
Sosok Nini Maru menabrak Ki Kliwon yang sedang bertapa dan membuat keduanya terpental bersamaan.
Kini keduanya mengerang kesakitan. "Apa yang Kau lakukan, Ni? Mengapa Kau menabrakku?" tanya Ki Kliwon yang memegangi pinggangnya yang sangat rapuh.
"Mirna, Ki.. Mirna.. Menantumu itu sudah jauh meninggalkan Kita.. Ia memilih jalan kebaikan ketimbang mengikuti jalan kesesatan yang kita jalani" ucap Niji Maru dengan nada tersengal.
"Bahkan Ia berani melukaiku sebagai ibunya.. Ini sungguh keterlaluan..!!" maki Nini Maru yang mencoba beranjak bangkit dengan susah payah.
Belum sempat Ia berdiri tegak, tiba-tiba...
Aaaaarrrggghh..
Suara teriakan jin qorin Yanti menabraknya kembali hingga terpental ke dinding goa.
"Breengseek..!! Kalau mau nabrak itu kasih tau dulu.." maki Nini Maru yang melihat Yanti dengan tubuh penuh belatung dan membiru akibat terkena serangan cahaya kegelapan yang lancarkannya kepada Mirna tetapi mengenai Yanti.
Yanti meringis menahan sakit karena sekujur tubuhnya sudah tidak karuan lagi.
"Ini sangat sakit, Ni.. Kau membuatku sangat menderita.." keluh Yanti yang masih terkapar dilantai goa.
"Salahmu sendiri, mengapa tidak menghindar" omel Nini Maru yang juga merasa kesal karena harus terhempas kedua kalinya.
Lalu Nini Maru beranjak bangkit dengan sempoyongan, dan Ki Kliwon sudah berusaha untuk kembali duduk diatas batu besar tempat Ia bertapa.
"Bukankah sudah ku katakan pada kalian, kita belum menyempurnakan kekuatan Kita, jangan dulu mencari masalah m, dan kalian masih saja tetap ngeyel" ucap Ki Kliwon dengan nada penuh amarah.
Kedua makhluk itu terdiam, dan saling menatap sinis.
"Heei, Yanti.. Kamu jangan berkeliaran kemana-mana, kamu disini dulu.." titah Ki Kliwon kepada jin qorin Yanti yang tampak hancur berantakan dan penuh belatung.
Yanti hanya merundukkan kepalanya, namun semua yang Ia lakukan juga atas bujukan Nini Maru untuk meneror warga agar tidak ada yang bertakziah di hari kematiannya.
"Dan Kamu Nini.. Jangan dulu sembarangan melawan Mirna.. Dia bukan yang dulu yang dapat kamu perintah lagi.. Ia sudah membelot dari jalan kita dan memilih jalan Rabb-Nya.. Maka kita harus bersabar untuk menyelesaikan pertapaan dan tumbal yang kamu butuhkan" Ki Kliwon mulai mengingatkan Nini Maru.
Makhluk kuntilanak itu hanya melirik dengan tatapan malas kepada menantunya tersebut.
Setelah ketiganya penuh perdebatan akhirnya Nini Maru memilih pergi untuk menemui Rey dan Ki Genderuwo yang masih berdiam di rumah Lela. Sedangkan Ki Kliwon melanjutkan pertapaannya, lalu Yanti bergentayangan tak jelas.
*****
Siang ini mentari bersinar dengan begitu sangat teriknya. Seorang pria yang bertugas membersihkan makam dengan gaji bulanan yang sangat minim dari iuran para warga tampak sedang mencabut beberapa rumput liar yang tumbuh disela-sela makam.
Sesaat matanya terganggu dengan penampakan aneh dimakam yang baru tempat Yanti dimakamkan.
Makam itu dipenuhi oleh belatung yang naik kepermukaan.
Seketika Ia berteriak ketakutan dan berlari kekuar dari pemakaman untuk memberi tahu kepada warga lainnya, sebab ini adalah kasus yang sangat langka.
Teriakan pria itu mengundang rasa penasaran bagi warga dan mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang sedang terjadi.
Pria itu berhenti di rumah warga dengan nafas tersengal dan ingin mengatakan sesuatu namun nafasnya sangat begitu berat.
"Tenangkan dulu diri kamu, Kang.. Tarik nafas, dan buang dari mulut, lakukan sebanyak tiga kali" titah seorang warga.
Pria pembersih makam itu mengikuti intruksi yang diberikan tetangganya tersebut. Lalu Ia merasakan jika nafasnya mulai terkontrol dan mulai normal.
Karena merasa penasaran. Akhirnya warga beramai-ramai untuk melihat apa yang dikatakan oleh pria pembersih makam.
Sesampainya dimakam Yanti, Warga terperangah melihat kebenaran yang dikatakan oleh pria tersebut.
Mereka menutup hidung karena aroma bau busuk yang sangat menyengat dan juga belatung-belatung itu begitu sangat banyaknya berkerumun dan membuat perut terasa mual.
Badu yang mendengar berita tersebut merasa penasaran dan ingin melihat apa yang disebarkan oleh warga dan saat melihatnya Ia begitu terperangah mendapati makam sang anak dalam kondisi mengenaskan.
"Dosa apa yang membuat Yanti sampai seperti ini?" tanya seorang warga masih menutup hidungnya dengan menggunakan ujung leher bajunya.
"Bukankah dia pengabdi Iblis? Dan warung yang berada ditepi hutan didesa tetangga itu juga miliknya, dan Ia membuka warung plusplus" ucap Salah seorang warga lainnya.
Warga lalu bergosip tentang Yanti yang menjadi teror menakutkan untuk warga selama ini.
Badu tak tahan lagi dengan segala ghibahan para warga. Ia berniat menjual rumahnya dan pindah ke kampung halaman orangtuanya.
Jin qorin Yanti memandangi para warga yang kini bergosip ria tentang dirinya.
Dengan rasa kesal, Ia menggerakkan belatung-belatung itu untuk menuju kepada warga yang sedang menggosipkan dan tentu hal itu membuat warga berlarian pergi dari pemakaman.
Sementara itu, Nini Maru masih berdiam dirumah Lela dan juga halnya dengan Rey beserta Ki Genderuwo.
Lela masih membuak warungnya, dan sedari pagi tadi Ia membuka warung namun tak ada juga satu pembelipun yang membeli dagangannya.
Lela keluar dari warung, lalu membeli es batu diwarung sembako kecil-kecilan yang berjarak sekitar 50 meter dari warung kopinya.
"Mbak.. Es batu lima.." ucap Lela dengan nada lirih.
Pemilik warung sembako mengambilkan 5 buah es batu yang dipesan oleh Lela, lalu memasukkannya kedalam kantong kresek.
"Ini, Mbak.. Warung Mbak gak buka, Ya?" tanya pemilik warung sembako.
Lela mengerutkan keningnya "Maksud Mbak apa, Ya?" tanya Lela penasaran.
"Tadi saya ke warung Mbak buat beli sarapan lontong pecal, tetapi warung Mbak nya tutup" jawab pemilik sembako itu menjelaskan.
Lela semakin bingung "Saya dari pukul 7 pagi tadi sudah buka, Mbak" jawab Lela dengan nada serius.
"Lhoo.. Iya kah? Tapi kenapa tadi tampak tutup, Ya?" ucap Bu Rahma pemilik wsrung dengan nada bingung.
"Iya.. Beneran tu, Saya saja tadi pagi datang warung Mbak tampak gelap, sata kirain masih tutup" Seorang wanita menimpali.
Lela semakin bingung. Biasanya setelah Ia bercinta dengan Ki Kliwon, maka esoknya warungnya akan segera ramai oleh para pembeli dan hanya sampai pukul 8 malam, maka segala dagangannya akan habis terjual dan Ia akan menambah pundi-pund keuangannya.
Namun kali inj mengapa warungnya seperti ada yang sengaja menutupnya.
"Mungkin ada makhkuk pesugihan yang sengaja membuat warung Mbak tampak gelap dan tutup.
"Masa, Sih? Emang bisa Ya? Tanya Lela penasaran.
"Ya bisalah, Mbak.. Apaalagi zaman sekarang banyak persaingan, dan Mbak juga harus hati-hati jangan sampai berbuat yang dapat menjerumuskan mbak kepada kemaksiatan dan juga praktek pengabdi iblis seperti Yanti.." seorang wanita patuh baya mengingatkannya.