MIRNA

MIRNA
episode 208



Jin Qorin Yanti terus berkeliaran tak tentu arah. Nini Maru terus menggiringnya untuk tersesat bersamanya.


Jin Qorin itu mulai menakuti warga dan meneror warga yang berpergian sendirian dan bahkan yang sedang berkumpul juga tak lepas dari terornya yang selalu memperlihatkan wujudnya yang mengerikan.


Semenjak kemunculan jin qorin Yanti dengan wujud oenuh belatung dan tubuh yang mengenaskan, warga tidak lagi ada yang bertakziah. Mereka memilih untuk tetap dirumah dan jika malam hari akan menutup pintu rumah sebekum maghrib.


Sementara itu, pihak kepolisian semakin bingung menangani kasus Yanti. Sebab Yanti sudah tewas, sedangkan makhluk yang menjadi pemujaaannya masih berkeliaran bebeas.


Mereka sudah memanggil paranormal terkenal, namun selalu gagal dalam menjalankan tugas dan korban nyawa.


Para pemuka agama menghimbau warga agar selalu hidup dalam kebaikan. Menghindari perzinahan dan kemaksiatan lainnya. Sebab para iblis tersebut mengincar para pelaku kemaksiatan. Namun tampaknya warga masih saja ada yang tidak mengindahkan seruan tersebut.


Tia dan Tini yang kini berbaring dipuskesmas mulai membaik. Keluarga masih mendampingi ke duanya. Mereka adalah dua manusia yang harus benar-benar di bina agar tak lagi menjadi sampah masyarakat dan juga pemberi makanan tumbal bagi para iblis tersebut.


Namun, keduanya tampaknya sudah terbiasa menik-mati kebebasan hidup yang selama ini menjadi kehidupan mereka.


Keduanya berada dalam satu ruangan yang sama. Mereka sudah mendapatkan phonselnya. Lalu tanpa sengaja melihat unggahan tentang penemuan sosok mengerikan dan dibawa ke puskesmas lalu akhirnya meninggal dunia.


Sosok itu disinyalir adalah Yanti si pemilik warung ditepi hutan yang bergerak sebagai warung plusplus yang terbakar waktu itu.


Ke duanya saling tatap, ternyata yang mencelakai mereka malam itu adalah Yanti sang mantan majikan mereka yang siapa sangka tampilan wajah dan tubuhnya begitu sangat mengerikan.


Keduanya merasakan kengerian yang sangat begitu membuat mereka syok jika mengingatnya ketika Yanti adalah orang yang memakan Janin mereka.


Pihak kepolisian datang menemui Tia dan juga Tini yang mana ke duanya diselamatkan oleh orang tidak dikenal saat malam kejadian.


Keduanya mebgakui jika mereka berniat menggugurkan janinnya, namun sesesok mengerikan datang ikut membantu dan memakan janin mereka.


Mereka menceritakan jika sosok makhluk itu adalah sama persis dengan sosk yang ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan.


Setelah mendapatkan informasi dari Tia dan Tini, kini pihak kelpolisian penasaran dengan sosok penyelamat keduanya. Sebab setelah memeriksa pakaian keduanya yang digunakan malam itu saat hendak menggugurkan janinnya tidak ditemukan sidik jari apapun.


hal ini sangat aneh. Namun sidik jari milik Yanti melekat di ujung kain pakaian Tia dan Tini dapat ditemukan. Tetapi sidik jari milik penyelamat tidak dapat ditemukan.


Pihak kepolisian berharap si penyelamat dapat menampakkan diri ke permukaan untuk membantu menghentikan semua teror yang terjadi dimasyarakat.


Malam menjelma. Warga sudah tutup pintu rumah semenjak maghrib tadi.


Mirna masih mempersiapkan makan malamnya sembari menunggu dua puteranya pulang mengaji.


Semenjak kejadian teror jin qorin Yanti beredar dari cerita satu mulut ke mulut lainnya, tidak ada lagi anak-anak yang berani mengaji ke Mushallah karena orantuanya melarang mereka.


Namun Angkasa dan Samudera tetap mengaji karena mereka merasa tidak takut dengan jin qorin tersebut.


Bersama ustaz yang merupakan imam mushallah itu mereka mendapatkan bimbingan agar tidak takut dengan makhluk tersebut, sebab kita manusia lebih mulia dibandingkan dengan mereka


Setelah selesai shalat Isya dan selesai mengaji, kedua bocah itu berpamitan kepada pak Ustaz untuk pulang ke rumah.


Keduanya mengendarai sepeda dengan kecepatan biasa. Lalu tiba-tiba terhenti oleh sesuatu yang menghalangi jalan mereka.


Sosok mengerikan itu berada tepat dihadapan keduanya.


Angkasa dan Samudera saling pandang melihat sosok jin qorin Yanti yang tampaknya sangat ingin mengganggu ke duanya.


Dengan mengayuhkan sepedanya, Angkasa mencoba menabrak Yanti. Sedangkan Samudera mengikut dibelakangnya.


Tubuh kedua bocah itu seperti memiliki energi positif dan seperti sengatan listrik bagi Yanti mencoba mengganggunya.


Yanti meringis kesakitan, dan melayang mengejar keduanya.


Namun satu sosok melesat cepat menghalanginya dan sebuah hentakan selendang membuatnya terpental.


Sosok Yanti terjerembab diudara dan meringis kesakitan.


"Jangan pernah berani menyentuh anak-anakku.. Kembalilah Kau pada jalanmu yang sebebanrnya, dan jangan mengikuti bisikan Nini Maru yang menyesatkanmu" ujar wanita bercadar itu.


Seketika sekelebat bayangan datang memberikan tendangan kepada Mirna yang membuat Mirna terhuyung.


Lalu Mirna menjaga keseimbangannya agar tidak sampai terjatu dan tersungkur.


Setelah berhasil berdiri dengan sempurnah, Ia melirik pada sosok mengerikan yang berda gak jauh dari hadapannya.


"Dasar pengkhianat..!! Aku yang melahirkanmu..! Namun demi pria itu kau menjadi seorang pembangkang..!!" maki Nini Maru dengan penuh nada penuh emosi.


"Lihatlah Yanti.. Ia hanya manusia yang tersesat dan setia menjadi pengabdiku..!! Bukan sepertimu.!" ucap Nini Maru dengan sangat penuh amarah.


Mirna membuang pandangannya dari wajah mengerikan itu yang mana hampir saja sama dengan Yanti.


"Aku tidak ingin tersesat sepertiu.. Biarkan aku pada jalanku, dan kamu pada jalanmu..!" jawab Mirna.


Nini Maru menggeram dengan kesal "Tidak semudah itu..!! Sebab Kau adalah keturunanku, maka Kau harus sama sesatnya denganku..!!" jawab Nini Maru penuh amarah yang meledak.


"Maaf, Ni.. Aku sudah dengan pilihanku, jika Kau terus menerorku dan juga warga desa, maka aku tidak akan tinggal diam" ucap Mirna yang kemudian melayangkan selendangnya dengan cepat.


Wuuuissshh...ssstt..


Buuuuugh..


Selendang itu menghantam Nini Maru yang belum sempat untuk menghindar. Seketika sosok Nini Maru terpental dan mengerang kesakitan.


"Mirrnaaaa... Dasar anak brengseek..!!" maki Nini Maru dengan kesal. Lalu Ia melayang dengan cepat dan berbalik menyerang Mirna dengan energi yang sudah mulai bertambah saat mendapatkan tumbal janin dari Tia dan Tini.


Mirna melayang menghindari serangan Nini Maru yang menghantarkan sebuah cahaya kegelapan dan tanpa diduga serangan Nini Maru mengenai Yanti berada dibelakang Mirna.


Jin qorin Yanti terpekik kesakitan karena terkena cahaya kegelapan tersebut.


Mirna harus segera kembali ke rumah, ada dua puteranya yang sedang menunggu dan Satria masih berada diluar kota.


Dengan gerakan memutar Ia membacakan sebuah dzikir yang diajarkan Satria waktu itu, dan dengan menggunakan selendangnya Ia menghantarkan sebuah cahaya keperakan dan mebghantam Nini Maru.


Suara lengkingan kesakitan membahana diangkasa, dan warga mendengarnya sekilas bagaikan suara teriakan sosok makhluk yang disebut kuntilanak, namun hanya sesaat dan membuat warga merasakan buku kuduk mereka meremang.


Lalu Nkni Maru terpental hingga sampai ke goa tempat di mana Ki Kliwon sedang bertapa.


Sementara jin qorin Yanti meraung kesakitan dan berlarian tak menentu arah, membuat suara kegaduhan yang menambah kengerian malam itu.