CEO Takluk

CEO Takluk
Chapter 164 Kalah Perbandingan



Miss Cathy seperti menangkap keganjilan reaksi yang ditunjukkan oleh Herlambang, ketika menyoroti perlakuan CEO perusahaan pada istrinya nona muda Cassandra. Seperti ada rasa cemburu dalam nada bicaranya, dan perlawanan terhadap sikap tuan mudanya. Beberapa kali Miss Cathy mencoba menatap wajah Herlambang, yang terus melihat pasangan suami istri sampai keduanya masuk ke dalam ruang kerja CEO.


"Herlambang.., maaf nih jika aku kepo. Apakah kamu memendam rasa kebencian pada tuan muda Andreas Jonathan. Aku menyimpulkan hal itu, dari tatapanmu pada tuan muda, namun ada tatapan penuh sanjungan ketika dirimu melihat nona muda Cassandra. Apakah ada yang salah dengan kata-kataku Herlam..?" tidak diduga, kata-kata Miss Cathy telak seperti menelanjangi apa yang ada di pikiran Herlambang.


"Jujur Miss Cathy.. benar apa yang kamu katakan. AKu tidak bisa menutupi perasaanku, dan berbohong pada semua orang. Aku akan mengekspresikan ketidak sukaanku, jika memang aku tidak menyukai sesuatu. Dan sebaliknya akan mengekspresikan kesukaanku, jika aku memang menyukainya. Apakah hal ini menjadi masalah bagimu untuk mengenalku.."


Miss Cathy terhenyak dengan jawaban jujur dari laki-laki itu. Perempuan yang belum menikah itu menatap wajah Herlambang dengan penuh pertanyaan, namun akhirnya dia berpikir. Menjadi hak seseorang untuk mengeskpresikan perasaannya, dan pasti ada sebab di belakangnya.


"Hmm.. aku suka dengan bicara jujurmu Herlam, dan bukan kapasitasku untuk campur tangan dalam masalahmu. Tapi aku hanya mau memberi saran kepadamu, kita juga penting untuk menjaga relationship dengan orang-orang dalam perusahaan, bagaimana hubungan dengan sesama rekan kerja, dengan bawahan, maupun juga hubungan dengan atasan. Aku mohon agak kendalikan ekspresimu ya jika bertemu dengan tuan muda, karena aku rasa tuan muda juga tidak pernah berbuat tidak adil kepadamu." kata-kata Miss Cathy seakan menyadarkan Herlambang,


Laki-laki itu seperti tersadar, jika tadi seakan dia berada dalam pertentangan sikap egoismenya, dan lupa mengakui jika dia dan Cassandra memposisikan sebagai seorang kakak dan adik.


"Terima kasih atas advice nya Miss Cathy, aku terlalu masuk dalam sifat egoisku. Terima kasih atas peringatannya, aku akan mencoba untuk merubah semua sikap sinis dan sadisku ketika berhadapan dengan tuan muda. Benar yang kamu katakan Miss, selama ini tuan muda belum pernah berbuat tidak adil kepadaku.." akhirnya Herlambang mengakui perasaannya di depan human resource manager itu.


Miss Cathy tersenyum, dan perempuan itu tanpa sadar menepuk bahu Herlambang tiga kali, dan dia lupa dengan sentuhannya. Dengan cepat miss Cathy menarik kembali tangannya, karena memang dia tidak memiliki kedekatan apapun dengan Herlambang. Namun Herlambang hanya tersenyum melihat kekakuan yang dialami miss Cathy.


"Miss Cathy.. ada baiknya kita lanjutkan lagi diskusi kita. Bagaimana menurut pendapat Miss Cathy, aku membutuhkan tambahan SDM untuk melakukan riset pasar. Namun aku juga tidak mau hanya diberikan orang-orang yang tidak mampu bekerja, dan hanya modal tampang saja." akhirnya Herlambang kembali fokus pada niat awal bertemu miss Cathy.


"Tidak masalah Herlam.., tapi juga tidak serta merta kamu akan mendapatkan semuanya orang baru. Kita akan membuat kriteria kebutuhan tim yang kamu inginkan. Kemudian akan kita sosialisasikan ke perusahaan, dan para karyawan yang merasa dekat dengan kriteria itu bisa mengajukan diri untuk masuk dalam tim tersebut." Miss Vathy menanggapi.


Akhirnya kedua anak muda itu melanjutkan diskusi tentang human resource, bagaimana mereka akan memenuhi kebutuhan SDM nya.


********


Ruang Kerja Andreas Jonathan


Cassandra terlihat asyik berada di depan laptop, dan membuat konsep draft perjanjian kerja sama yang akan mereka tawarkan pada collega. Setumpuk berkas juga terlihat sudah selesai dipelajarinya, dan suaminya Andreas Jonathan juga tidak kalah sibuknya, Dengan tidak adanya Alexander hari ini, ternyata semua pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan, semua menumpuk di ruang kerjanya.


"Pelajari dulu tingkat masalahnya kak, jangan semua complain kita tanggapi dengan benar. Karena bisa terjadi, mereka yang hanya ingin memancing kita, dan melihat bagaimana pergerakan perusahaan. Ketika kita sedikit lengah, mereka akan masuk dan menggunakan strategi mereka untuk menyerang kita." dengan tidak merubah ekspresinya, Cassandra menanggapi suaminya,


"Benar juga pendapatmu honey jadi untuk yang sifatnya complain aku abaikan saja dulu. Alexander yang lebih menguasai keadaan di lapangan. Aku akan melihat beberapa berkas yang lain.".


Pasangan suami istri itu terlihat fokus dalam melakukan pencermatan setiap berkas yang ada di atas meja mereka. Cassandra betul-betul fokus, dan tidak terlihat jika kedatangannya hanya untuk menemani suaminya. Perempuan muda itu terlihat betul-betul terlibat dalam perusahaan, seperti seorang anggota dari sebuah divisi perusahaan. Andreas Jonathan sebenarnya menyadari talent yang dimiliki istrinya, namun ada ketakutan kehilangan perhatian dan kasih sayang dari perempuan muda itu, jika Cassandra terlalu banyak menghabiskan waktu dalam bekerja.


"Kak Andre.. beberapa file ini sudah Sandra tandai, sebelum membawanya ke rapat pleno dengan divisi terkait, diskusikan dulu dengan kak Alex. Mungkin kak Alex lebih tahu dan paham dengan masalah yang ada, dan mungkin juga sudah ada strategi yang kak Alex siapkan." tiba-tiba Cassandra menunjukkan berkas pada suaminya,


"Hmm.. apakah hal ini bukan berarti, istriku lebih percaya dengan Alexander, dibandingkan dengan suaminya sendiri." Andreas Jonathan pura-pura merajuk.


"Bukannya begitu kak Andre.. kita ini bicara dalam porsi pekerjaan sayang. Beberapa hal, kak Andre lebih hebat daripada kak Alex. Namun untuk beberapa hal teknis terkait pekerjaan, bukannya kak ALex yang lebih sering turun ke bawah, ke lapangan dibandingkan kak Andre. Sudahlah kak.. jangan merajuk seperti itulah.." Cassandra berusaha mengembalikan mood suaminya.


"Kurang eksplisit apa yang honey katakan. Jujur honey, kali ini aku merasa kalah dibandingkan dengan ALexander. Apalagi kata-kata itu keluar dari bibir istriku sendiri,"


Cassandra meletakkan berkas di atas meja, kemudian perempuan muda itu melangkahkan kaki mendekati suaminya. Kemudian di luar dugaan, Cassandra memeluk suaminya dari belakang, dan berbisik di telinga laki-laki itu..


"Untuk bisa melunakkan hati, dan menorehkan cinta di hati Cassandra, hanya kak Andre yang bisa melakukannya, tidak ada yang lain kak.." dagu Cassandra diletakkan di pundak Andreas Jonathan.


Di luar dugaan, dengan cepat bibir Andreas Jonathan menyambar bibir Cassandra kemudian ********** beberapa saat. Setelah itu, dengan sekali hentak tubuh gadis itu sudah berpindah ke pangkuan laki-laki itu..


"Honey.. kita belum pernah melakukannya di kantor ini. Kita akan melakukannya hari ini.." dengan tatapan mesum, Andreas Jonathan menatap wajah Cassandra.


***********