
Sukma Satria kembali ke raganya, Ia menghela nafasnya dengan berat. Ia sudah berusaha mencegah iblis itu berkeliaran untuk beberapa waktu agar tak lagi mencari korbannya.
Satria melirik kepada Mirna yang kini masih tidur terlelap. Ia beranjak dari posisinya dan akan segera beristirahat, karena waktu sudah menunjukkan pukul dini hari.
******
Mirna membangunkan kedua puteranya yang masih tertidur. Ia ingin kedua puternaya segera bangun karena waktu subuh akan tiba dan pagi ini akan masuk sekolah kembali setelah lama berlibur sekolah.
"Samudera, Angkasa.. ayo bangun, Sayang" ucap Mirna mengguncang kedua tubuh puternya.
Dua bocah itu tampak menggeliat malas, namun Mirna memaksanya untuk berusaha bangkit.
Adzan subuh berkumandang dan membuat Mirna harus ekstra sabar menghadapi tingkah laku keduanya.
Satria sudah bangun dan bersiap hendak pergi ke mushallah untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah bersama kedua puteranya, namun tampaknya kedua bocah itu masih tampak malas-malasan.
Dengan cepat Satria masuk ke dalam kamar dua bocah tersebut, dan membangunkan keduanya, dan saat mengetahui jika yang membangunkannya adalah ayahnya, maka keduanya langsung terlonjak dari tempat tidurnya dan segera ngacir ke kamar mandi untuk bersuci.
Keduanya mengekori ayahnya dari arah belakang dan menuju ke mushallah untuk ibadah shalat subuh berjamaah.
Pukul 7 pagi. Keduanya sudah berada di sekolah dan masuk kedalam kelasnya lalu duduk dibangku kelas sembari menunggu guru mereka datang, keduanya terkadang bercanda dan bergurau.
Seorang siswi bernama Najwa memperhatikan keduanya dengan seksama. Ia tampak kagum akan ketampanan dua bocah laki-laki yang wajahnya hampir terlihat kembar, dan sebagian orang mengira jika mereka itu adalah kembar, padahal mereka terlahir dari ibu yang berbeda.
Najwa adalah gadis kecil yang cantik rupawan dan merupakan berasal dari keluarga terpandang di desa itu, dan Ayahnya adalah seorang pengusaha ternak sapi yang memiliki ratusan ekor sapi dan juga ternak ayam potong yang berjumlah ribuan ekor, dan itu menjadikannya sangat kaya raya di desa ini.
Namun tak ada yang tau jika Satria juga memiliki kekayaan yang jauh lebih fantastis, namun warga desa tidak mengetahui hal tersebut, karena Satria tampak tidak memiliki usaha apapun di rumahnya.
Gadis itu melihat kedua bocah tampan di sisi kiri barisan mejanya. Ia tampak gemas melihatnya dan berharap keduanya akan mengajaknya bermain bersama, namun tampaknya keduanya begitu acuh tak acuh terhadapnya.
Guru wali kelas sudah datang, dan seluruh murid diam seketika dan mencoba patuh untuk tidak ribut di dalam kelas dan mereka memulai pelajaran dengan sangat tenang.
Suasana hening yang mana saat guru memerintahkan untuk seluruh muridnya agar mengerjakan tugas yang sedang diberikan oleh guru mereka.
Namun suasana hening itu tiba-tiba menjadi riuh setelah terdengar suara keributan diluar kelas dan tepatnya di lapangan sekolah dan tentu saja hali itu membuat para siswa sangat penasaran.
Guru yang sedang mengajar keluar dari kelas karena penasaran dengan apa yang terjadi diluar.
Lalu para siswa ikut keluar karena ingin tahu apa yang terjadi, sementara itu, tampak diluar sana dua orang siswa kelas 6 sekolah dasar mengalami kerasukan, dan yang parahnya kerasukan itu menyebar ke siswa lainnya dan membuat para guru kebingungangan, dan siswa yang lainnya dilarang mendekati tempat para siswa yang kerasukan untuk mendekai karena ditakutkan akan menyebar ke yang lainnya.
Para guru mencoba menyadarkan para siswa yang kerasukan dengan berbagai doa yang mereka ketahui dan berharap para siswa itu akan sadar.
Namun hal itu membuat penyebaran kerasukan semakin parah. Para siswa berteriak-berteriak dan ada yang menangis. Sementara siswa yang kerasukan mengalami kejang dan juga bertingkah agresif seperti mencakar dan juga memukuli pata guru.
Angkasa dan juga Samudera yang melihat hal tersebut saling pandang.
Sepertinya arwah tersebut ada kaitannya dengan kisah disekolah ini yang tidak diketahui oleh para guru dan staf lainnya.
Dan arwah itu meminta pertolongan untuk disempurnahkan.
Entah apa yang ada dibenak Angkasa dan Samudera saat ini. Keduanya berjalan menghampiri teman-teman mereka yang sedang kerasukan dan jumlahnya tidak sedikit.
Guru wali kelas mereka berteriak kepada kedua bocah itu agar tidak memasuki loaksi tempat dimana para siswa yang sedang kearasukan agar tidak tertular juga.
Namun keduanya tidak mengindahkan peringatan wali murid dan guru lainnya, Lalu keduanya melantunkan doa yang mereka ketahui untuk membantu menyadarkan para sahabatnya.
Dan sebuah keajaiban, siswa yang disentuh mereka perlahan sadar dari kerasukannya dan tampak tenang, meskipun masih sedikit linglung.
Hal tersebut membuat para guru tercengang dengan apa yang dilakukan oleh siswa mereka yang masih duduk dibangku kelas 1.
Perlahan siswa lainnya mulai sadar setelah diruqyah oleh kedua bocah tersebut.
Tersisa satu orang yang tampak sangat agresif dan terdengar Ia meracau tak jelas.
Angkasa mendekatinya, lalu menyentuh ujung kepala siswi perempuan yang tampak sangat agresif.
Para guru kebingungan untuk menyadarkannya, dan Angkasa tampak tidak takut sedikitpun.
Ia melihat jika arwah yang merasuki siswi tersebut adalah sosok yang ingin memperlihatkan jika Ia ingin butuh bantuan.
Angkasa mencoba berkomunikasi kepada arwah tersebut yang mana menyatakan jika Ia ingin disempurnakan.
Seketika para guru yang berada disana terkejut dan merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh siswi tersebut.
Angkasa melihat jika siswi itu mengatakan jika pihak sekolah harus membongkar bak dikamar mandi yang paling ujung, dan ini membuat para guru dan kepala sekolah semakin penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
"Apa yang kamu maksudkan dari semua ini?" tanya kepala sekolah dengan penasaran.
Angkasa menatap kepala sekolahnya "Kakak ini meminta jika bak dikamar mandi paling ujung sebelah kiri dibongkar, karena ada sesuatu dibawah bak kamar mandi itu" jawab Angkasa.
Kepala sekolah mengerutkan keningnya, dan merasa bingung, namun Ia mencoba memenuhinya, sebab arwah itu mengancam tidak ingin pergi dari tubuh sisiwi tersebut jika keinginannya tidak dipenuhi.
Lalu kepala sekolah tersebut mencoba memanggil tukang bangunan untuk membongkar bak dikamar mandi ujung yang seperti disarankan oleh Angkasa.
Tak berselang lama, tukang bangunan datang mencoba membongkar bak kamar mandi tersebut, dan para guru beserta staf lainnya merasa harap-harap cemas dengan apa yang akan mereka saksikan setelah dibongakrnya bak mandi tersebut.
Setelah memakan waktu dua jam lamanya, akhirnya pembongkaran selesai, dan hal yang mencengangkan, tukang bangunan itu menemukan kerangka manusia dengan seragam sekolah dasar yang dipastikan seorang siswi perempuan.
Semua yang ada ditempat itu tercengang memandang ke arah Angkasa, yang mana mereka tak menduga jika salah satu siswa mereka memiliki kemampuan yang tak biasa dalam usia dini.