Pasangan suami istri itu segera melanjutkan makan malamnya, dan karena jam sudah lebih dari sepuluh malam, Cassandra hanya makan salad dan minum lemon tea hangat. Demikian juga dengan Andreas Jonathan, laki-laki itu juga hanya makan protein saja, tidak ada yang lainnya.
"Sudah malam honey.. kita istirahat dulu saja. ALtezz sudah sejak tadi dibawa Rosana untuk ditidurkan.." menyadari jika pagi hari mereka masih harus ke Kalasan, akhirnya Andreas Jonathan mengajak istrinya untuk segera beristirahat.
Cassandra segera meletakkan garpu, kemudian membersihkan mulut dengan tissue. Gadis itu kemudian berdiri, dan melambaikan tangan pada semua yang masih ada di restaurant untuk kembali beristirahat di dalam kamar.
**********