
Rina meronta-ronta meminta untuk dilepaskan, namun tenaganya kalah dengan ke dua pria berhati iblis tersebut.
Ki Brewok menggaulinya dengan paksa yang bertujuan agar Rina mengalami kontraksi yang memudahkan untuk Yanti mendapatkan janin yang kini bersemayam dirahim wanita tersebut.
Tanpa memeperdulikan teriakan Rina yang menahan rasa sakit katena Ki Brewok sengaja bertindak kasar dan membuatnya harus mengalami kontraksi yang disengaja.
Setelah melakukan pelepasannya, Ki Brewok membantu membuka lebar kedua pangkal Kaki Rina dan mempersilahkan Yanti yang kini sudah berwujud setengah iblis mengambil janin Rina.
Wanita setengah iblis itu tersenyum menyeringai, lalu memasukkan tangannya ke jalan lahir milik Rina dengan paksa dan menarik janin tersebut bersama dengan placentanya.
Rina membeliakkan matanya, rasa kontraksi itu hilang seketika, namun rasa sakit saat tangan Yanti memaksa masuk hingga sampai lewat batas pergelangan tangannya membuat Rina merasakan jalan lahirnya robek parah dan Ia mengalami pendarahan.
Yanti segera menguyah janin tersebut beserta placenta sang jabang bayi.
Setelah selesai menyantap janin tersebut, kini naluri Rey untuk menyesap darah yang keluar dari pasca keguguran tersebut begitu kuat. Ia memaksa tubuh Yanti untuk menyesapnya, dan tubuh Yanti tak dapat menolaknya, lalu kembali ke jalan lahir Rina dan menyesapnya hingga tak tersisa.
Seketika pandangan Rina menggelap, dan Ia akhirnya tak sadarkan diri, tak dapat lagi mengingat apapun.
Yanti tersenyum menyeringai, dan sebagai balasan dari apa yang disajikan Ki Brewok, Nini Maru dan juga sang genderuwo akhirnya memberikan upah berupa harta emas dan juga uang untuk Ki Brewok.
Melihat upeti tersebut, Ki Brewok merasa sangat senang, dan akan melakukannya kembali setelah waktu yang ditentukan.
Yanti menghampiri sesaji yang diberikan oleh Ki Brewok, mengambil daging ayam cemani dan juga daging burung gagak yang mana memakannya dengan sangat rakus dan seolah tidak ada kenyangnya.
Lalu Ia meminum darah ayam cemani yang bercampur darah burung gagak serta membalurkannya pada wajah dan sekujur tubuhnya.
Setelah merasakan puas atas apa yang didapatnya malam ini, Yanti menayap Ki Brewok dengan tatapan teriamkasihnya.
Dan Yanti yang kini dikuasai oleh 3 iblis dalam tubuhnya, melesat meninggalkan kediaman Ki Brewok dan menuju ke bawah pohon beringin.
Dibawah pohon beringin itu Ia memulai pertapaannya, Ia ingin mengemablikan tubuh indahnya. Namun Ia merasakan hal aneh setelah membalurkan darah ayam cemani dan juga darah burung gagak yang tadi disajikan kepadanya.
Luka yang menjadi borok ditubuhnya itu tampak semakin parah dan juga gatal yang semakin membuatnya merasa ingin terus menggaruknya.
karena rasa gatal yang terus intens tersebut, Yanti tak hentinya menggaruk luka itu, hingga semakin memperparah luka boroknya.
Sesaat tubuh Yanti berubah menjadi sosok paling menyeramkan. Belatung tiba-tiba keluar dari bekas luka yang Ia garuk dan membuat Yanti bertambah parah.
Ternyata Kebiasaan Yanti saat masih membuka warung dan melayani hingga berbagai pria dengan jumlah yang cukup banyak, dan kini Ia terinfeksi HIV and Aids yang membuat daya imun tubuh kasarnya melemah.
Meskipun Ia masih tampak kuat dengan 3 iblis tersebut, namun tubuh kasarnyanya tak dapat menahan virus mematikan tersebut.
Seketika Yanti merasakan daging ditubuhnya mengelupas dan mulai bersepai sedikit demi sedikit.
Bahkan kini belatung itu mulai merayap masuk ke dalam rahimnya dan bersarang disana untuk memggerogoti rahimnya dengan sangat mengerikan.
Tubuh kasarnya seperti sudah tak layak lagi untuk bertahan, namun karena iblis yang didalam tubuhnya membuatnya masih tetap dapat hidup.
"Aku juga bingung dengan penyakit apa yang Kau alami, namun selama kami masih bersamamu, Kau akan masih tetap dapat hidup dan bertahan" ucap Nini Maru meyakinkan Yanti.
Yanti mendengus kesal "Bukan ini yang ku inginkan.. Aku menginginkan tubuhku yang dulu yang begitu indah, bukan mengerikan seperti ini" ucap Yanti dengan rengekannya.
Nini Maru berdiam sejenak "Angkasa.. Mungkin dia dapat menyembuhkanmu dengan cara kau mendapatkan madunya saat Ia berusia 16 tahun nanti" ucap Nini Maru menjelaskan.
Seketika Yanti mengerutkan keningnya "Apa..?? Usia 16 tahun? Itu terlalu lama" protes Yanti yang tak dapat membayangkan jika harus menunggu 10 tahun lagi untuk menyembuhkan seluruh penyakit yang kini menyerangnya.
Sementara itu, belatung yang kini menyerang tubuhny merayap menuju bola matanya menggerogotinya dan membuat tubuh kasarnya semakin tidak terkendali.
"Nini.. Mataku sangat sakit" rengek Yanti yang mengusap matanya karena merasa gatal sebab belatung tersebut sudah menyerang bola mata kirinya yang mencuat.
Nini Maru mencoba menyemangati sekutunya yang kini menderita karena tubuh kasarnya sangat menjijikkan.
sementara itu, Rina masih terkapar dengan dengan tak sadarkan diri.
Tubuh Rina benar-benar sangat lelah dan tak mampu untuk bergerak. Sesaat kedua matanya mengerjap, dan Ia melihat seklilingnya, yang ada hanya kegelapan dan kesunyian.
Ternyata Ki Brewok dan juga anak lelakinya meninggalkannya begitu saja setelah Ia dipaksa keguguran.
Ia mencoba menggerakkan kedua tangannya untuk dapat bangkit dan jika perlu melarikan diri dari rumah Ki Brewok. Namun lagi-lagi Ia harus kecewa, karena tubuhnya sangat kaku.
Rina merasakan sakit di area jalan lahirnya. Tangan Yanti mencoba masuk paksa itu membuat robekan yang cukup besar, darah masih mengalir dari jalan lahir miliknya.
Jangankan untuk mencoba bangkit, untuk menggerakkan jari jemarinya saja Ia tak sanggup. Perutnya terasa lapar, perih dan juga haus menyerangnya. Ia mengerang kesakitan, dan rintihannya terdengarnya oleh anak lelaki Ki Brewok.
Rina mendengar suara derap langkah kaki memasuki ruangan persembahan dimana Ia di jadikan alat tumbal melalui janin dalam kandungannya.
Lalu langkah itu semakin dekat, dan Ia membawa sebuah lampu pelita ditangannya.
Tampak anak lelaki Ki Brewok meletakkan lampu pelita diatas lantai kayu, lalu mengangkat tubih Rina yang sudah tidak berdaya,
Ia membawanya keluar dsri kamar tersebut, lalu membawanya kedalam kamarnya. Meskipun kamarnya berbau pengap karena tidak pernah dibersihkan, namun pemuda itu mencoba memperlakukannya dengan sangat baik malam ink, berbeda saat Ia diperintahkan oleh ayahnya saat di ruang persembahan.
Ia menyelimuti tubuh tak berdaya Rina, mencoba mencari sisa nasi dan juga minum yang ada didapur.
Setelah itu Ia membawanya ke Kamar dan menyuapkannya kepada Rina dengan sangat hati-hati.
Rina memakannya, meskipun Ia tidak berselera, namun rasa perih diperutnya membuat Ia memaksa menelannya.
Setelah selesai, Ia meletakkan pring kotor itu begitu saja dilantai kamarnya.
Lalu pemuda itu berbaring disisinya, memberikan pelukan hangat kepadanya, hingga membuat Rina tertidur kembali dan kali ini Ia merasakan ada seorang pria yang memperlakukannya dengan baik.