
Yanti merasa frustasi dengan apa yang terjadi. Jika saja Ia kembali gagal mendapatkan janin malam ini, maka Ia akan kehilangan beberapa hartanya.
Yanti beranjak menuju keluar dari pintu kamar rahasianya, dan menutupnya kembali.
Yanti merasa bingung, Bagaimana caranya Ia mendapatkan Janin untuk malam ini.
"Sial..!! Sebaiknya janin Mbak Lisa saja aku tumbalkan, dan Aku tidak perlu keluar rumah.." Guman Yanti dalam kebingungannya.
Ia memasuki kamarnya, mencoba menyembunyikan beberapa emas dan juga uangnya, Ia harus berhasil malam ini.
Saat Yanti sibuk dengan menyembunyikan emas dan uangnya, sekelebatan bayangan memasuki kamar rahasia yang tidak terkunci.
Setelah Yanti selesai dengan urusan emas dan uangnya, Ia kembali keluar dari kamarnya, lalu menuju ruang karoeke dan melihat beberapa pelanggan yang sedang dalam kondisi mabuk.
Yanti meminta uang untuk pesanan mereka dan jasa layananan keempat remaja itu.
Karena masih mabuk, mereka yak begitu menghiarukan seberapa uang diberikan kepada Yanti.
Setelah mendapatkkan uang dagangan dan jasa layananan keempat remaja itu, Yanti kembali ke kamarnya, dan menyimpannya.
Sementara itu, dentuman musik keras yang sangat keras dan juga bising membuat suasana begitu sangat memekakkan telinga.
Sementara itu, sekelebat bayangan melesat menembus kegelapan malam, dengan membawa satu sosok wanita yang lemah tak berdaya.
Ia membawa diatas pundaknya, lalu memasukkan wanita lemah itu kedalam rumah wanita itu sendiri, tanpa siapapun yang melihat dan mengetehauinya.
Wanita lemah yang tak lain adalah Lisa, kini mengalami frustasi dan juga kelumpuhan akibat hempasan kepalanya didinding kamar yang dilakukan oleh Yanti si manusia tak behati belas kasih.
Wanita bercadar yang menyelamatkannya, memberinya makan dan minum, lalu memberikan garis perlindungan disekitar rumahnya, agar tak mampu ditembus ileh makhluk laknat pencuri janin.
Lisa menatap wanita bercadar itu, ingin mengucapkan rasa terimakasihnya, namun suaranya tak dapat keluar dari tenggorakannya, Ia begitu sangat tersiksa, dan hanya bulir air mata yang dapat memwakili hati dan perasaannya.
Wanita bercadar yang tak lain adalah Mirna menganggukkan kepalanya, lalu kembali keluar dan melesat membelah kegelapan malam sunyi yang penuh sepi dan mencekam.
Yanti keluar dari kamarnya. Kepalanya yang pusing akibat semua rencananya gagal membuatnya harus berfikir keras mencari tumbal janin yang akan ditumbalkan.
Ia bergegas menuju kamar rahasianya, dan saat membuka pintu kamarnya, alangkah terkejutnya Ia saat melihat Lisa tak lagi berada didalam kamar itu.
kamar itu kosong, hanya 3 kerangka manusia yang mana satu kerangkan bagian tengkoraknya masih membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat dan tak sedap, serta belatung yang mengerumuninya.
"Siaaalll..!! Kemana Mbak Lisa? Mengapa Ia bisa kabur? Ini tidak mungkin, sebab rantai itu terlalu kuat untuk dibukanya" Yanti memeriksa pintu belakang dapur, namun tidak ada yang rusak. Ia merasa bingung dengan semuanya.
"Brengsek..!! Pasti ada seseorang yang telah menyelamatkannya! Namun siapa? Pintu dapur tidak rusak sama sekali, dan jikapun Mbak Lisa kabur, Ia pasti belum jauh dari sini, apalagi Ia sedang sakit dan lemah, aku pasti dapat mengejarnya" guman Yanti dengan penuh kekesalan.
Yanti bergegas keluar dari rumahnya, mengemudikan mobilnya dan Ia yakin jika Mbak Lisa pasti pulang kerumahnya, dan Ia akan menyusulnya, sebab ini akan sangay berbahaya, karena rahasianya telah dilihat semua oleh Mbak Lisa. Ia harus melenyapkan wanita itu sebelum sempat berkoar-koar ke warga.
Setelah menyusuri jalanan sepi, Yanti tak juga menekukan Mbak Lisa. Ia memutuskan untuk pergi melihat kerumahnya dan mencoba memeriksanya.
Melihat kondisi yang sepi, Yanti celingukan dan mencoba menuju jendela kamar Lisa. Ia mencoba mengintip dari celah jendela, dan tak terlihat Yanti disana.
Kamar dan seluruh ruangan tampak kosong. Saat ini mata Yanti telah ditutupi oleh kekuatan ghaib yang melindungi Lisa agar tidak terlihat olehnya dan juga para iblis laknat yang mengincar janin dalam rahim Lisa.
Yanti mendengus kesal "Kemana Mbak Lisa perginya? Apa masih berada disekitar hutan dan bersembunyi disana?" guman Yanti lirih.
Lisa mendengar deru mesin mobil Yanti yangbtadi memarkir dirumahnya, dan kini sedang berguman disamping jendela.
Lisa gemetar ketakutan, Ia takut jika sampai Yanti melihatnya dan akan menculiknya bahka melenyapkannya.
Sementara itu, Yanti memutuskan untuk pergi, sebelum ada warga yang melihatnya dan akan menduga Ia sedang ingin mencuri.
Yanti menegemudikan mobilnya dan kembali pulang ke warungnya.
Ia melihat warungnya yang tampak ramai, Ia menyelinap dari pintu belakang dan masuk kedalam kamar rahasia tersebut.
Ia mengacak pinggang dan berjalan mondar-mandir gak jelas. Yanti berfikir keras untuk mendapatkan tumbal janinnya. Ia kemudian teringat akan sosok bayangan hitam, dan Ia memanggilnya.
Sosok itu muncul dan tampak tersenyum menyeringai "Ada apa? Mengapa kau begitu sangat risau?" tanya Rey yang tampak santai dan tak perduli dengan kegalauan Yanti.
"Dasar, Kau ini..!! Aku sudah memberikanmu tumbal lato-lato dan alat Vital remaja, mengapa kau tak dapat mengawasi kemana calon tumbalku hingga bisa kabur!" ucap Yanti dengan sengit.
Rey mengernyitkan keningnya "Heeeem.. Wanita itu dilindungi oleh kekuatan ghaib, dan aku tidak dapat mendeteksinya" ucap Rey menjelaskan.
Yanti terperangah, dan tak dapat membayangkan mengapa sampai Lisa dilindungin oleh kekuatan ghaib, dan siapa pelakunya? Yanti masih sangat bingung.
"Skall..!! Aku tidak ingin kehilangan hartaku, aku harus mengorbankan janin malam ini" ujar Uanti yang masih dalam kebingungan.
Seketika Rey menyeringai dengan cepat "Menhapa Kau merasa bingung dengan janin siapa yang harus dikorbankan? Bukankah Kau juga sedang hamil dan sekarang sudah memasuki usia tiga bulan?" ucap Rey mengingatkan.
Seketika Yanti terperangah, lalu melirik keperutnua yang sedikit membuncit. Bahkan Ia sendiri tidak menyadari jika Ia sedang mengandung karena sibuk mencari korban lain.
Seketika Yanti tersenyum sumringah "Iya, ya.. Mengapa aku tidak menyadarinya?" ucap Yanti dengan wajah yang mulai tampak berseri.
Namun mendadak Ia berubah muram "Tapi aku takut, pasti rasanya sangat sakit?" ucap Yanti yang mulai membayangkan rasa kontraksi yang pastinya sangat membuatnya tersiksa.
Rey kembali meyeringai "Aku akan membantumu, berbaringlah, dan lepas seluruh pakaianmu, dan panggil Nini Maru kemari" ucap Rey dengan nada perintah.
Lalu Yanti menganggukkan kepalanya, Ia melucuti seluruh pakaiannya tanpa sisa, dan menghadap sisa sesaji yang berantakan dan memanggil Nini Maru untuk segera hadir.
Seketika aroma kembang kenanga menyeruak memenuhi ruangan, dan sosok wanita dengan wajah hancur muncul kedalam kamar tersebut.
"Nini.. Aku memanggilmu, aku ingin mempersembahkan janinku sendiri kepadamu" ucap Yanti yang sebenarnya merasa takut saat mengalami kontraksi nantinya.
"Heeem.. Ini janin bercampur dengan hasil percintaanmu dengan makhluk ini" ucap Nini Maru sembari melirik kearah Rey.