
Sosok yang tiba-tiba muncul dihadapan mobil ambluance yang melaju kencang tersebut membuat sang sopir tersentak kaget hingga melakukan rem mendadak dan membuat Didi terpental dari bangku ambulance.
Sedangkan Wanda tenrunya menggunakan safety yang membuat Ia aman dari gerakan mendadak apapun yang diciptakan oleh mobil ambulance tersebut.
Sopir membanting stir ke kiri, sehingga membuat mobil ambulance oleng dan terbalik miring.
Didalam goa, Nini Maru tersentak merasakan jika Yanti sedang melakukan aksinya yang mana ada calon janin yang akan dijadikan tumbal dan tentunya itu untuk Maru, sedangkan Yanti hanya berniat menganggunya saja.
Didi mencoba menjaga kesadarannya, keningnya terluka dan berdarah. Namun Ia tidak mengindahkan luka kecil tersebut.
Ia melihat Wanda sudah meringis kesakitan karena sejak dari rumah sudah pembukaan 3 jalan lahir dan saat ini tampaknya Wanda juga sudah pembukaan 4.
Erangan kesakitan yang begitu sangat dahsyat membuat Didi berusaha untuk membuka safety yang mengikat tubuh Wanda pada ranjang mobil ambulance.
Sopir ambulance terjepit dibadan mobil sehingga tidak dapat keluar.
Suara erangannya juga menyayat hati. Banyak warga yang melintas dan menyaksikan kejadian tersebut, namun mereka hanya jadi penonton saja dan itu adalah fenomena di negeri Konooha yang mana seseorang yang menolong korban kecelakaan akan dipersulit dan menjadi saksi.
Didi harus berjuang sendiri menyelamatkan Wanda, Istrinya. Sebab tampaknya Wanda mengalami pecah ketuban dan ini harus segera mendapatkan pertolongan.
Nini Maru melesat dari pertapaannya yang masih saja baru akan dimulainya. Namun panggilan jin qorin Yanti membuatnya merada penasaran dan Ia pun memilih untuk melihat apa yang akan diberikan Yanti untuknya.
Didi membuka safety tersebut, dan Ia harus dapat menahan tubuh Wanda agar tidak terguling. Saat safety berhadil dibuka, Didi dengan sigap menahan tubuh sang istri dan membawanya keluar dari mobil ambulance.
Warga yang melihatnya berhasil keluar hanya memandang dengan iba, tanpa memberikan bantuan apapun sebelum pihak kepolisian datang dan kini Didi harus berjuang sendiri.
Pakaian Wanda sudah basah dengan cairan ketuban, namun janin tak juga belum hendak lahir, hanya rasa sakitnya saja yang begitu kentara dan membuat Wanda harus menahannya meski dengan wajah pucat.
Didi masih membopong tubuh Wanda dan berharap ada yang membawakannya ke puskesmas, namun tampaknya warga begitu enggan dan hanya melihat Didi yang tampak kebingungan mencari tumapangan ke puskesmas.
Sementara itu, Didi melihat sekelebat sosok mengerikan melayang terbang di udara dan nangkring dibadan mobil ambulance yang sedang terguling tersebut.
Bersamaan dengan hal itu, Sosok Yanti yang selama ini membuat warga ketakutan untuk keluar rumah, tiba-tiba memperlihat dirinya dengan aroma anyir dan amis yang menyeruak, dan hal ini tentunya membuat warga yang berkerumun berhamburan meninggalkan lokasi kejadian dan membuat Didi kini harus sendirian untuk berjuang menyelamatkan Wanda.
Didi masih terus mendekap sang istri, Ia sadar jika kedua makhluk itu menginginkan janin yang berada didalam kandungan istrinya.
Nini Maru melayang dari badan mobil ambulance dan mendekati Didi yang terlihat sedikit panik, namun mencoba mengontrol diirnya.
Didi merupaka orang yang memiliki penglihatan mata bathin yang sangat kuat, Ia dapat melihat makhluk astral namun hanya sekedar dapat melihatnya saja.
Nini Maru mencoba mengikis jarak antara Didi dan juga sosoknya.
Sedangkan Yanti berada dibelakangnya. Kini Didi seolah sedang dikepung oleh para makhluk menjijikkan tersebut.
Tangan Nini Maru sudah terulur dan jemarinya yang keriput sudah menyentuh kaki Wanda. Didi dengan cepat bergerak ke sisi kanan dan Ia mengumpulkan segala tenaga dan usahanya untuk berjalan mencapai puskemas yang masih berjarak 7 km lagi dari tempat kejadian kecelakaan.
Tampak dikejauhan suara sirene polisi meraung-raung menuju ke arahnya, namun setelah mendekat, mereka melewatinya dan berlalu dengan kecepatan rendah.
Sepertinya mereka tidak melihat lokasi kejadian. Didi sudah berteriak memanggil polisi itu untuk berhenti dan memberikan pertolongan kepada mereka, namun sepertinya pandangan polisi itu dikaburkan sehingga tidak dapat melihat keberadaan mobil ambulance yang sudah terbalik dan Didi yang berteriak meminta tolong.
Didi merasa bingung, mengapa kepolisian yang naru saja melintasinya tidak berhenti untuk menolongnya dan terus saja melaju meninggalkan lokasi.
Didi terus melafazkan doa agar segera mendapatkan pertolongan, karena kondisi Wanda sudah sangat parah.
Nini Maru yang setiap kali ingin menyentuh Wanda selalu merasa tak mampu, ternyata Didi melafazkan ayat kursi yang disudah dipelajarinya sejak masa sekolah dasar tersebut.
Tak berselang lama, mobil ambulance datang dari arah puskesmas dan menuju ke lokasi kecelakaan. Namun lagi-lagi mereka hanya melintasinya dan melaju ke depan.
Sesaat mobil polisi bersama ambulance kembali melintas secara bersamaan dan berhenti didepan lokadi kejadian dan mereka celingukan mencari mobil ambulance yang menurut laporan warga terguling di sekitar tempat mereka berhenti.
Ternyata Nini Maru dan juga Yantu telah melakukan kelicikan dengan menutup pandangan mata mereka.
Didi sudah menghampiri para petugas medis dan polisi dengan berteriak jika Ia ada dihadapan mereka. Namun mereka seolah mengabaikannya.
Sementara Wanda sudah mengeluarkan darah dan rasa sesak ingin buang air besar begitu sangat terasa.
Didi merasakan jika Wanda akan segera melahirkan dan erangan serta rintihannya sangat menyayat hati.
Sementara Nini Maru berusaha menutupi pandangan mata para petugas medis dan juga kepolisian yang mana mereka masih celingukan mencari mobil ambulance yang membawa pasien ibu hamil dan akan melahirkan.
Saat para medis piha polisi celingukan mencari mobil ambulance yang raib begitu saja, tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti didepan mereka dan seorang pria tampan turun dari dalam mobil.
Pemilik mata indah yang membuat hati wanita luluh dengan tatapan matanya itu menghampiri para petugas medis dan kepelosian yang sedang celingukan.
Ia menyapu wajah mereka dengan lembut, lalu dengan sekejap mereka melihat jika mobil amblulance itu berada tepat dihadapan mereka, serta Didi yang sedang membopong tubuh Wanda tepat dihadapan mereka.
Seketika mereka terperangah dan segera membantu Didi untuk memasuki ambulance yang baru datang dan pihak ke polisian membantu sopir ambulance yang terjepit di badan mobil dekat stir.
Yanti yang menyadari kehadiran pria tersebut dengan cepat langsung ngacir dan melarikan diri, namun sebuah hantaman dengan pukulan rasa panas dibagian punggungnya yang merasa sangat panas bagai terbakar.
Jin qorin Yanti berlari dan melesat menghilang memasuki goa.
Sementara Nini Maru yang melihat Yanti celaka, segera mencoba melarikan diri katena tidak ingin lagi terbakar seperti waktu itu.
Namun Ia terlambat, karena sebuah hantaman hawa panas mengenai wajahnya yang mana Ia tak sempat mengelak dan memperburuk wajah ya yang sudah sangat hancur menjadi lebih hancur.