
Yanti menggeliatkan tubuhnya. Ia sangat lelah hari ini karena begitu banyak yang Ia kerjakan.
Ia mendengar suara dentuman musik yang sangat kuat dan pelanggan yang masih berkaraoke dengan suara yang sangat mengganggu telinga.
wanita beranjak dari tidurnya, Ia melihat jam didinding menunjukkan pukul 12 malam, tengah malam.
Sesaat Yanti mencim aroma kembang kenanga yang sangat menyeruak didalam ruang kamarnya.
Ia dapat menebak siapa yang datang.
Benar saja, sosok itu datang tanpa diundang. Wanita berambut panjang dengan gaun merah dan wajah setengah hancur merayap didinding kamarnya, lalu menuju platfon kamar dan..
Wuuuuusshh... Ssstt..
Sosok itu melompat ke atas ranjangnya dan merangkak menghampirinya, lalu menghampirinya dan kini berada tepat diatas tubuhnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Yanti.
"Mengapa Kau belum juga berhasil membawakan janin Syafiyah untukku?! Apakah Aku perlu merobek wajahmu?" ucapnya dengan suara parau sembari jemari tangannya yang keriput panjang dan kukunya yang meruncing.
Seketika Yanti merasa bergidik dibuatnya.
"Ni.. Aku sudah mencoba, tetapi sepertinya Ia memiliki seseorang yang selalu melindunginya" jawab Yanti mencoba membela dirinya.
Nini Maru menajamkan pandangannya. "Kau harus menghasilkan anak dari perpaduan antara Rey dan Kakek Nugroho. Kelak anakmu itu akan dapat membantumu untuk menolongku menghancurkan keluarga itu" ucap Nini Maru.
"Maksudnya dengan Kakek Nugroho si genderuwo itu?" tanya Yanti dengan cepat.
"Ya.. Secepatnya. Setelah anak itu lahir, maka anak itu akan menjadi tempat bersemayamnya Rey yang mana aku membuatnya tumbuh lebih cepat. Hal ini akan memudahkan Rey untuk mendapatkan Mirna, dan menghancurkan keturunan Ki Karso" Ujar Nini Maru dengan cepat.
Yanti terdiam, lalu mencoba memikirkannya.
"Cepat laksanakan, dan jangan menunda lebih lama" ucap Nini Maru lalu menghilang.
Dalam hitungan detik setelah kepergian Nini Maru, Makhluk berbulu yang sangat menyeramkan itu hadir dikamar Yanti dengan aroma kabel terbakar atau singkong bakar, begitu juga dengan Rey.
Yanti tersentak karena kaget, sebab bagaimana mungkin keduanya harus menggarapnya bersmaan, namun karena Ia adalah wanita setengah iblis yang sudah beberapa kali melakukan ritual mandi darah, tak membuatnya menjadi ciut.
Kakek Nugroho yang kini berwujud genderuwo mendapat giliran pertama untuk menamkan benihnya kepada wanita itu. Yanti yang sudah biasa digarap berbagai pria, tentu saja merasakan sensasi berbeda saat makhluk menyeramkan itu menggarapnya.
Tak ingin kalah, Rey yang sudah mendapatkan energi dari dua pasang lato-lato siang tadi ikut bersama bercocok tanam menanam benih kepada Yanti.
Setelah merasa sudah cukup, lalu ke duanya menghilang dan meninggalkan Yanti yang merasakan perutnya sangat mual.
Wanita itu tak mengerti mengapa Ia sepertinya cepat merasakan mual-mual seperti mengidam, padahal baru beberapa menit saja Ia melakukan bercocok tanam dengan kedua makhluk itu.
Semakin lama, rasa mualnya semakin menjadi, membuat Ia memuntahkan isi perutnya, dan sangat lemah.
Sementara itu, Tia yang sedari siang tadi masih berbaring dikamar sebelah, merasakan tubuhnya sangat sakit setelah ke dua pria paruh baya itu menggarapnya.
Ia berjalan tertatih untuk keluar dari kamar menuju kamar mandi yang ada dibagian dapur.
Ia ingin membersihkan dirinya yang terasa lengket karena tubuhnya dimandikan minuman alkohol oleh kedua pria paruh baya tersebut.
Tia ingin mempertanyakan kepada Yanti tentang uang tipsnya atas melayani dua pria tersebut. Sebab saat Ia tersadar, dua pria itu sudah tidak ada lagi didalam kamar dan phonselnya juga tidak aktif.
Tia yang sudah berada didepan kamar Yanti mencoba ingin mengetuk pintu kamar Bos mereka, namun Ia mengurungkan niatnya, sebab Ia mendengar jika Yanti sedang muntah-muntah.
Lalu Ia memilih ke kamar mandi belakang.
Saat melintasi kamar rahasia yang berada menyatu dengan dapur dan selalu terkunci, Tia merasakan aroma busuk bangkai menyeruak dari dalam sana. Bahkan Tia seperti mendengar suara rintihan pria yang kesakitan dan meminta tolong. Seketika Tia merasakan bulu kuduknya meremang dan memilih untuk masuk kedalam kamar mandi.
Ia mulai mengambil air dengan menggunakan gayung lalu mengguyur tubuhnya.
Saat Ia akan mengambil air kedalam bak mandi untuk yang kedua kalinya, Ia melihat bayangan duanorang pria paruh baya yang siang tadi bercinta dengannya berada diatas platfon kamar mandi dengan kedua alat Vitalnya yang menghilang dan darah mengucur menggenangi kamar mandi.
Tia tersentak kaget, lalu melemparkan gayung itu ke lantai, dan belum lagi Ia selesai mandi memilih mengenakan handuknya dan berlari keluar menuju kamarnya.
Gadis itu merasa menggigil dengan penampakan yang baru saja Ia lihat.
"Apa sebenarnya yang terjadi pada dua orang tersebut?" guman Tia lirih. Ia duduk ditepian ranjang dan mengenakan pakaian ganti yang selalu dibawanya.
Ia mendengar suara pintu kamar Yanti dibuka, Lalu dengan tergesah-gesah keluar dari kamar dan ingin bertemu kepada Yanti.
Saat melihat Yanti diambang pintu, Tia langsung menyapanya "Hai, Bos.. Saya mau tanya tentang uang tips saya siang tadi" ucap Tia dengan cepat.
Yanti menoleh ke arah gadis itu, dengan tatapan tak suka "Sebentar" ucapnya dengan nada kesal dan masuk kedalam kamarnya.
Tak berselang lama, Ia membawa uang lembaran 50 ribu sebanyak 10 lembar "Nih.. Uang mu" ucap Yanti sembari menyerahkan uang tersebut kepada gadis itu.
Dengan cepat Tia menyamabarnya "Pelangganku itu kenapa tidak bisa dihubungi, Mbak?" tanya Tia penasaran.
Lalu Yanti menoleh ke arahnya "Mana saya tahu. Setelah menggarapmu mereka langsung pergi" jawab Yanti berbohong.
Tia hanya menganggukkan kepalanya dan kembali ke kamarnya.
Yanti merasakan perutnya sangat mual, dan kembali lagi kekamarnya. Ia melihat tiba-tiba saja perutnya membesar dengan sangat cepat, dan hal ini sungguh diluar nalarnya.
Yanti merasakan rasa kantuk yang luar biasa dengan tiba-tiba menyerangnya.
Kini Ia sudah tertidur lelap dan tak menyadari apapun yang terjadi.
Pagi menjelang.. Sinar mentari mulai memasuki ruangan dan menerpa kulit wajah Yanti yang tampak tertidur pulas.
Ia menguap dan menggeliatkan tubuhnya. Ia ingin beranjak dari tidurnya, namun Ia merasakan sangat sulit untuk bangkit.
Saat Ia melihat ke arah perutnya, Ia dikejutkan dengan perubahan yang sangat drastis pada perutnya.
Dimana perut itu membusung sangat cepat layaknya seorang wanita hamil 9 bulan.
Yanti menutup mulutnya. Bagaimana mungkin itu semua itu terjadi begitu cepat hanya dalam semalam saja.
Yanti merasa kebingungan dan Ia merasakan gerakan-gerakan didalam perutnya begitu aktif dan serasa mendesak seolah ingin segera dilahirkan ke dunia secara cepat.
Yanti tidak ingin ada yang mengetahui tentang kehamilannya dan juga kelahiran anaknya.
Yanti inginn memastikan jika Tia san lainnya sudah pulang, dan Ia tidak ingin mengetahui apa yang terjadi padanya saat ini.
Makhluk didalam perutnya tampak mendesak ingin segera dilahirkan dan melihat dunia.