
Kedua bocah itu turun dari sepeda motor yang dikendarai Mirna saat baru pulang menjemputnya dari sekolah.
Satria sudah menunggunya sejak tadi. Ia berniat akan mengajarkan seni bela diri kepada keduanya. Sebab itu akan berguna untuk membuat keduanya membela diri jika saja para makhluk laknat itu mencoba untuk mengganggu keduanya.
Jika diajarkan Ilmu kanuragan, maka keduanya belum mampu untuk menerima sesuatu yang terlalu berat bagi tubuh mereka yang masih rentan.
Sementara itu, Mirna menyiapkan asupan makanan dan juga minuman yang bergizi untuk keduanya, agar nanti tidak kelelahan setelah berlatih.
Sebelumnya Satria meminta keduanya untuk latihan dasar seperti push up dan sebagainya.
Satria melihat jika kedua jagoannya memiliki kekuatan fisik yang sama, namun ada perbedaan diantara keduanya, yaitu Angkasa dapat menggunakan mata bathinnya dan melihat makhluk astral yang berada didekatnya.
Sedangkan Samudera memiliki kemampuan beladiri yang begitu sangat cepat dalam menangkap semua yang diajarkan.
Keduanya memiliki kemampuan dan keahlian yang berbeda, namun saling melengkapi.
Kini keduanya fokus dengan apa yang diajarkan oleh sang ayah, meski kadang sesekali mengeluh karena merasa lelah.
"Sudah waktunya beristirahat, mari minum dulu susunya" ucap Mirna kepada kedua puteranya.
Melihat sang ibu datang, keduanya langsung ngacir meninggalkan Satria. Melihat hal tersebut, Satria hanya mengelengkan kepalanya.
Lalu Ia ikut menghampiri Mirna "Heeem.. Sepertinya mereka lebih mematuhimu sebagai Ibunya ketimbang Aku Ayahnya" sindir Satria.
"Jangan cemburu.. Anak laki-laki itu lebih dekat kepada Ibunya, sedangkan anak perempuan lebih dekat kepada Ayahnya" jawab Mirna, lalu mengambil handuk kecil dan menyeka keringat yang mengalir dipelipis kedua puteranya.
"Setelah ini, istirahat sejenak, lalu mandi, shalat dan tidur siang" titah Mirna, yang dijawab dengan anggukan keduanya.
setelah menghabiskan minumannya, keduanya masuk kedalam rumah dan beristirahat sejenak, lalu menuruti semua yang diperintahkan oleh sang ibu.
"Seminggu lagi Mas akan pergi ke kota, apakah kamu dapat menjaga kedua jagoan kita,?" tanya Satria kepada Mirna.
Mirna menatap sang suami "Ya.. Akan Mirna usahakan" jawab Mirna dengan lirih.
Satria membelai lembut ujung kepala sang Istri "Baik-baik dirumah.. Mas akan segera kembali secepatnya" ucap Satria.
Mirna hanya dapat menganggukkan kepalanya, dan mencoba untuk tersenyum dengan semanis mungkin.
*******
Malam telah tiba. Kegelapan malam kina mencekam, dingin dan juga sepi.
Semua insan telah tertidur dalam lelapnya, namun tiidak untuk manusia setengah iblis yang kini telah berjalan dalam kegelapan malam.
Sesekali Ia melesat hingga beberap meter. Ia menatap sebuah rumah kontrakan. Didalam rumah tersebut, terdengar rintihan yang sangat memilukan. Seorang wanita yang tampaknya merasakan ngilu diperutnya dan terasa sangat mulas.
Wanita itu tak lain adalah Rina yang kini sedang hamil 4 bulan hasil dari perselingkuhannya dengan Jali.
Ia sudah sering melakukan maksiat bersama pria itu, namun sang pria tak pernah berkeinginan untuk menikahinya dengan alasan Ia selalu membayar Rina saat akan bercinta.
Malam ini Jali baru saja pulang dari rumahnya setelah mereka selesai bercinta. Bahkaan Jali tak menghiraukan Rina saat mengatakan jika Ia telah mengandung anak darinya, Ia memberikan uang lebih untuk menggugurkan bayi tersebut.
Rina tak memiliki pilihan lain, sebab Ia tidak ingin jika tetangga mengetahuinya dan Ia akan menjadi bahan gunjingan.
Jali sengaja melakukan cara bercinta yang kasar saat mencapai puncak surgawinya, agar Rina mengalami kontraksi.
Yanti menghirup aroma janin yang sangat segar dan itu sangat manis. Lalu Genderuwo itu datang dan menjelma menjadi Jali.
Jali palsu itu kemudian mengetuk pintu rumah Milik Rina.
Tok...tok..tok..
Terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Rina yang merasa mendengar suara Jali, kemudian beranjak dari ranjangnya dan berjalan tertatih menuju pintu depan.
Ia membuka pintu dan melihat Jali berada diambang pintu dengan tatapan yang berbeda.
"Kamu kembali lagi?" tanya Rina dengan lirih.
"Aku tidak tega melihatmu melewati ini semua sendirian" jawab Jali dengan nada yang berbeda.
Rina merasa tersanjung, lalu mempersilahkan Jali palsu itu masuk kedalam rumah.
Saat Jali masuk, Yanti menyelinap masuk mengikuti Jali dari belakang dan bersembunyi dibalik tubuh Jali yang terus mengikuti langkah Rina masuk ke dalam kamar.
Setelah itu yanti bersembunyi dibalik dinding kamar.
"Kang.. Sakit sekali perutku, kamu sangat kasar sekali tadi saat bercinta" rintih Rina dengan menahan rasa sakitnya.
Kemudian Jali menghampiri Rina, dan membelai lembut perut Rina yang memulas.
Lalu belaian itu berubah menjadi sesuatu yang membuat Rina terbakar hasrat. Hingga akhirnya wanita itu terlena dan tak dapat menahan keinginan bercintanya.
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Yanti yang kini sudah dibawah kolong ranjang.
Saat Rina mencapai puncak surgawinya, Yanti langsung bergegas keluar dari kolong ranjang dan dengan cepat menuju jalan lahir, lalu menarik paksa janin tersebut, dan membuat kedua mata Rina membeliak menahan rasa sakit dan dengan samar Ia melihat Jali berubah menjadi makhluk berbulu dan sangat mengerikan dengan dua bola mata memerah dan gigi seringai.
Rina merasakan pandangannya gelap, lau tak lagi merasakan apapun.
Genderuwo itu menyesap darah yang keluar dari jalan lahir milik Rina dengan rakus, sedangkan Nini Maru yang merasuk dalam tubuh Yanti kini meniKmati janin tersebut, lalu kembali merogoh jalan lahir itu untuk mengambil ari-arinya atau plasenta.
Ia kembali memakannya dan tersenyum menyeringai sembari menyeka darah yang menetes disudut bibirnya.
"Tinggal 9 janin lagi kan, Ni?" Tanya Yanti kepada Nini Maru yang masih bersemayam didalam tubuhnya.
"Ya.. dan usahakan Samudera sebagai penutupnya untuk penyempurnaanku" Nini Maru mengingatkan.
Tiba-tiba Rey datang menyelinap. "Sisakan organ vitalnya untukku sebagai penyempurna tumbal untukku" Rey menyela.
Lalu Yanti melirik kepada Rey yang tampaknya sangat menginginkan organ vital milik Samudera.
Sementara itu, Sang Genderuwo masih menikmati darah merembes dari jalan lahir Rina. Ia tampak begitu sangat rakus sekali sehinga sampai memberi sisa dicelah manapun.
Lalu Yanti segera menghilang dan melesat bagaikan angin yang menuju ke bawah pohon beringin untuk melakukan pertapaan.
Sementara itu, Rey tampak kebingungan untuk mencari korban lato-latonya.
Ia kini berada didepan rumah Didi yang kini sudah menikah dengan pacar onlinenya yang bernama Wanda. Namun Dino masih betah menjomblo.
Ia melihat Didi sudah tidak dapat digoda lagi untuk berbuat maksiat, sebab Ia sudah beristri. Kini sasarannya adalah Dino, sebab Dino sangat lemah dalam hal wanita, dan Ia juga belum, bahkan Didi sudah bekerja yang lebih baik dan tidak lagi berburu hewan liar. Kini Dino masih menekuni pekerjaan lamanya yang berburu hewan liar ditepi hutan.
Rey tampaknya memiliki rencana untuk menggoda iman Dino.