
Mirna membawa kedua puteranya pulang kerumah. Ia merasa khawatir karena ada hawa jahat yang ingin menganggu Angkasa dan juga Samudera setelah pengungkapan misteri yang selama ini terkubur di sekolah tersebut.
Pihak sekolah mengucapkan ribuan terima kasih kepada Angkasa yang telah mengungkap penyebab banyak siswa yang sering kerasukan secara tiba-tiba selama 10 tahun terakhir ini.
Selama ini pihak sekolah hanya mengira jika siswa yang sering kerasukan akibat karena fikiran kosong dan sering melamun.
Begitu juga kasus tentang beberapa siswi yang menghilang terungkap sudah kemana menghilangnya para sisiwi tersebut, namun hal ini menjadi ambigu bagi pihak sekolah karena tentunya warga akan menganggap ini sebagai sesuatu yang sangat buruk bagi citra sekolah tersebut.
Seminggu berlalu..
Akhirnya ditemukan sebab kematian para siswi tersebut setelah dilakukan autopsi dan uji forenshik.
Siswi itu dinyatakan meninggal setelah mendapatkan pelecehan dari seseorang dan tentunya memiliki penyakit kelainan yaitu pedofil.
Para siswi itu rata-rata sisiwi berusia 12 tahun dan tentunya sudah ada mendapatkan siklus datang bulan.
Mereka mendapat pelecehan dan tiga diantaranya meninggal dalam kondisi mengandung, dan polisi menduganya jika pelakunya masih sekitar staf yang bekerja disekolah tersebut.
Mendapati kenyataan tersebut, para orang tua menjadi sangat geram dan menginginkan jika pelakunya segera ditangkap dan dihukum seberat-seberatnya serta pihak sekolah untuk meningaktkan pengamanan yang menjamin keselamatan para siswa-siswinya.
Seluruh staf sekolah diperiksa secara detail tanpa terkecuali. Mereka dimintai keterangan dan polisi menemukan sidik jari yang seseorang yang diduga sebagai pelaku tindak kejahatan tersebut.
Seseorang yang dicurigai itu menghilang setelah penemuan kerangka tersebut dan hingga kini masih misteri dimana keberadaanya.
Setelah mendapatkan keterangan dari semua pihak staf dan juga tenaga pengajar tersebut, maka pihak kepolisian masih memburu pelaku yang saat ini sedang bersembunyi disuatu tempat karena merasa sangat ketakutan dan Ia juga menaruh dendam kepada Angkasa yang mencoba membongkar semua rahasia yang telah terpendam selama ini.
Setelah sekolah diliburkan selama satu minggu, akhirnya siswa kembali diaktifkan meskipun pihak keluarga merasa sangat takut dan mereka akan menjemput anak mereka sebelum jam pelajaran selesai.
Namun yang membuat warga merasa aneh, ada seseorang yang tidak terlihat beberapa hari ini yang mana biasanya selalu berdiri dipintu pagar sekolah.
Kepolisian datang kembali untuk menemui Angkasa dan meminta bantuan penglihatan mata bathin sang bocah untuk melihat dimana terduga pelaku yang kini telah bersembunyi untuk mencoba melarikan dirinya.
Angkasa terdiam sejenak dan memenamkan kedua matanya. Ia mencoba menembus dimensi lain untuk menemukan dimana keberadaan terduga pelaku pembunuhan.
Lalu dengan kemampuan yang dimilikinya, Ia melihat jika pelaku itu sedang bersembunyi disuatu tempat yang tentunya masih menyusun rencana membalas dendam kepada Angkasa.
"Disebuah tempat, rumah kosong yang sudah lama tidak terpakai ditepi hutan" jawab Angkasa dengan seksama.
Kepolisian bergerak cepat untuk menemukan terduga pelaku yang mana bersembunyi di rumah tepi hutan yang tak lain adalah rumah Mirna yang sudah lama tidak ditempati.
Polisi melakukan penyergapan, dan benar saja, pria itu bersembunyi disana dan sedang tertidur saat terjadi penangkapan.
Penangkapan terduga pelaku membuat pihak sekolah tercengang dan tidak percaya, sebab terduga sudah hampir sebelas tahun mengabdi disekolah tersebut sebagai penjaga sekolah yang bertugas untuk menjaga sekolah, merangkap sebagai security dan yang membersihkan sekolah.
Semua tercengang dan tak pernah menduga jika yang menjadi pelakunya adalah orang dipercaya untuk menjaga sekolah tersebut.
Setelah memilih targetnya, Ia akan memberikan iming-iming kepada sang target berupa uang dan juga makanan. Setelah targetnya terpedaya, Ia akan menyekapnya dan menjadikannya sebagai pelampiasan hasratnya.
Jika target sudah tidak diinginkannya lagi dan apalagi beberapa kali mengalami keguguran maka Ia akan membunuhnya dan karena Ia sebagai penjaga sekolah, tentu Ia leluasa bergerak kapan saja, dan tentunya mengubur jasad itu dibagian mana yang Ia sukai.
Sebagian korbannya ada yang berusaha melarikan diri, namun Ia akan mengikat para korban dan menyumpal mulut mereka agar tidak dapat berteriak.
Selain sebagai pedofil, ternyata Ia juga seorang phisycopat yang sangat berbahaya.
Bahkan sisiwi yang kerangkanya ditemukan pertama kali itu sudah melayaninya sejak 5 tahun, dan tentunya keguguran sebanyak 5 kali. Setelah gadis cilik itu mengalami sakit-sakitan, Ia membunuhnya dengan sadis dan menguburnya di bak mandi sekolah agar tidak mengalami kecurigaan.
Setelah tertangkapnya penjaga sekolah tersebut, warga meminta agar pelaku dihukum dengan seberat-beratnya dan keluarga mendpatkan keadilan dari apa yang telah diperbuat oleh manusia biadab tersebut.
Kini Angkasa mulai dikenal dimasyarakat sebagai anak yang memiliki kemapuan menembus dimensi lain, dan tak jarang warga ada yang iseng jika terjadi kemalingan mencoba bertanya kepadanya apakah malingnya itu bisa terdeteksi atau tidak.
Terkadang bocah itu sedikit kerepotan karena sering dicegah ditengah jalan oleh warga untuk dimintai pendapat.
Hal ini terkadang membuat Mirna merasa sedikit serba salah dengan kemampuan yang dimiliki oleh puternya.
Malam menjelang, kegelapan kian mencekam.
Sang pedofil kini meringkuk didalam jeruji besi bersama para tahanan lainnya. Sudah menjadi kebiasaan didalam sebuah tahanan jika para penghuni baru yang merupakan seorang pemer-kosa akan menjadi bulan-bulanan bagi btahanan lainnya.
Sang penjaga sekolah kini tengah dikelilingi oleh para tahanan yang lainnya. Salah seorang diantara tahanan yang merupakan penyuka sesama jenis tampak memiliki rencana untuk penjaga sekolah tersebut.
Namun saat ini, Sang penjaga sekolah sedang disiksa oleh tahanan lain.
Setelah merasa cukup untuk menyiksanya, mereka meninggalkannya begitu saja dikamar mandi dalam kondisi luka parah.
Ketika para tahanan yang lain sudah terlelap, penjaga sekolah itu sedang meringkuk disudut kamar mandi.
Lalu seorang tahanan yang memiliki kelainan penyuka sesama jenis itu memasuki kamar mandi dan mengahampiri penjaga sekolah tersebut.
Tahanan bertubuh kekar itu memberikan sentuhan yang menjijikkan kepada penjaga tersebut dengan sebuah ancaman sebilah pisau.
Lalu tahanan tersebut membangkitkan senjata penjaga sekolah dengan mudahnya, lalu mereka melakukan hubungan terlarang tersebut.
Bersamaan dengan hal itu, Rey sedang mengintai dengan senyum seringainya. Dan saat penjaga itu melakukan pelepasannya, dengan sangat cepat Rey mencabut senjata penjaga sekolah yang kini mengejang dan ambruk memimpa pria tahanan yang tidak menyadari jika mereka sudah menjadi incaran satu sosok mengerikan.
Pria itu tersentak saat melihat cucuran darah dari pria yang sedang menimpanya saat ini.
Ia mengira jika senjata milik penjaga sekolah itu tertinggal dijalur belakangnya, dan tidak menyadari satu sosok bayangan hitam telah mengambilnya paksa.