MIRNA

MIRNA
Episode 90



Yanti berjalan mengikuti arah kemana Ki Brewok masuk sebuah ruangan. Sebuah ruangan yang tampak sangat pengap dan mirip seperti kamar rahasia miliknya.


Yanti merasa aneh juga, mengapa kehidupan Ki brewok terlihat biasa saja, sebab Ia baru saja menerima uang hasil jual tanah dengan dirinya.


Yanti banyak melihat tengkorak kepala manusia yang menumpuk disudut ruangan. Yanti tidak tahu Ki Brewok ini sedang menganut aliran apa, yang pastinya sama sesatnya seperti dirinya.


Anak lelaki Ki Brewok tampak berbeda dengan dirinya, anak lelaki itu tampak sedikit tidak normal, namun masih dapat menjalin komunikasi dengan baik.


"Mbak.. Anak saya ini butuh asupan, jadi saya akan memberikan ayam cemani dan juga burung gagak beserta perlengkapannya secara gtatis, asalkan Mbak mau meberikan asupan kepada anak lelaki saya agar kesehatannya segera pulih.." ucap Ki Brewok dengan menawarkan jual beli secara barter.


"Maksudnya asupan apa, Ki?" tanya Yanti sedikit bingung.


"Biasa, Mbak.. Asupan sari madu Mbaknya" jawab Ki Brewok dengan senyum liarnya.


Yanti menyunggingkan senyum tipis. Baginya hal semacam itu sudah hal yang biasa, sebab tubuhnya juga sudah puluhan pria yang memakainya, Maka Ia tidak begitu perduli lagi. Bahkan mungkin jika saja penyakit mematikan karena bergonta-ganti pria Ia juga sudah takut.


"Mau minta jatah saja pakai bahasa muter-muter Ki" ucap Yanti datar.


Ki Brewok tersenyum denhan smirik. Ia sudah menduga jika Yanti mau melakukannya.


"Itu tengkorak kenapa banyak sekali Ki?" tanya Yanti penasaran.


"Ini rata-rata adalah pasien wanita yang tidak mau menuruti permintaan saya, Mbak" ucap Ki Brewok santai.


Seketika Yanti bergidik mendengarnya. "Wah.. Apa saya bakal juga seperti itu?" tanya Yanti sedikit ketar-ketir.


"Ya mana saya berani, Mbak.. Kan Mbak banyak yang dampingin, apalagi wanita bergaun merah itu" ucap Ki Brewok dengan dingin.


Yanti tak menduga jika Ki Brewok mengetahui jika Ia bersekutu dengan Nini Maru "Lalu kenapa Ki Brewok berani minta tidur dengan saya?" tanya Yanti penasaran.


Ki Brewok tertawa mengerikan "Karena wanita bergaun merah itu juga menyukai kemaksiatan dan mengharapkan Mbaknya hamil agar dapat mengorbankan janin untuknya" ucap Ki Brewok menjelaskan.


Yanti merasa kagum dengan ilmu yang dimiliki oleh Pria paruh baya itu.


"Jemblang.. kemarilah, Bapak sudah mempersiapkan sesuatu untukmu. Pasti kamu sudah lama menginginkannya karena kita tidak pernah kedatangan pasien wanita lagi" ucap Ki brewok kepada anak lelakinya.


Seketika anak lelakinya itu datang dan memasuki ruang rahasia milik Ki Brewok.


Anak bernama Jemblang itu tampak bertubuh kekar, namun sedikit seperti kurang waras, dan tampaknya begitu patuh dengan apa yang diucapkan oleh Ki Brewok.


"Kemarilah, ini ada sesuatu buat kamu" ucap ki Brewok kepada anak lelakinya.


Jemblang berjalan menghampiri Yanti sembari merundukkan kepalanya, lalu stelah dekat, seketika sisi lainnya keluar, Ia mendekap Yanti, dan dengan kasar menyingkap rok pendek yang dikenakan oleh Yanti dan melepaskannya.


Sementara Ki Brewok hanya menjadi penonton saja.


Sementara itu, Jemblang membawa Yanti diatas meja yang tampaknya seperti tempat persembahan.


Jemblang meorotkan underware Yanti dengan cepat dan menyesap organ inti wanita pendosa itu. Jemblang hanya membutuhkan cairan madu milik Yanti.


Setelah Yanti mencapai puncak surgawinya berulang kali, dan Jemblang menyesapnya hingga tersisa, lalu Ia melepaskannya.


"Sudah, Mbak.. Dan Mbak boleh membawa semua sesaji yang sudah kita sepakati" ucap ki Brewok dengan cepat, lalu Yanti memunguti rok dan underwarenya yang tercecer dan kembali mengenakannya.


Setelah Yanti keluar dari dalam mamar itu, Jemblang melihat kearah ayahnya "Mengapa Bapak tidak menikmati tubuhnya?" tanya Jemblang penasaran, dan kini cara bicaranya seperti orang normal.


"Sudah terlalu banyak virus, bapak tidak berselera" jawab Ki Jemblang sekenanya, lalu menyulut rokok cerutunya dan menyesapnya.


Jemblang hanya tertawa datar, dan keluar dsri kamar rahasia itu.


Sementara itu, Yanti sudah pergi dari kediaman rumah Ki Brewok.


Yanti mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ke warungnya, Ia sudah tidak sabar lagi untuk mendapatkan kembali segala kekkayaannya yang telah hilang begitu saja.


Menumbalkan calon adiknya yang sudah lama ditunggu kehadirannya oleh kedua orangtuanya adalah hal perkara kecil bagi Yanti, sebab Ia kini hanya menginginkan kekayaan semata dalam hidupnya.


Sesampainya diwarungnya, Yanti bergegas membawa semua perlengkapan sesajinya. Ki Brewok sudah membersihkan semua ayam cemani dan burung gagak itu dengan memisahkan darahnya menggunakan plastik.


Yanti membawanya kedalam kamar rahasia.


Tampak Lisa memperhatikannya dengan tatapan nanar dan kosong.


Yanti mencoba mengabaikan apa yang dilihat oleb Lisa, sebab Lisa juga sudah tidak dapat berbiat apapun.


Yanti mempersiapkan segala sesuatunya, sembari menunggu malam tiba, Ia menata seluruh sesaji dan mempersiapkan dupa untuk pembakaran.


Kisa terus memperhatikan apa yang diperbuat oleh Yanti. Ia semakin penasaran ritual seperti apa nantinya.


Saat maghrib menjelang, Yanti berharap-harap jika ada satu pria sebagai pelanggan yang masuk kedalam warungnya, Ia membutuhkan satu tumbal pria untuk sebagai syarat kesempurnaan sesajinya.


Lama Ia menunggu namu tak juga ada pelanggan yang masuk kedalam warungnya.


Yanti mencoba bersabar, Ia harus mendapatkannya.


Yanti juga menunggu keempat remaja yang yang menjadi pelahan diwarungnya. Pucuk dicinta ulampun tiba.


Keempat remaja itu akhirnya datang lagi karena sudah kehabisan uang untuk membeli narkoba. Yanti tersenyum sumringah, apalagi mereka membawa pasangan mereka yang juga masih remaja dan terbilang masih satu sekolah dengan mereka.


Yanti merasa mendapatkan daun muda, dwn pastinya Rey akan sangat menyukai daun muda, sebab darah mereka sangat manis.


Yanti menyambut mereka dengan penuh kegembiraan, lalu memutar musik DJ dan menyuguhkan minuman keras.


Keempatnya mulai memasang alat hisab sabu yang dibeli mereka dengan cara berpatungan dan menghisapnya bergantian.


Mereka tampak terlihat sakau, dan mulai meracau tak sadarkan diri.


Melihat hal tersebut, Yanti memampah salah satu pemuda diantaranya dan membawa pemuda itu masuk kedalam kamar rahasianya.


Lisa yang mulai tampak sadar, perlahan melihat Yanti sudah memasuki kamar rahasia itu dengan wajah memucat.


Yanti melucuti pakaian pemuda itu, lalu Ia memberikan puncak surgawi yang menjanjikan, dan saat renaja itu mencapai puncak surgwinya, dengan cepat Yanti melepaskan tubuhnya dari sang pemuda, lalu sosok bayangan hitam yang tak lain adalah Rey menyambar lato-lato dan senjata yang masih berdiri tegak itu dengan cepat, sehinga tawa bahagia sang remaja laki-laki yang baru saja mendapatkan puncaknya berubah menjadi ringisan yang berakhir kematian.


Lisa membolakan matanya menyaksikan apa yang baru saja dilihatnua. Ternyata Lisa baru menyadari jika selama ini pelanggan pria mereka yang menghilang setiap paginya ternyata menjadi korban kebiadaban Yanti dan juga sekutunya.