MIRNA

MIRNA
episode 159



Untuk sementara, Dino dilepaskan dan statusnya ditetapkan sebagai saksi.


Lalu orangtua dan seorang warga menjemput keduanya setelah dinyatakan tidak ditahan.


Setelah Dino pulang, pihak penyidik berkumpul dan mulai menganalisa apa keterangan dari Dino yang memiliki kesamaan dengan keterang Irjen Jefry dan juga Irjen Adhit.


"Langkah apa yang harus kita ambil untuk menangani masalah ini? Sepertinya ada seseorang yang melakukan praktek perdukunan dan tentunya ini akan melibat dukun hebat untuk menangkapnya" ucap Irjen Dody.


Lalu para penyidik lainnya sepertinya mencoba menerima saran dari Irjen Dody.


"Besok kita akan mencoba paranormal yang hebat dan terkenal agar dapat mengatasi masalah ini dan segera menangkap pelaku tersebut, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan.


Ke esokan paginya, pihak penyidik mengundang seorang paranormal untuk melihat siapa dalang dibalik semua pembunuhan berantai yang terjadi selama ini.


Lalu paranormal itu melakukan sebuah ritual yang ingin melihat kejadian dan siapa pelaku dibalik ini semua.


Setelah menyelesaikan ritualnya, paranormal itu menyebutkan sebuah tempat dimana para penyidik dapat menemukan orang yang harus bertanggung jawab atas semua kejadian ini.


paranormal itu menggambar dua wajah sekaligus yang diyakini sebagai satu orang yang sama dan dapat merubah wujud.


Karena paranormal itu diyakini memiliki kemampuan spritual yang tinggi, maka para penyidik mencoba mempercayainya.


Setelah mendapatkan informasi dari paranormal tersebut, maka kepolisian bergerak dan segera menemukan rumah tersebut.


Dua mobil polisi melintasi warung Lela, tentu saja hal ini menjadi pusat perhatian para pelanggan Lela dann sebagian warga yang rumahnya dilintasi mobil polisi.


Sebuah gubuk tua yang diyakini menjadi praktek perdukunan dan penganut ilmu hitam yang diduga sebagai penyebab pembunuhan berantai selama beberapa tahun ini.


Setelah menyiagakan senjata dan personilnya, para kepolisian tersebut bersiap menerima koamndo penyergapan.


Setelah ada tanda 'Sergap' maka personil itu menggerebek rumah tersebut dan menenmukan seorang pria senja sedang berbaring dengan santai diatas dipan lapuknya.


Saat dilakukan penyergapan dan penangkapan. Maka pria senja itu tampak bersikap biasa saja.


Namun saat borgol dipasangkan di kedua tangannya, pria senja tersebut tiba-tiba menghilang dan tak dapat tangkap.


Para pihak personil kepolisian seketika kebingungan dan mencoba terus mencari pria senja yang tiba-tiba hilang tersebut.


Para personil yang berada didalam rumah tersebut menginformasikan kepada komandan mereka jika pria yang mereka tangkap itu telah menghilang dari pandangan mereka.


Lalu komandan tersebut mempertanyakannya kepada paranormal tersebut dimana keberadaan pria senja tersebut.


Lalu paranormal itu menunjuk ke arah bubungan gubuk reot tersebut.


Sontak mereka terperangah mengetahui sosok yang mereka cari berada diatas bubungan gubuk reot tersebut.


"Menyerahlah, Kek.. sebelum kami melakukan tindakan yang membahayakan diirmu" ucap komandan tersebut.


Namun tanpa diduga, sosok pria senja yang tak lain adalah kakek Nugroho tersebut membuat kejutan yang sangat mengerikan.


Dimana tubuhnya berubah wujud menjadi makhluk berbulu dengan bulu yang sangat tebal, berbeda sedikit, namun mereka memiliki kemiripan.


Seketika para satuan tersebut memberondongkan senjata apinya dan terus menembaki sosok mengerikan tersebut.


Setelah terkena tembakan tersebut, lukanya langsung sembuh seperti semula.


Tanpa sadar sosok itu melayang diantara serbuan peluru tersebut dan menghampiri sang paranormal.


Lalu tampak pergulatan diantara keduanya dan saling serang.


Para personil mencoba membantu paranormal itu secara bersamaan.


Namun siapa sangka, jika sosok itu berhasil membinasakan sang paranormal dan segera menghilang.


Hal ini membuat personil kepolisian semakin kebingungan menyasikan sosok mengerikan tersebut.


"Bagaimana ini, Pak? Kita lanjutkan atau bagaimana?" tanya seorang personil polisi.


"Kita hentikan saja dulu, lain waktu kita lanjutkan kembali.


Mereka menatap sang paranormal yang tewas terkapar diserang makhluk berbulu dengan luka cabikan.


Niat hendak menagkap Rey, tetapi salah sasaran dan akhirnya membuat korban baru.


Para kepolisian bungkam saat mengetahui sosok menggerikan tersebut secara langsung. Mereka akan membuat rekayasa kematian sang paranormal agar publik tak bertanya.


Mereka akan menjadikan sang Kakek Nugroho menjadi buronan dan akan menyebar luaskan foto pria tua renta itu sebagai sosok yang dicari karena melakukan praktek perdukunan dan juga pembantaian bagi korban laki--laki yang menjadi sasarannya.


Personil polisi membawa sang paranormal yang terkapar tak bernyawa dalam mobil polisi. Lalu mereka kembali ke kantor polisi dan akan membuat rencana baru.


Saat melintasi warung Lela, sosok berbulu itu menyeringai dibalik jendela kamar Lela yang menghadap ke luar.


Lela memandangi mobil polisi yang melintasi warungnya, Ia sempat mendengar suara tembakan senjata api berulang kali, namun Ia mengira itu hanyalah letusan mercon atau kembang api belaka.


Wanita yang masih membetah menjanda itu masuk ke dalam rumahnya, karena merasakan hawa tubuh makhluk selingkuhannya.


Ia melihat ke arah kamar, dan benar saja... Mkahluk itu sudah berada dibalik pintu kamarnya. Lalu dengan cepat menerkam Lela dan menjadikan budak hasratnya.


Lela yang demi melancarkan usaha warungnya rela menjual iman dan tubuhnya untuk makhluk tersebut.


Sesampainya di kantor polisi, maka foto lukisaan wajah Kakek Nugroho dicopy sebanyaknya. Lalu disebar luaskan dan saat ini menjadi orng yang sangat dicari.


Dengan tersebarnya foto kakek Nugroho, warga semakin ketakutan. Sebab selama ini mereka mengetahui jika Kakek Nugroho adalah seorang pria yang hanya mencari ikan dan tidak pernah bergaul atau pun melakukan hal aneh dilingkungan masyarakat.


Warga semakin takut melepaskan anak remaja berkeliaran di rumah dan juga para pria dewasa tak ada yang berkeliaran dimalam hari.


Desa yang dulu pernah sempat menjadi desa mati dalam beberapa minggu pada 6 tahun yang lalu, kini terulang lagi menjadi desa yang sangat sepi saat malam hari.


Pelaku kemaksiatan semakin ketakutan, sebab disinyalir jika pelaku pembunuhan yang mengambil tumbal lato-lato itu menyukai pelaku kemaksiatan.


Lela masih bergumul dengan makhluk berbulu itu, la tak lagi memikirkan apa yang dilakukannya telah bersekutu dengan iblis dan yang terpenting baginya adalah Ia dapat untuk bertahan hidup.


Selama ini warga tidak ada yang mengetahui jika Lela bersekutu dengan iblis yang kini dicari oleh kepolisian, sebab Lela tampak biasa saja dan membuka warungnya yang menjual makanan seperti lontong dan juga berbagai olahan mie instan.


Setelah memberikan kepu- asan kepada makhluk berbulu itu, maka Ia mendapatkan balasan berupa uang untuk bayarannya.


Lela akan tersenyum saat melihat tumpukan uang yang diberikan oleh sang genderuwo kepadanya.


Wanita itu segera beranjak dari ranjangnya, menyimpan uang tersebut dan kembali ke warungnya untuk menutupnya, sebab pelanggannya mulai sepi karenansudah larut malam.


Sementara itu sosok berbulu itu masih mendekam disudut kamarnya untuk bertahan dari incaran kepolisian yang tentunya akan mengundang paranormal berikutnya.